Klaster Baru, 46 Santri Ponpes Darel Hikmah Terpapar Covid-19
Cari Berita

Advertisement


Klaster Baru, 46 Santri Ponpes Darel Hikmah Terpapar Covid-19

Jumat, 19 Februari 2021


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di wilayah Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru bertambah dengan terjadinya klaster baru di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Darel Hikmah yang berjumlah 46 santri. 


Hal ini diketahui setelah turunnya Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru yang terdiri dari Camat Bina Widya, Kapolsek, personil Satpol PP, Babinsa, Babinkamtibmas, Sekretaris Lurah Simpang baru beserta staf bersama Kepala Puskesmas Kelurahan Simpang Baru ke lokasi ponpes tersebut.




Demikian disampaikan Plt. Kepala Puskesmas Kelurahan Simpang Baru, dr. Uvirda, Kamis (18/02) usai melaksanakan pengecekan di lokasi Ponpes Darel Hikmah bersama tim Satgas Covid-19 Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru.  




Dia menjelaskan kronologis kejadian lonjakan kasus Covid-19 di lingkungan Ponpes Darel Hikmah sebagai berikut :


1. Pada hari Rabu (10-09-2020) Kepala Puskesmas Simpang baru dan tim turun untuk meninjau Pesantren Darel Hikmah guna melihat kesiapan pihak pesantren dalam penerimaan santri yang akan masuk ke pondok pesantren dalam kegiatan KBM tatap muka. "Saat itu pula, Kepala Puskesmas dan tim memberikan arahan dan imbauan terkait Protokol Kesehatan (Prokes) yang harus diterapkan di pesantren dan tata cara penerimaan santri yang akan masuk pondok bersadarkan Prokes. Lalu Kepala Puskesmas juga menyarankan agar pihak pesantren meminta izin proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka kepada Satgas Gugus Tugas Kecamatan, karena Kepala Puskesmas tidak memiliki wewenang untuk memberikan izin untuk hal tersebut," jelasnya.


2. Pada hari Kamis (11-02-2021) Petugas Survailence puskesmas dihubungi oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru bahwa ada salah satu santri Pesantren Darel Hikmah yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang diperiksa di RS Ibnu Sina dan melapor ke PKM Melur. Petugas puskesmas langsung melakukan komunikasi dengan orang tua santri tersebut untuk dilakukan tracking dan tracing kasus tersebut dan juga ke pihak pesantren. Untuk melakukan pendataan santri-santri yang ada kontak dan bergejala untuk dilakukan isolasi dan untuk yang kontak dan tidak bergejala diisolasi di tempat terpisah. 


3. Pada hari Jumat (12-02-2021) pihak Puskesmas Simpang Baru melanjutkan kegiatan tracking dan tracing sekaligus mendata santri dan santri dan santriwati yang mempunyai gejala dan mempunyai kontak erat dengan santri terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut. Pada hari itu juga dilakukan pemantauan ruang isolasi dan edukasi kepada santri dan warga pondok lainnya. Dalam kegiatan ini ikut serta tim dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.


4. Pada hari Sabtu (13-02-2021) pihak Puskesmas Simpang Baru melakukan Swab pada 46 orang santri dan santriwati Ponpes Darel Hikmah sekaligus Skrining TB paru. Pelaksanaan Swab dilaksanakan oleh Tim Puskesmas Simpang Baru.


5. Pada hari Minggu (14-02-2021) dari 46 yang dilakukan Swab keluar hasil 16 orang dengan rincian;  8 orang santri terkonfirmasi Covid-19 dan 8 orang negatif. 5 orang santri dirawat di RS Aulia dan 3 santri dibawa pulang  ke Dumai, Kampar dan Siak.


6. Pada hari Senin (15-02-2021) sisa dari hasil Swab di Ponpes Darel Hikmah sudah keluar semua hasilnya dengan rincian 21 terkonfirmasi Covid-19 dan 9 orang santri dinyatakan negatif. 7 orang santri dirawat di RS Aulia, 6 orang santri diisolasi di Bapelkes dan 8 orang santri isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing yakni di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.


7. Pada hari Selasa (16-02-2021) pada pemeriksaan hari ini ditemukan 17 orang santri hasil rapid antigen reaktif dan bergejala Covid-19 sebanyak 24 orang. Direncanakan untuk dilakukan Swab pada hari Rabu (17-02-2021).


8. Pada hari Rabu (17-02-2021) direncanakan akan melakukan Swab berjumlah 41 orang santri sesuai dengan hasil pemeriksaan sebelumnya yakni 32 orang santri dilakukan Swab. Namun 9 orang santri batal dilakukan Swab karena menolak dan tidak datang.  


9. Pada hari Kamis (18-02-2021) hasil Swab belum keluar dan Kepala Puskesmas Kelurahan Simpang Baru bersama Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Bina Widya, (Pak Camat, Kapolsek, Satpol PP, Babinkamtibmas dan Babinsa) di wilayah Simpang Baru langsung ke dalam lokasi Ponpes Darel Hikmah untuk pemantauan dan pembinaan Ponpes Darel Hikmah. "Arahan dari Kapolsek, Camat Tampan dan Ka Satpol PP bahwa Ponpes Darel Hikmah wajib dilakukan isolasi dan dipantau oleh Tim Satgas Covid-19 Kecamatan. Adapun rekomendasi dari Puskesmas Simpang Baru untuk kegiatan KBM tatap muka harus dihentikan sementara waktu dan seluruh santri akan dipulangkan secara bertahap," rincinya.


Sementara itu, Kepala Asrama Ponpes Darel Hikmah, Ustadz Firdaus yang dikonfirmasi media ini usai peninjauan Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Bina Widya membenarkan bahwa sebanyak 46 santri dan santriwati di lingkungan ponpes terpapar Covid-19. Dan saat ini, katanya, sebanyak 13 santri yang dinyatakan positif Covid-19 sudah dirawat di RS Aulia, 6 orang santri dirawat di Bapelkes dan 10 orang santri dirawat (isolasi) mandiri di rumah mereka masing-masing serta sisanya dikarantina di dalam lingkungan Ponpes Darel Hikmah. 


"Jadi totalnya memang sebanyak 46 orang santri-santriwati dan bukan 47 orang seperti informasi yang beredar di luaran. Karena 1 orang yang dinyatakan postif bukan santi dalam lingkungan ponpes, tapi dia adalah warga luar yang waktu itu ikut swat dalam ponpes. Terhitung mulai hari ini Kamis (18/02) seluruh kegiatan di lingkungan Ponpes Darel Hikmah ditutup hingga 14 hari kedepan," ujarnya. 


Di tempat terpisah, Sekretaris Lurah Simpang Baru, Ayu Sartika menjelaskan bahwa dirinya cukup kaget atas kejadian yang menimpa santri dan santriwati di lingkungan Ponpes Darel Hikmah. Saat dirinya dengan salah seorang staf yang ikut bersama Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Bina Widya turun ke lapangan, dia mendapatkan bahwa tempat yang dijadikan sebagai ruang rawat isolasi mandiri bagi santri dan santriwati sangat tidak layak dan kumuh. 


"Tempat yang dijadikan sebagai ruang isolasi mandiri bagi santri dan santriwati yang terkonfirmasi Covid-19 sangat tidak layak. Alangkah baiknya ruangan tersebut dipindahkan atau dibersihkan. Dan menurut kami alangkah baiknya mereka (para santri yang dirawat) tersebut dirawatinapkan ke rumah sakit terdekat atau ke Bapelkes," sarannya.


Pantauan di lapangan, saat ini lokasi Ponpes Darel Hikmah terutama gerbang masuk utama ke lokasi ponpes tersebut tampak dijaga oleh personil Satpol PP. Dan para tamu dan wali santri yang ada keperluan hanya terlihat dilayani oleh petugas keamanan (security) pas di depan gerbang masuk. (pr2)