Pertama di Indonesia, Pemko Luncurkan 5 Bus Vaksinasi Keliling Menjangkau Hingga Pemukiman Warga
Cari Berita

Advertisement


Pertama di Indonesia, Pemko Luncurkan 5 Bus Vaksinasi Keliling Menjangkau Hingga Pemukiman Warga

Senin, 31 Mei 2021


WALIKOTA Pekanbaru, H Firdaus MT didampingi Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi saat melakukan pelepasan operasional lima bus vaksin keliling di halaman kantor Mal Pelayanan Publik (MPP), Kota Pekanbaru. ist



PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Untuk pertama kalinya di Provinsi Riau dan Indonesia pada umumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meluncurkan lima unit bus vaksinasi keliling di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (27/5) lalu. Bus unit Lima  tersebut akan menjangkau calon penerima vaksin Covid-19 hingga pemukiman warga. 


Demikian disampaikan Asisten I Setdako Pekanbaru, Azwan yang juga Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru. Dijelaskannya, adapun tujuan peluncuran 5 unit bus untuk vaksinasi keliling ini adalah sebagai aksi nyata yang dilakukan Pemko Pekanbaru untuk mempercepat memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 yang saat ini meningkat tajam di Provinsi Riau dan khususnya Kota Pekanbaru.


Asisten I Setdako Pekanbaru, Azwan yang juga Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru (kiri) usai diwawancara.


"Kita tak henti-hentinya melakukan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bahkan penyelenggaran vaksinasi massal ini sudah kita laksanakan sejak Sabtu lalu di berbagai lokasi. Dan Insya Allah bus keliling untuk vaksinasi massal ini akan menjangkau hingga ke pemukiman warga dan beroperasi dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB," jelasnya.


Asisten I Setdako Pekanbaru, Azwan yang juga Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru memberikan penjelasan kepada Walikota Pekanbaru Fardaus MT terkait kesiapan peluncuran lima bus vaksis keliling.



Lanjut Azwan, sesuai arahan Pak Walikota Pekanbaru bahwa lima unit bus yang secara operasional akan dikomandoi oleh Dinas Perhubungan dan secara teknis untuk operasional vaksinasi akan dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Kesehatan.


"Artinya dalam bus ini sudah lengkap seperti kita dalam pos.  Ada meja, ada ruang tunggu, ada tempat vaksinasi dan ada tempat obsevasi. Jadi ini sebagai langkah untuk menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden, Pak Gubernur, Pak Kapolda dan Pak Danrem," jelasnya.





Sementara itu, Walikota Pekanbaru, H Firdaus MT yang didampingi Wakil Walikota, Ayat Cahyadi dan sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) langsung memimpin acara peluncuran operasional lima bus vaksinasi massal tersebut. 


Firdaus dalam arahannya menyatakan, peluncuran lima bus vaksin keliling itu sebagai upaya Pemerintah Kota dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Kemudian, juga sebagai ikhtiar dari Pemerintah Kota dalam memperbaiki dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang hingga kini masih mewabah. 



Selain melaksanakan vaksinasi massal di sejumlah tempat, katanya, bus vaksin yang baru diluncurkan itu juga diharapkan dapat memudahkan warga untuk mendapatkan vaksin. "Bus ini dapat menjangkau hingga ke tingkat lurah dan RT / RW. Menyentuh langsung ke pemukiman masyarakat," kata Walikota. 



Lanjutnya, kehadiran bus vaksin keliling akan membantu kelompok usia lanjut (Lansia) dalam vaksin yang jelas sulit jika mereka harus berpergian jauh. Dengan adanya bus vaksinasi keliling, warga Lansia cukup menanti di rumah saja untuk penyuntikan vaksin. Tim Satgas bersama vaksinator yang akan mendatangi mereka ke rumah. 



"Karena memang sesuai prioritasnya, bus vaksin keliling diperuntukkan bagi kelompok Lansia. Kemudian ada kelompok guru, rohaniwan dan pekerja ekonomi. Masyarakat cukup menunjukkan identitas diri berupa KTP agar dapat memperoleh vaksin. Karena  vaksin ini bertujuan untuk membangun massal," jelasnya.



Ia mengungkapkan, target Pemerintah Kota Pekanbaru hingga akhir tahun dapat melakukan vaksinasi untuk 730.000 penduduk Pekanbaru, atau sekitar 70 persen dari total penduduk Kota Pekanbaru. Sementara jumlah warga yang sudah divaksin baru berkisar 100.000 penduduk Pekanbaru. Artinya masih ada sekitar 630.000 warga lagi yang harus divaksin. 



Ia juga memasang target kepada Satgas, setidaknya melakukan vaksinasi terhadap 100.000 warga setiap bulannya. "Ini untuk mengejar target kita sampai akhir tahun ini. Kita juga sudah meminta kepada Menteri Kesehatan dan juga Bapak Presiden untuk vaksin tambahan," ulasnya. 



Pemerintah Kota, tambahnya, meminta vaksin tambahan sebanyak 100.000 dosis setiap bulannya dan diharapkan permintaan ini diakomodir oleh pemerintah pusat. Satgas sendiri saat ini selain melakukan vaksinasi massal di sejumlah tempat, vaksin reguler juga terus berjalan.



Vaksin reguler ini, dikatakan Firdaus, berlangsung di 21 Puskesmas dan rumah sakit pemerintah, swasta dan klinik yang sudah ada. Walikota juga mengimbau agar pasien positif tanpa gejala atau OTG harus menjalani isolasi dengan baik. Mereka diimbau melakukan isolasi mandiri secara maksimal. Satgas kelurahan Covid-19 diminta untuk tetap melakukan pengawasan terhadap seluruh OTG.


Saat peluncuran bus vaksin keliling tersebut, Walikota juga melihat langsung proses penyuntikan vaksin di dalam bus, berikut mengecek kelengkapan sarana dan prasarana vaksinasi. Selanjutnya, secara seremonial bus dilepas yang ditandai dengan pengangkatan bendera pelepasan dan langsung diabadikan oleh seluruh insan pers yang hadir. (adv)