Lewat PUSIBA, Senator Aceh Fadhil Perjuangkan Beasiswa ke Timur Tengah
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Lewat PUSIBA, Senator Aceh Fadhil Perjuangkan Beasiswa ke Timur Tengah

Selasa, 11 Februari 2020



JAKARTA, PARASRIAU.COM - SDM Unggul Indonesia Maju merupakan komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia. Namun upaya membangun SDM unggul ini belum optimal, apalagi pembangunan SDM sarjana agama. Hal ini disampaikan oleh DPD RI asal Aceh, Fadhil –panggilan akrab M Fadhil Rahmi, Lc.– dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Mentri Agama RI tentang Progam Kerja Kementrian Agama dan Persiapan Penyelenggaran ibadah Haji tahun 2020, Senin (10/2) di Ruang Rapat Komite III.

Dalam Rapat Kerja Komite III itu, Bang Fadhil meminta kelanjutan pembangunan Asrama Haji Banda Aceh setelah mangkrak dari tahun 2013. Menurutnya, asrama haji saat ini semakin besar fungsinya, selain sebagai tempat transit penginapan, asrama haji juga menjadi tempat untuk mengurus banyak hal terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji, seperti pemeriksaan akhir kesehatan, pamantapan manasik haji, pemeriksaan imigrasi, dan lain sebagainya.


“Asrama Haji Banda Aceh, harus segera terwujud. Sebab, saat ini fungsinya semakin besar.” Kata alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Kemudian Bang Fadhil meminta kepada Menag untuk rasionalisasi kuota haji untuk Aceh (kuota khusus). Alasan dia, selain Aceh sebagai Daerah Khusus dan Istimewa, juga daftar tunggu lumayan lama 28 tahun.

“Daftar tunggu kita di Aceh, cukup lama, 28 tahun. Oleh sebab itu, kita meminta, untuk Aceh ada quota khusus.” Pinta Bang Fadhil.

Masih berhubungan dengan masalah haji, Bang Fadhil, menyampaikan agar mencari solusi bagi kemudahan prosedural untuk menunaikan ibadah haji kepada para mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya mahasiswa di Timur Tengah.

Adapun masalah deradikalisasi, kata Bang Fadhil, sebenarnya ini sudah dilakukan oleh para alumni Al-Azhar Mesir di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia.

Salah satu lembaga di bawah OIAA cabang Indonesia adalah Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA). Lewat PUSIBA ini, kata Bang Fadhil, masalah radikalisme dan intoleran terselesaikan, sebab PUSIBA bukan hanya sekedar pembinaan bahasa saja, melainkan ada penguatan moderasi Islam dan wawasan kebangsaan.

Itu semua dilakukan, dalam rangka penguatan SDM unggul. Bang Fadhil menilai, peningkatan kualitas SDM sarjana agama, khususnya ke Timur Tengah, belum mendapatkan perhatian secara serius. Oleh sebab itu, dia meminta agar ada kuota beasiswa khusus untuk S1 agama ke Timur Tengah dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan PUSIBA menjadi salah satu rekrutmen untuk mendapatkan beasiswa yang dibiayai negara.

“Saya mohon diperjuangkan alokasi kuota beasiswa khusus untuk sarjana agama ke Timur Tengah dari LPDP dan ini bisa bekerjasama dengan PUSIBA.” Pinta Bang Fadhil. pr2

dilansir: wasathiyyah.com