RIAU, PARASRIAU.COM - Memasuki hari keempat proses pemberangkatan jemaah haji Provinsi Riau, sebanyak 1.720 orang jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon menyampaikan hal tersebut pada Selasa (28/4/2026) usai melepas keberangkatan jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 05 dan BTH 06.
“Alhamdulillah, hingga hari keempat pemberangkatan, total 1.720 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Madinah,” ujar Defizon.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 1.693 jemaah haji, 8 orang Petugas Haji Daerah (PHD), 3 orang pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta 16 orang petugas haji.
Sementara itu, terdapat 15 jemaah haji yang mengalami tunda atau batal berangkat dengan berbagai alasan kesehatan. Rinciannya, 6 orang dirawat di Batam, 5 orang sebagai pendamping di Batam, dan 4 orang sakit di daerah.
Lebih lanjut, Defizon merinci kondisi jemaah pada beberapa kloter. Pada Kloter BTH 03, terdapat 1 jemaah dirawat di Batam dan 1 orang pendamping (asal Pekanbaru). Kloter BTH 04 tercatat 2 jemaah dirawat di Batam dan 1 orang pendamping (asal Pekanbaru).
Kemudian pada Kloter BTH 06, terdapat 3 jemaah batal berangkat dari daerah. Selain itu, terjadi mutasi jemaah sebanyak 45 orang ke Kloter BTH 07 serta 2 orang mutasi masuk dari Kloter BTH 04.
Sementara itu, pada Kloter BTH 05 terdapat 3 jemaah dirawat di Batam, 3 orang pendamping dan 1 orang sakit di daerah yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Kampar.
Terakhir, Defizon berpesan kepada seluruh jemaah haji agar senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan dan saling tolong-menolong.
"Utamakan ibadah dibandingkan aktivitas berbelanja, ikuti arahan petugas serta tetap menggunakan alat pelindung diri yang telah ditetapkan. Terlebih saat ini cuaca di Tanah Suci diperkirakan sangat panas, sehingga penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik sebelum memasuki puncak haji," pintanya.
Pihak Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau terus memastikan pelayanan optimal bagi seluruh jemaah, termasuk penanganan jemaah yang mengalami kendala kesehatan agar dapat diberangkatkan pada kesempatan berikutnya sesuai dengan kondisi dan ketentuan yang berlaku.***

