Program Tahunan, Rumah Sunting Kembali Gelar Tadarus Puisi, Santuni Anak Yatim dan Berbuka Bersama
Cari Berita

Advertisement

Program Tahunan, Rumah Sunting Kembali Gelar Tadarus Puisi, Santuni Anak Yatim dan Berbuka Bersama

Sabtu, 07 Maret 2026

Program Tahunan, Rumah Sunting Kembali Gelar Tadarus Puisi, Santuni Anak Yatim dan Berbuka Bersama


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting Pekanbaru Kembali menggelar berbagai kegiatan, Jumat (6/3/2026). Ada Tadarus Puisi yang dirangkaikan dengan kegiatan Santunan Anak Yatim dan Berbuka Bersama. 

Beskem Rumah Sunting yang terletak di Jalan Tigasari, Tangkerang Selatan, Bukitraya, Kota Pekanbaru ini pun berubah ramai. Apalagi kegiatan sudah terlebih dulu  diawali dengan Nongkah (Nongkrong Bertuah), yakni poadcastnya ala Rumah Sunting sejak pukul 14.00 WIB.

Hadir Tadarus Puisi, Santunan Anak Yatim dan Berbuka Bersama ini keluarga anak yatim dari keluarga seniman dan pegiat seni di Riau. Hadir juga para donatur, di antaranya, Kepala Balai Bahasa Riau Umi Kalsum S.S, M.Hum, Walhi Riau dan Dr Bambang Kariyawan. 

Hadir pula para peserta Literasi Konservasi Kampung Bandar, peserta Literasi Konservasi Tangkerang Selatan, peserta Literasi Konservasi Malako Kociak Rimbang Baling, Koordinator LPE Riau Muhammad Aprianda, Muhammad Asqalani EnEste, Mulyati Umar, tokoh masyarakat setempat dan keluarga besar Rumah Sunting.

Founder KSB Rumah Sunting, Kunni Masrohanti menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun di Bulan Ramadan, kecuali santunan anak yatim yang baru dilaksanakan tahun 2025 dan 2026.

‘’Alhamdulillah, kami bisa melaksanakan kegiatan ini setiap tahun. Khusus santunan anak yatim dari keluarga seniman dan pegiat seni, ini tahun kedua. Kami sangat berterimakasih kepada para donatur dan membuka hatinya untuk bersama-sama berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim ini. Tanpa donatur, sulit bagi kami untuk melaksanakan ini. Semoga kami bersama para donator bisa melaksanakan ini kembali di tahun-tahun berikutnya. Sungguh, kami hanya sebagai penggerak dan pembuka jalan,’’ kata Kunni.

Kepala Balai Bahasa Riau, Umi Kulsum, S.S, M.Hum, yang juga salah satu donatur mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Rumah Sunting tersebut. 

Ia berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan karena sebagai upaya dalam ikut serta memajukan keasastraan dan memperluas dampak khususnya bagi generasi penerus.

‘’Kami sangat bangga karena kegiatan berangkai-rangkai. Ada Nongkah yang sebelumnya Saya juga hadir sebagai pembicara, lanjut Tadaraus Puisi, Santunan Anak Yatim dan Berbuka Bersama. Rumah Sunting menjalankan caranya sendiri untuk menyebarkan dampak sastra dengan lebih luas kepada orang lain, terutama anak-anak. Ada juga anak-anak dari kegiatan Literasi Konservasi dan hampir semua membaca puisi dalan Tadarus Puisi ini. Mari bergerak terus dan terus berkolaborasi,’’ kata Umi.

Tua Muda Membaca Puisi

Tadarus Puisi merupakan program tahunan Rumah Sunting sejak tahun 2015. Kata Kunni, setiap tahun Rumah Sunting melaksanakan kegiatan ini. Tidak hanya di Beskem Rumah Sunting, tapi juga di kampus dan di kampung, kampung bahkan kerap kali dilaksanakan di ruang terbuka seperi di Danau PLTA, Tepian Sungai Subayang, Danau Tanjung Putus Buluhcina, dan masih banyak lainnya.

Sore itu, Tadarus Puisi dan kegiatan lainnya dilaksanakan di teras Beskem Rumah Sunting. Sederhana saja. Mereka duduk melantai dengan panggung kosong hanya berlatar belakang spanduk ukuran 2x2 meter, pembacaan puisi dilaksanakan secara bergantian. Tua muda, semuanya membaca puisi. Ada Muhammad Asqalani EnEste, Dr Bambang Kariyawan, Ahlul Fadli Walhi Riau, Kepala Balai Bahasa Riau, bahkan anak-anak yang hadir.

Penerima Santunan dan Donatur
Rumah Sunting berhasil mengumpulkan 18 nama anak-anak yatim dari keluarga seniman dan pegiat seni. Selain di Pekanbaru sebagiannya dari Kabupaten Kampar. 

Selain uang tunai, mereka juga menerima bingkisan. Dari 18 anak yatim ini, di antaranya ada yang tidak bisa hadir karena berhalangan dan ada yang dating sesudah magrib. Bagi yang tidak hadir, Rumah Sunting akan segera mengirimkan titipan dari para donatur itu sesegara mungkin.

Anak-anak tersebut yakni, ada anak dari almarhum Adepura Indra, seniman teater Riau  asal Inhu. Mereka adalah, Prakacita Adwitiya, Al Qusnah dan Khalid Biru Fatindra. Ada Abidah Binti almarhum Sunardi atau Edy koreografer founder Sanggar Sri Melayu (berhalangan hadir), Joe Arkin Bin almarhum Rorry Hendra Saidina atau Itoy pemusik (berhalangan hadir). 

Ada anak-anak dari almarhum Kasmono, seniman teater (Kampar Kiri). Mereka yakni, Zizi, Geo dan Altaf Ada Ardiansyah Nur Bin Ardesnur, Qiara Nur Hafiza Binti almarhum Ardesnur, Nopal dan Ripal Bin almarhum Burhan (Kampar),  serta Vina dan Radit yang juga berhalangan hadir.

Adapun donatur yang turut berbagi santunan ini yakni, Boy Even Sembiring, Eko Yunanda, Dewi Fianna Sari, Umi Kulsum S.S, M.Hum dan Balai Bahasa Provinsi Riau,  Bambang Kariyawan, Supriyadi, Indra SE MBA, Nofrita Delly dan Walhi Riau. (*)