Juli, Komisi III DPRD Pekanbaru Dukung Pelaksanaan STM
Cari Berita

Advertisement


Juli, Komisi III DPRD Pekanbaru Dukung Pelaksanaan STM

Selasa, 29 Juni 2021

Ilustrasi.int

PEKANBARU, PARASRIAU.COM -Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru mendukung pelaksanaan Sekolah Tatatp Muka (STM) dilaksanakan pada Juli mendatang.


Hal itu diutarakan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Jepta Sitohang, Selasa (29/6). Ungkpannya itu terbalik dengan Guberner Riau yang meminta Bupati/Walikota se Riau untuk tidak melaksanakan sekolah 


"Menurut saya, sebaiknya kita laksanakan saja sekolah tatap muka itu sesuai dengan Mendikbudristek Nadiem. Ini perlu kita sikapi, sudah setahun lebih anak-anak naik kelas tanpa mengenal kelas dan juga teman-temannya, bahkan juga dengan gurunya," ujar Jepta.


Menurutnya, mempersembahkan pembelajaran karakter terhadap anak-anak harus dilakukan dengan pembelajaran tatap muka dan tak hanya bisa belajar secara online. Hal ini dinilai sebagai faktor pendorong agar sekolah tatap muka bisa diberlakukan 


"Kalau mungkin ada penyebaran covid-19 diantara anak didik, boleh-boleh saja diubah lagi dan diberhentikan tatap muka itu kemudian diganti secara online kembali," ujarnya.


Selain itu, keluhan yang dialami orang tua siswa dalam penerapan sistem belajar online menjadi salah satu faktor pemicu agar sekolah tatap muka kembali diberlakukan. Pasalnya, belajar online justru menambah beban biaya kuota data yang digunakan untuk belajar dan harus menggunakan ponsel pintar menjadi tantangan bagi orang tua agar ditengah morat-maritnya ekonomi akibat pandemi covid19. 


"Para orang tua sangat banyak yang menjadi guru di rumah, tingkat stres dan emosinya tinggi, akhirnya anak-anak juga meningkatkan stres di rumah belajarnya. Jadi mereka menuntut betul belajar tatap muka bersama teman-teman di lingkungan sekolah," ungkap Jepta.


Politisi Demokrat ini juga meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk memaksimalkan vaksinasi terhadap tenaga pendidik sebelum penerapan tatap muka.


"Seluruh karyawan yang ada disekolah juga ikut divaksin. Kemudian protokol kesehatan juga diperketat,"tutupnya. ***