Penanggap Pertama di APPSI, Gubri Perjuangkan Nasib THL dan Peningkatan Layanan Kesehatan
Cari Berita

Advertisement


Penanggap Pertama di APPSI, Gubri Perjuangkan Nasib THL dan Peningkatan Layanan Kesehatan

Selasa, 10 Mei 2022



BALI, PARASRIAU.COM - Di hari pertama pembahasan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Selasa (10/05/22) Gubernur Riau H. Syamsuar mendapat kesempatan pertama dalam mengemukakan pendapatnya.


Hal pertama yang disampaikan oleh Gubernur Riau adalah memperjuangkan masa depan tenaga honorer yang diisukan akan dihapuskan untuk penyederhanaan birokrasi. “Ada keresahan saya terhadap nasib staf kita yang masih berstatus THL/Honorer, ketika dihapuskan atau dirumahkan tidak bisa saya bayangkan anak istrinya makan apa di rumah, sementara yang lebih rajin bekerja adalah mereka staf kita yang honorer,” tanya H. Syamsuar kepada Komite Aparatur Sipil Negara yang menjadi narasumber di sesi pertama Rakernas


Lebih lanjut H. Syamsuar menyebutkan nantinya bila diadakan tes pengangkatan agar diberikan keringanan bagi THL/honorer yang sudah lama mengabdi. Apalagi bagi guru dan tenaga kesehatan yang akan menganggu dalam peningkatan kualitas SDM dan pelayanan kesehatan.


“Selanjutnya, bila nanti ada pengangkatan pegawai dan diberlakukan tes bagi tenaga honorer agar diberikan kemudahan,” sambung H Syamsuar.


Keluhan Gubernur Riau ini disambut senada oleh Kepala Daerah lainnya yang tidak menginginkan tenaga honorer dihapus.


Poin kedua yang disampaikan oleh H. Syamsuar adalah kesempatan posisi Direktur Rumah Sakit yang bisa diisi oleh pihak Swasta, karena sudah dibuka asesmen belum ada yang mengisi jabatan Rumah Sakit Jiwa Tampan dikarenakan regulasi.


“Riau berdekatan dengan Malaysia, banyak masyarakat kita lebih memilih berobat ke negeri jiran, maka dari itu menjadi perhatian kita bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dalam negeri, tetapi kita mempunyai kendala dalam pengisian jabatan dikarenakan regulasi yang mewajibkan Direktur Rumah Sakit harus memiliki sertifikat Diklat PIM, oleh karena itu ASN dengan disiplin pendidikan kedokteran kurang minatnya dalam mengisi jabatan direktur. Semoga regulasi ke depan, dokter swasta juga bisa mengisi direktur rumah sakit daerah,” jelas H. Syamsuar yang langsung ditimpali oleh Gubernur DKI yang menjadi pimpinan rapat di Rakernas tersebut.


Gubernur Riau meyakini dokter-dokter sudah memiliki kompetensi sesuai keahliannya, tanpa harus melalui Diklatpim dahulu.


Anies Baswedan turut menyampaikan rumah sakit yang berbatasan langsung dengan negara tetangga mempunyai urgensi, dan perlu ditanggapi langsung oleh KASN dan Kementerian terkait.


“Saya sependapat dengan Bapak Gubernur Riau, pelayanan kesehatan di provinsi yang bertetangga menjadi urgensi tersendiri, mungkin KASN bisa menentukan waktu yang dibutuhkan segera mungkin untuk mengatur kembali regulasinya,” kata Anies Baswedan


Acara Rakernas yang mengusung tema "Meningkatkan Peran Pemerintah Daerah Provinsi untuk Kesinambungan Pembangunan” tersebut dipusatkan di Discovery Kartika Plaza Hotel, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. (*)


Editor: M Ikhwan