Sandiaga Uno Ajak Mahasiswa UMRI Berwirausaha
Cari Berita

Advertisement


Sandiaga Uno Ajak Mahasiswa UMRI Berwirausaha

Senin, 30 Agustus 2021


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar pelatihan softskill dan peningkatan mutu akademik bagi mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Senin (30/8/2021). Acara yang digelar di Hotel Labersa ini menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahudin Uno sebagai pemateri.


Dalam materi yang disampaikan secara virtual, Sandiaga menyampaikan bahwa 95 persen produk kreatif di Indonesia dihasilkan dari pulau Jawa. Sementara, di Riau angkanya hanya 0,6 persen. Karena itu, Sandiaga mendorong pelaku ekonomi kreatif Riau untuk ikut menunjukkan diri.


Menurut dia, pandemi bukan penghalang untuk melahirkan produk ekonomi kreatif. Justru, ekonomi kreatif dapat meningkatkan UMKM di daerah. UMRI, tambahnya bisa berperan dengan ikut melakukan transformasi digital, meningkatkan mutu produk pelaku usaha dan lain- lain.


Wirausahawan muda menurutnya bisa membangun peluang dengan membuat brand dan meningkatkan nilai. Di tahun 2030, Indonesia memasuki bonus demografi. Artinya, usia produktif di Indonesia akan semakin banyak. Ini menurutnya menjadi peluang yang harus diambil oleh generasi muda.


"Saya harapkan tahun 2025, lulusan UMRI bisa menjadi salah satu pengusaha muda yang masuk dalam daftar Forbes Under 30," tutur menteri yang lahir di Rumbai, Pekanbaru ini.


Hal ini dapat dilakukan jika mahasiswa UMRI ikut berperan dalam meningkatkan dunia pariwisata dan ekonomi kreatif. Terutama produk-produk pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Riau.


Hal itu dapat dilakukan lewat aksi 3G. Yaitu Gercep, Geber dan Gaspol. "Harus bergerak cepat. Tidak boleh bergerak lambat. Kemudian harus bergerak bersama. Tidak boleh sendiri- sendiri tapi mesti mengajak dan merangkul pihak lain. Kemudian, garap semua hal agar bisa menjadi sukses," tuturnya di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir langsung maupun secara virtual.


Sementara itu, Ketua Pelaksana, dr Taswin Yacob menjelaskan bahwa tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan akademik dan non akademik mahasiswa penerima beasiswa Pemprov Riau. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan seperti pelatihan TOEFL untuk mahasiswa secara online.


Kemudian ada kegiatan pelatihan tentang bisnis dan kewirausahaan yang digelar 30 sampai 31 Agustus yang diikuti 95 orang mahasiswa semester 6. Selain Menteri Sandiaga Uno, juga hadir Muhamad Ridwan dari Kadin Riau.


Ada juga Irianata Karisma, SE, MM yang merupakan entrepreneur dan banker, juga Shiella Priscilla yang merupakan Founder MeetUp Coworking Space.


Kemudian, ada kegiatan interpersonal skill dan writing yang diikuti mahasiswa semester 4 UMRI. Narasumbernya adalah Sherly Annavita Rahmi, kemudian Suherman, S.Si, M.Sc., Ph.D yang akan memberi materi writing skill, Asma Nadia dan Pimpinan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.


Ada juga pelatihan perencanaan karir, menghadapi wawancara dan tes TPA yang diikuti 102 mahasiswa semester 6 dan 8 yang menghadirkan Dr Ir Zulfan, MM (EMP Bentu Limited), Dwi Jatmiko Prayitno (Kabag SDM PTPN V), Dr Sigit Nugroho (Ketua HIMPSI Riau).


Kegiatan kelima, tambah Taswin adalah workshop pendidikan lanjut yang akan diikuti 102 mahasiswa semester 6 dan 8. Kegiatan ini menghadirkan narasumber, yaitu, Ns. Stephani Dwi Guna, M.Nurse, Robby Kurniawan, Meyla Suhendra dan Abdul Hadi.


Kemudian ada juga seminar menentukan passion dan tes minat bakat untuk 390 orang. Pelaksanaan digelar offline dan online yang menghadirkan narasumber Arie Nand Jaya, S.Psi., M.Psi, Wirda Mansur, Sri Fitria Retnawaty dan Dr. Santoso, SS.


Lalu Quantum Learning yang dilaksanakan offline untuk 85 orang dengan menghadirkan pakar quantum learning, Tukardi ST. Kemudian akan ada field trip. "Total peserta dalam softskill adalah 482 orang penerima beasiswa Pemprov Riau," tutur Wakil Rektor III UMRI ini.


Rektor UMRI, DR Mubarak M.Si berterimakasih kepada Pemprov yang dalam 6 tahun terakhir tak pernah putus memberikan beasiswa kepada mahasiswa UMRI. Menurut dia, selama ini, mahasiswa penerima beasiswa di UMRI memang memiliki kemampuan yang lebih baik daripada mahasiswa yang lain.


"Hal itu karena mereka sadar dan merasa bertanggungjawab harus mampu berprestasi setelah menerima beasiswa dari Pemprov Riau," kata pimpinan universitas di bawah Persyarikatan Muhammadiyah ini.


Menurut dia, dari beasiswa itu ada bagian untuk pengembangan softskill. Karena itulah, UMRI memberi materi yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan softskill-nya. "Sejauh sepengetahuan kami, program begini sangat membantu mahasiswa penerimanya," tutur Rektor.


Sementara, terkait menghadirkan menteri, Rektor beralasan karena Sandiaga Uno orang Riau. Dia berharap, mahasiswa terdorong menyadari bahwa orang Riau juga bisa berkiprah di tingkat nasional. "Ini jadi salah satu alasan kenapa kami mengundang pak Sandiaga Uno selain memang kiprahnya di dunia bisnis juga sudah sangat teruji," katanya.


Sementara kepada penerima beasiswa, Rektor menyampaikan bahwa tidak semua mahasiswa berpeluang mendapat beasiswa. Menurut dia, kemampuan akademik dapat didapat di bangku kuliah. Namun, persaingan tidak hanya ditentukan oleh nilai IPK. Tapi juga harus didukung oleh softskill yang dimiliki mahasiswa.


"Softskill itu dapat diterima lewat kegiatan seperti ini. Tapi itupun harus terus dilatih. Tidak bisa hanya puas dengan pelatihan yang diterima dalam waktu beberapa jam ini saja, kata Mubarak. Dia mencontohkan, keterampilan bicara yang harus dilatih terus menerus.


Menurut Rektor, dunia ini penuh dengan ketidakmenentuan. "Kita tidak tahu akan ada Covid-19 yang mengharuskan orang harus bertindak secara drastis," katanya. Perkuliahan yang biasanya tatap muka kini harus secara online. Di sinilah dibutuhkan kemampuan yang lebih dari biasanya.


Hal lain yang perlu dipikirkan adalah keinginan dan kemampuan untuk belajar. Menurutnya, belajar juga harus dilatih dan dibiasakan. Selagi kuliah, mahasiswa harus terus belajar. Baik melalui perpustakaan maupun lewat materi yang disampaikan dosen.


Rektor juga menyatakan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan. Karena ruang untuk berbisnis terbuka lebar. Kemudian, hal yang tak kalah penting adalah etika dan moral. Karena ini sangat berkaitan erat dengan profesionalisme orang. "Ini akan terlihat pentingnya ketika di dunia kerja nanti," tutur Rektor.


Semua softskill ini hanya bisa dibangun oleh diri sendiri. Untuk itu, perlu dilatih terus menerus dan dibangun dengan ikhlas.


Kepada seluruh peserta, Rektor juga berpesan agar tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) selama dalam gedung pertemuan maupun di luar. Rektor juga meminta peserta agar tidak berkerumun. Apalagi, saat ini pemerintah masih berupaya menurunkan angka kasus Covid-19.


Sementara, Kepala Biro Kesra Pemprov Riau, Zulkifli Syukur dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemprov Riau menyambut baik pelatihan softskill. Karena ini bentuk upaya menghadirkan kader mahasiswa yang memiliki potensi dan keterampilan yang membanggakan.


Menurut dia, Pemprov memprogramkan beasiswa untuk memberi akses kepada masyarakat Riau meraih pendidikan yang lebih tinggi. Pemprov, tambahnya, memberi beasiswa dengan 3 pola. Yaitu, beasiswa sosial pendidikan anak tidak mampu. Ada 76 perguruan tinggi negeri dan swasta di Riau yang jadi sasaran dengan jumlah 2.600 mahasiswa.


"Insya Allah tahun depan kita naikkan penerimanya menjadi 3.000 orang. Sehingga akan lebih banyak yang mendapat porsi beasiswa tersebut," kata Zulkifli. Dia mengakui, program ini sebagai pancingan kepada anak dari keluarga kurang mampu untuk mau berkuliah.


Kedua yaitu beasiswa bidik misi yang ditujukan kepada 6 perguruan tinggi di Riau. Termasuk UMRI. Beasiswa ini memang untuk mahasiswa tidak mampu. Kemudian ada program beasiswa prestasi untuk mahasiswa S1, S2 dan S3.


Beasiswa ini diberikan untuk mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemprov Riau. Jika ada mahasiswa Riau berprestasi di perguruan tinggi itu, mereka berpeluang menerima beasiswa. Karena beasiswa ini memang lebih mengacu pada kualitas si mahasiswa.


Diakui Zulkifli, program beasiswa ini tidak populer. Tidak seperti membangun fisik. Tapi, program beasiswa ini baru diketahui hasilnya dalam beberapa tahun ke depan setelah mahasiswa penerima beasiswa sudah berkiprah di tengah masyarakat.


Berbagai informasi terkait kampus UMRI juga dapat diakses lewat website http://www.umri.ac.id. pr1


Editor: M Ikhwan