Bersih-bersih Paham Radikalisme dan Intoleran, Kemenag Riau Gandeng Seluruh Ormas Keagamaan
Cari Berita

Advertisement


Bersih-bersih Paham Radikalisme dan Intoleran, Kemenag Riau Gandeng Seluruh Ormas Keagamaan

Minggu, 06 Juni 2021

Kepala Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat jumpa pers di Pekanbaru, Minggu (06/06/2021).


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Dalam rangka melaksanakan dan merealisasikan program bersih-bersih paham radikalisme dan Intoleran di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN dan tokoh agama di lingkungan Kanwil Kemenag Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau sangat mendukung program besar yang tengah dijalankan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.


Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr H Mahyudin MA saat jumpa pers di Pekanbaru, Ahad (6/6/2021).


"Kita di Kanwil Kemenag Riau sangat serius dalam melakukan bersih-bersih paham radikalisme dan paham Intoleran, baik itu bagi ASN Kemenag, tokoh agama, pemuda dan masyarakat," ujar Mahyudin.


Namun, lanjutnya, program moderasi beragama tersebut tidak akan terwujud tanpa bantuan dari semua elemen masyarakat, termasuk ormas keagamaan dan pemuda. Oleh sebab itu, Kemenag Riau saat ini menggandeng Nahdlatul Ulama dan PW Gerakan Pemuda Ansor Riau.


"Baru-baru ini, kita di Kemenag Riau bersinergi dengan GP Ansor Riau menggelar acara Merah Putih Talk Sesi 2 dengan pembahasan bersih-bersih paham radikalisme dan intoleran dengan menghadirkan Kapolda Riau, Ketua GP Ansor, staf khusus Menteri Agama dan Kakanwil Kemenag Riau," ujarnya.


Tak hanya itu, tambahnya, Kemenag juga menggelar Dialog Indonesia Rukun dengan tokoh agama dan pemuda yang ditaja Kemenag Pekanbaru. Tak hanya di Pekanbaru, acara serupa juga digelar di Kepulauan Meranti dan Kabupaten Kampar.


Ke depan, lanjut Mahyudin, pihaknya tak hanya menggandeng NU dan GP Ansor dalam menyukseskan program moderasi beragama tersebut. Namun akan berkolaborasi dengan ormas-ormas lain, baik itu Muhammadiyah, Alwasliyah, Walubi atau PGI.


Mahyudin juga menyebutkan bahwa tak hanya ASN dan non ASN di lingkungan Kemenag yang menjadi sasaran bebas paham radikalisme dan intoleran. Pihaknya akan masuk ke ke pesantren-pesantren dan sekolah di bawah naungan Kemenag.


"Jika terbukti ada ditemukan ASN, non ASN atau guru yang berpotensi berpaham radikalisme dan intoleran, tentu akan kita bina secara khusus dan akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.


Untuk itu, harapannya ke depan, dengan adanya kegiatan dan komitmen seperti ini, bisa lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak yang ditimbulkan oleh paham radikalisme dan intoleran. Dan ini juga bertujuan untuk menyelamatkan keutuhan NKRI. "Karena NKRI harga mati," tutupnya. pr2


Editor: M Ikhwan