Jelang Idul Fitri 1447 H, BI Riau Siapkan Rp4,7 T Penuhi Kebutuhan Uang Baru
Cari Berita

Advertisement

Jelang Idul Fitri 1447 H, BI Riau Siapkan Rp4,7 T Penuhi Kebutuhan Uang Baru

Selasa, 10 Maret 2026

Jelang Idul Fitri 1447 H, BI Riau Siapkan Rp4,7 T Penuhi Kebutuhan Uang Baru


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau  menyiapkan sebesar Rp4,7 T memenuhi kebutuhan rupiah jelang hari raya Idul Fitri 1447 H. Ketersediaan layanan penukaran uang baru tersebut dikemas dalam Layanan Terpadu Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026. 


Layanan penukaran ini dibuka secara resmi di halaman kantor BI Riau, Pekanbaru, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (12/3) dimana sebelumnya juga telah dibuka sejak 13 Februari 2026.


Dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, mengatakan layanan terpadu tersebut merupakan bentuk sinergi antara BI dengan perbankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang layak edar menjelang Idulfitri.


"Layanan terpadu ini merupakan sinergi antara KPw BI Riau dengan 10 perbankan yang membuka total 11 loket penukaran. Setiap hari disediakan kapasitas sekitar 1.000 paket penukaran bagi masyarakat," ujar Panji, Selasa (10/3/2026).


Ia menjelaskan, selain layanan terpadu, BI Riau juga telah melaksanakan sejumlah layanan penukaran uang lainnya dalam rangkaian SERAMBI 2026.


Salah satunya melalui layanan ritel atau kas keliling yang digelar pada 18 Februari hingga 5 Maret 2026 di 25 titik layanan hasil sinergi BI dengan perbankan. Pada layanan ini tersedia sekitar 300 paket penukaran di setiap titik.


Kemudian terdapat layanan perbankan yang berlangsung pada 2 hingga 6 Maret 2026 di 40 kantor perbankan di Kota Pekanbaru dan 40 kantor perbankan di luar Kota Pekanbaru, dengan kapasitas 100 paket penukaran setiap harinya.


"Melalui berbagai layanan tersebut, BI bersama perbankan berupaya memastikan kebutuhan uang pecahan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik," jelasnya.


Pada layanan terpadu SERAMBI 2026 ini, masyarakat juga dapat menikmati berbagai kegiatan lainnya seperti edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP), pasar murah, bazar UMKM, hingga layanan Perpustakaan Bank Indonesia.


Dalam program ini, masyarakat dapat menukarkan uang Rupiah dengan nominal maksimal Rp5.300.000 per orang dengan rincian pecahan yakni Rp50.000 sebanyak 50 lembar, Rp20.000 sebanyak 50 lembar, Rp10.000 sebanyak 100 lembar, Rp5.000 sebanyak 100 lembar, Rp2.000 sebanyak 100 lembar, dan Rp1.000 sebanyak 100 lembar.


Panji menambahkan, secara keseluruhan KPw BI Provinsi Riau memperkirakan kebutuhan uang tunai selama SERAMBI 2026 mencapai Rp4,27 triliun, meningkat sekitar 8,4 persen dibandingkan realisasi SERAMBI tahun 2025 sebesar Rp3,94 triliun.


"Penyediaan uang ini merupakan bagian dari tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral yang memiliki peran sebagai otoritas moneter sekaligus otoritas sistem pembayaran," ungkapnya.


Sebagai otoritas sistem pembayaran, BI memberikan layanan penukaran uang kepada masyarakat dengan berbagai pecahan mulai dari Rp100.000 hingga Rp1.000 agar masyarakat memperoleh uang layak edar untuk kebutuhan transaksi selama Ramadan dan Idulfitri.


Untuk melakukan penukaran, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR di laman pintar.bi.go.id.


Panji menjelaskan, sistem pendaftaran melalui aplikasi tersebut diterapkan untuk menghindari antrean panjang serta memastikan layanan berlangsung tertib dan transparan.


"Bank Indonesia tidak melayani pendaftaran penukaran uang secara langsung di lokasi. Masyarakat yang telah mendaftar di aplikasi PINTAR dapat datang sesuai jadwal yang dipilih dengan membawa bukti pendaftaran dan KTP," katanya.


BI juga mengimbau masyarakat agar tertib mengikuti prosedur penukaran serta tidak perlu khawatir terkait ketersediaan uang.


"Kami telah menyiapkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat di wilayah Riau," tutupnya.


Sementara itu Asisten II Setdaprov Riau Helmi D yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia karena telah memfasilitasi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan dengan harga murah.


Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi ini dinilai positif karena tidak hanya memberikan layanan penukaran uang, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan keuangan bagi masyarakat.

" Diharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan semangat yang lebih besar," pungkasnya. (nie)