PGRI Minta Kemendikbud Tak Keluarkan Pernyataan yang Meresahkan Guru
Cari Berita

Advertisement


PGRI Minta Kemendikbud Tak Keluarkan Pernyataan yang Meresahkan Guru

Selasa, 02 Februari 2021

 

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi


JAKARTA, PARASRIAU.COM - Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak bikin pernyataan yang meresahkan para pengajar.


“Sering sekali ada pernyataan yang tidak nyaman dari Kemendikbud. Misalnya, ada tunjangan profesi hanya dibayarkan pada mereka yang berprestasi. Meskipun dibantah, banyak sekali pernyataan yang meresahkan,” ujar Unifah dalam diskusi "Peta Jalan Pendidikan" yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Selasa (2/2/2021), dilansir Tempo.co.


Kemendikbud seharusnya fokus bagaimana agar pembelajaran berlangsung efektif pada situasi sulit seperti saat ini. Oleh karena itu, jangan ada pernyataan yang bikin heboh dan meresahkan para pengampu ini.


PGRI dalam waktu dekat akan merancang buku aktivitas yang membantu para guru dan siswa dalam belajar. Meski dalam situasi yang serba terbatas, Unifah mengatakan PGRI tetap mengabdi bagaimana agar kompetensi guru semakin meningkat.


“Jangan dibilang kalau guru itu penting, tapi ada pernyataan yang bikin resah. Tolonglah diberikan ketenangan. Termasuk mereka di Satuan Pendidikan Kerja sama (SPK) yang tunjangan sertifikasinya dicabut,” kata Unifah.


Dia mengatakan, guru SPK mengajar di sekolah kerja sama, tetapi mereka juga mempunyai keluarga. 


“Begitu juga perekrutan guru CPNS, yang tanpa persetujuan DPR, dikatakan akan dihilangkan. Dampaknya kemana-mana, karena anak-anak muda kita tidak akan tertarik lagi menjadi guru,” ujar dia. (tempo)


Editor: Anto Chaniago