Kampanyekan Cinta, Bangga, Paham Rupiah , BI : Rupiah Simbol Kedaulatan dan Pemersatu Bangsa
Cari Berita

Advertisement

Kampanyekan Cinta, Bangga, Paham Rupiah , BI : Rupiah Simbol Kedaulatan dan Pemersatu Bangsa

Senin, 01 September 2025

 

Edukasi dan sosialisasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah oleh BI Riau kepada media, Sabtu (30/8) di Kampar


KAMPAR, PARASRIAU.COM - Bank Indonesia terus berupaya menanamkan rasa cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah di kalangan masyarakat, karena rupiah selain sebagai alat tukar juga merupakan simbol dari kedaulatan negara dan juga sebagai alat pemersatu bangsa. 


Hal ini disampaikan oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Riau, melalui Administrator Perkasan BI Riau, Hendra saat kegiatan  Sosialisasi kepada Insan Media yang digelar dalam acara Media Gathering, Sabtu (30/8) di Kampar. 


Dikatakannya, “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” merupakan upaya Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap peran penting mata uang rupiah. Kampanye ini bukan sekadar mengingatkan cara mengenali keaslian uang, tetapi juga menekankan rupiah sebagai simbol kedaulatan, pemersatu bangsa, hingga penggerak roda perekonomian nasional. 



“Sebelumnya kita masyararakat Indonesia, familiar dengan istilah “3D yakni Dilihat, Diraba, Diterawang”. Nah, kali ini BI melihat pendekatan ini terlalu sempit karena rupiah tidak hanya sekedar selembar uang kertas, melainkan memiliki banyak fungsi strategis,” kata Hendra.


Seiring dengan perkembangan teknologi, rupiah kini hadir dalam bentuk digital seperti dompet digital (GoPay, OVO, DANA), uang elektronik (E-Money, Flazz, TapCash), mobile banking, kartu kredit, hingga QRIS. Ke depan, BI bahkan menyiapkan Central Bank Digital Currency (CBDC) sebagai inovasi pembayaran modern.


Oleh sebab itu, kata Hendra, penggunaan rupiah dari Sabang sampai Merauke membuktikan bahwa mata uang ini menjadi alat pemersatu bangsa. Misalnya, di kasus sengketa Sipadan-Ligitan menunjukkan bagaimana rupiah memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan.


“Desain rupiah yang memuat pahlawan nasional, kekayaan budaya, dan keindahan alam juga memperkuat identitas Indonesia,” ungkapnya.


Sesuai dengan fungsinya tersebut, rupiah juga sebagai penggerak perekonomian bangsa Indonesia. Seperti dana yang ditabung atau diinvestasikan dalam bentuk rupiah membantu pemerintah dan pengusaha memperoleh modal, sehingga roda ekonomi terus berputar.


BI merumuskan tiga pilar utama dalam kampanye ini, yakni, Cinta Rupiah: mengenali keaslian uang, memperlakukannya dengan baik, serta waspada terhadap uang palsu; Bangga Rupiah: memahami rupiah sebagai simbol kedaulatan dan alat pemersatu bangsa; dan Paham Rupiah: meningkatkan literasi keuangan, bijak berbelanja, mendukung produk lokal, berhemat, serta berinvestasi untuk masa depan.



Hendra menekankan betapa pentingnya bijak dalam bertransaksi agar inflasi tetap terkendali. BI mendorong masyarakat untuk belanja sesuai kebutuhan, mendukung produk dalam negeri, dan bertransaksi digital dengan aman.


“Dengan begitu, rupiah tetap stabil dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (nie)