Kamis Mendatang, UNRI Sambut Pertukaran Mahasiswa Program Permata-Sari
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Kamis Mendatang, UNRI Sambut Pertukaran Mahasiswa Program Permata-Sari

Selasa, 09 Februari 2021


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Dalam waktu dekat UNRI akan melaksanakan Program Pertukaran Mahasiswa Nusantara Sistem Alih Kredit (Permata-Sari) tahun 2021 melalui daring (Dalam Jaringan) Kamis (11/2) mendatang.


Hal ini disampaikan Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Universitas Riau (UNRI), Azhar Kasymi SH, Senin (8/2). 


“Permata-Sari Tahun 2021 adalah Program Pertukaran Mahasiswa secara daring (dalam jaringan) yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat yang diikuti oleh 33 PTN pesert,” jelas Azhar.


Permata-Sari merupakan program pertukaran mahasiswa antar PTN di Seluruh Indonesia Wilayah Barat, dimana setiap PTN dapat mengirim dan menerima mahasiswa dari dan ke PTN lainnya di Indonesia Wilayah Barat, untuk menempuh perkuliahan baik pada Program Studi yang sama, maupun pada Program Studi berbeda selama satu semester penuh. Guna mendukung Program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar.


“Tugas serta peran perguruan tinggi dalam pembentukan program ini adalah untuk membentuk watak dan peradaban bangsa dengan cara menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM-red) yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” papar Azhar.


Pada periode ini, sebanyak 123 orang mahasiswa dari 21 Universitas Indonesia BKS Wilayah Barat akan mengikuti pertukaran perkuliahan ke UNRI dengan program Permata-Sari. “Dengan adanya Pogram Permata-Sari ini siswa harus diberikan kemerdekaan belajar untuk bisa lebih meningkatkan kualitas mereka.


Merdeka belajar merupakan suatu filsafat bahwa di dunia sekarang dan yang akan datang, (pembelajaran-red) keseragaman bukan suatu hal yang dapat meningkatkan kualitas. Jadi kita mencoba sesuatu yang baru, kita harus mencoba membuat organisasi-organisasi pendidikan Indonesia menjadi kreatif, inovatif dan kolaboratif,” tutupnya. pr1


Editor : M Ikhwan