Diikuti 300 Mahasiswa, Rektor Unilak Dukung Program Literasi Digital Sektor Pendidikan Bagi Gen Z
Cari Berita

Advertisement

Diikuti 300 Mahasiswa, Rektor Unilak Dukung Program Literasi Digital Sektor Pendidikan Bagi Gen Z

Selasa, 23 April 2024

Rektor Unilak Riau, Prof Dr Junaidi memberikan dukungan untuk program literasi digital sektor pendidikan bagi mahasiswa (genZ). ist


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau, Prof Dr Junaidi memberikan dukungan untuk program literasi digital sektor pendidikan bagi mahasiswa (Gen Z).


Dukungan ini disampaikan Rektor saat membuka kegiatan Roadshow Literasi Digital Sektor Pendidikan dengan tema 'Membangun Jejak Digital yang Positif; Literasi Digital untuk Generasi Masa Depan' yang diadakan oleh Kominfo, Pemerintah Provinsi Riau, relawan digital Riau dan Unilak di aula Pustaka, Selasa (23/04/2024).


Kegiatan literasi digital ini diikuti sebanyak 300 mahasiswa dari berbagai fakultas di Unilak dan mahasiswa undangan dari beberapa kampus di Riau. 


Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE MM, Kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Mimi Yuliani Nazir, Bambang Tri Ketua Tim Literasi Sektor Pendidikan Kementerian Kominfo dengan narasumber Fajar Eri Dianto, Wahyu Ari Sandi dan Alfi Syafaati.


Prof Junaidi dalam sambutannya mendukung program literasi digital pada generasi muda. Termasuk mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Apalagi saat ini zaman sudah dipengaruhi dan ditentukan dunia digital. Jutaan informasi tersaji dan dapat diakses dengan mudah di telepon seluler.


"Anak-anak yang lahir di tahun 2000-an lahir ketika perkembangan teknologi digital semakin pesat. Ada informasi yang bermanfaat, juga ribuan informasi bohong/hoax juga tersaji sehingga kita perlu menyadari agar tdak menjadi korban dunia digital, sehingga perlu bersahabat dengan perkembangan digital. Yang positif perlu kita ambil manfaatnya. Saat ini jangan sampai media sosial yang mengendalikan kita. Tapi kita yang harus mengendalikan diri. Hati hati, jangan setiap hal hal yang negatif di posting di media sosial. Dikit-dikit di upload. Maka itu akan menjadi jejak digital diri. Saat ini banyak perusahaan dalam melakukan rekruetmen telah melihat media sosial. Perilaku bermedia sosial, maka isi jejak digital dengan hal-hal positif. Saat ini media sosial bisa menjadi representasi diri pada hari ini. Maka saya berpesan pentingya prinsip saring sebelum sharing," tutur Prof Junaidi.


Pada kesempatan itu, Prof Junadi turut memberikan tips bijak dan beretika dalam dunia digital. Di antaranya bijaksana dalam meneruskan informasi yang diterima. Jangan asal menyebarkan. 


"Gunakan bahasa sopan dan hindari kata multitafsir. Hindari penyebaran informasi sensitif. Di antaranya isu sara, pornografi, kekerasan. Pentingnya menghargai hasil karya orang lain serta meminimalisir penyebaran informasi pribadi," paparnya.


Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama satu hari dan diisi dengan diskusi dan tanya jawab dari mahasiswa ke narasumber. (*/pr2)