Literasi MTs Al-Furqon, KSRS Pekanbaru Gelar Kenduri Puisi XIV Raja Bejamu
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Literasi MTs Al-Furqon, KSRS Pekanbaru Gelar Kenduri Puisi XIV Raja Bejamu

Selasa, 25 Februari 2020


ROHIL, PARASRIAU.COM - Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) Pekanbaru berkolaborasi dengan tokoh muda, penghulu dan masyarakat Kepenghuluan Raja Bejamu menggelar kegiatan Kenduri Puisi XIV.

"Kenduri Puisi XIV tersebut merupakan literasi sekolah MTs Al-Furqon yang digelar Sabtu (22/2) kemarin," ungkap Pembina Rumah Sunting Pekanbaru sekaligus Presiden Penyair Indonesia (PPI), Kunni Masrohanti, kemarin.


Dijelaskannya, kegiatan literasi di MTs tersebut diikuti tim Kenduri Puisi dari Pekanbaru. Hadir juga penyair Riau Marhalim Zaini, penyair Sumbar Arbi Tanjung, penyair Al Rakhim Sekha, penyair muda Muhammad De Putra, penyair dan pegiat literasi Rohil Khudri Anwar, tokoh muda Kepenghuluan Raja Bejamu yakni Joko Ms SIp, Sudirman K, Hamdan dan Sudirman Y. Mereka semua tergabung dalam Komunitas Teluk Gong selaku penggerak aktif terwujudnya Kenduri Puisi XIV dan masih banyak lainnya. Mereka semua disambut segenap guru, pembina dan ketua yayasan Imam Hanafi  dan lainnya.

Lanjutnya, kedatangan tim Kenduri Puisi yang dipimpin pembina Rumah Sunting, sekaligus Presiden Penyair Indonesia (PPI) Kunni Masrohanti itu disambut dengan kalungan bunga, pencak silat, marawis dan berbagai kesenian oleh pelajar-pelajar MTs Al-Furqon. Dilanjutkan dengan proses literasi menulis dan membaca puisi serta latihan untuk penampilan pada malam harinya.

"Alhamdulillah, kami sangat bangga karena sekolah kami yang apa adanya ini disinggahi oleh tim penyair dari Pekanbaru dan Sumbar. Kedatangan mereka ini membangkitkan semangat anak-anak kami untuk berliterasi," ujar Ketua Yayasan, Iman Hanafi.

Sementara itu, Kunni menyebutkan, dirinya juga berasal dari kampung kecil yang jauh di Siak, tempat lahirnya dan ia juga dulu sekolah di MTs.

"Jangan sedih, jangan minder meski kita sekolah di kampung dan di MTs yang sederhana seperti ini. Asal kita mau belajar, gigih dan rajin, insyaallah, kelak akan jadi orang berguna bagi tanah lahir dan bangsa. Saya juga dari kampung dan sekolah di MTs,'' kata Kunni menyemangati.

Pertemuan sejak pukul 09.00 hingga tengah hari itu membuahkan hasil. Sebanyak 30 pelajar menampilkan teatrikal puisi pada malam harinya dengan membawakan puisi berjudul Membaca Tanda-tanda karya Taufik Ismail. pr2