Rincian Obat Gratis yang Disebar Jokowi untuk Pasien Isoman
Cari Berita

Advertisement


Rincian Obat Gratis yang Disebar Jokowi untuk Pasien Isoman

Jumat, 16 Juli 2021

Ilustrasi/Foto


JAKARTA, PARASRIAU.COM - Pemerintah saat ini terus berupaya meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Cara yang ditempuh salah satunya adalah memberikan vitamin dan obat gratis untuk pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).


Presiden Jokowi mengatakan, paket obat tersebut disebar ke wilayah yang berisiko. Jumlah obat yang disebar sebanyak 300 ribu paket obat untuk wilayah Jawa dan Bali. Kemudian, akan dilanjutkan 300 ribu paket obat ke wilayah luar Jawa.


"Untuk tahap sekarang ini yang akan dibagikan 300.000 paket, untuk yang melakukan isolasi mandiri di pulau Jawa dan Bali. Kemudian akan dilanjutkan 300.000 paket lagi untuk yang di luar Jawa," ujar Jokowi dalam konferensi pers, Kamis (15/7/2021).


Jokowi membeberkan ada 3 jenis obat isolasi mandiri yang dibagikan untuk 7 hari. Paket pertama berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif namun tanpa gejala atau OTG.


Paket kedua berisi vitamin dan obat untuk warga yang PCR-nya positif, demam dan kehilangan penciuman. Paket ini harus disertai pendampingan dari dokter. Paket ketiga berisi vitamin dan obat untuk PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. Paket ini juga membutuhkan pendampingan dokter.


"Ketiga paket obat isoman ini tidak diperjualbelikan. Pasokannya disiapkan oleh Menteri BUMN, yang diproduksi oleh BUMN farmasi dan kemudian pendistribusiannya ini nanti dikoordinasikan oleh Panglima TNI yang nanti tentu saja akan berkoordinasi dengan pemda sampai pemerintah desa maupun melibatkan Puskesmas, babinsa, pengurus RT/RW," ujarnya seperti dilansir detik.com.


Begini Cara Dapatnya


Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan, Presiden Jokowi telah memerintahkan TNI untuk mendistribusikan paket obat-obatan tersebut kepada masyarakat di wilayah Jawa dan Bali. Presiden meminta TNI memastikan obat-obatan tersebut sampai kepada tangan masyarakat yang membutuhkan.


"300 ribu paket obat-obatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang melaksanakan isoman, baik OTG (orang tanpa gejala) maupun ODG (orang dengan gejala) ringan. Tentunya dalam pendistribusian 300 ribu paket tahap pertama ini, para babinsa akan didampingi oleh petugas dari Puskesmas maupun bidan-bidan desa di wilayah tersebut," kata Hadi.


Jajaran tim kesehatan kodam, termasuk kodim, koramil, dan babinsa, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan dan jajaran kepolisian dalam pendistribusian obat gratis ini. "Harapan kita, kolaborasi antar-institusi ini akan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan isolasi mandiri," ujarnya.


Lantas, bagaimana syarat mendapatkan paket obat gratis dari pemerintah ini? Hadi menjelaskan, Puskesmas atau bidan desa akan melakukan pendataan secara detail sehingga nantinya obat gratis tersebut tepat sasaran.


Tentunya pendataan itu dan pendistribusiannya nanti akan diawasi oleh pihak kesehatan kodam, kodim, dan koramil serta para babinsa. Dalam pendistribusiannya, pihak Puskesmas atau bidan desa juga akan mendampingi.


"Pembagiannya akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Puskesmas dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh Puskesmas, di antaranya hasil swab, dan memang masyarakat harus melaksanakan isolasi mandiri," ujarnya.


Sedangkan penyimpanan paket obat gratis dari pemerintah ini akan ditempatkan di kodim setempat. Ini dilakukan agar ada pengawasan, pendataan, atau pencatatan keluar-masuk obat.


"Saya imbau kepada masyarakat yang ada di desa, RT-RW, apabila ingin mendapatkan obat tersebut, silakan langsung menyampaikan kepada bidan desa, kemudian petugas-petugas Puskesmas. Setelah datanya ada, babinsa akan memberikan paket obat tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan dan akan diantar dengan pendampingan bidan desa maupun petugas-petugas Puskesmas," tutup Hadi. pr2


Editor: M Ikhwan