TEMBILAHAN, PARASRIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus
memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Hal tersebut diwujudkan melalui Rapat Rencana Kerja Pencegahan dan Percepatan
Penurunan Stunting Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2026 yang digelar di Aula
Bapperida Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (23/01/2026).
Rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Indragiri Hilir,
Yuliantini, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Pelaksana Tim Pencegahan dan Percepatan
Penurunan Stunting (PPPS) Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini dihadiri
Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti Herman, S.Km.,
M.Kes., Kepala Bapperida, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana, para camat dan Ketua TP PKK Kecamatan se-Inhil, serta
Kepala Puskesmas dan Kepala Desa/Lurah yang mengikuti rapat secara daring
melalui Zoom Meeting.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam rapat tersebut, di
antaranya evaluasi capaian indikator stunting tahun 2025, penyusunan rencana
kerja Tim PPPS Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2026, persiapan teknis
pelaksanaan Pramusrenbang Tematik Stunting Tahun 2026, serta penguatan peran TP
PKK dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti
Herman, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani
permasalahan stunting. Menurutnya, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan
dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini,
mengungkapkan bahwa berdasarkan data, jumlah kasus stunting di Kabupaten
Indragiri Hilir menunjukkan tren penurunan dari 625 kasus pada Desember 2024
menjadi 515 kasus pada Desember 2025. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa
upaya percepatan harus terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Kita harus tetap bekerja dan terus berbuat. Dengan pelaksanaan tugas yang maksimal dan terkoordinasi, hasil penurunan stunting akan semakin nyata,” tegasnya. (Galery Foto)





