Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Akan Berbentuk Semprotan Hidung dan Pil
Cari Berita

Advertisement


Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Akan Berbentuk Semprotan Hidung dan Pil

Jumat, 26 Februari 2021

 


JAKARTA, PARASRIAU.COM - Ilmuwan yang bertanggung jawab atas vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca sedang menganalisis apakah vaksin itu dapat diadaptasi untuk diberikan dalam bentuk yang berbeda, yang saat ini umumnya adalah suntikan. 


Sarah Gilbert, profesor vaksinasi dari University of Oxford membahas perihal perubahan bentuk ini di hadapan Commons Science and Technology Committee. 


Dia menggambarkan konsep tersebut sebagai formulasi generasi kedua vaksin Covid-19. “Kami memiliki vaksin flu yang diberikan melalui semprotan hidung, dan ini bisa menjadi pendekatan yang sangat baik di masa depan untuk vaksin melawan virus corona baru. Dimungkinkan juga mempertimbangkan vaksin oral dengan tablet (pil),” katanya seperti dikutip The Times, Jumat (26/2/2021). 


Dia melanjutkan bahwa formasi generasi kedua vaksin ini bakal memberikan banyak manfaat untuk peluncuran vaksin yang lebih luas, tidak harus lagi menggunakan jarum suntik. Namun demikian, pendekatan dua medium itu masih diteliti. Ini merupakan indikasi lain dari momentum yang berkembang menuju pembuatan vaksin dalam berbagai bentuk. 


Awal bulan ini, Menteri Vaksin Inggris Nadhim Zahawi menyarankan pemerintah untuk menilai teknologi pil yang sedang dikembangkan di beberapa negara. Salah satunya adalah ImmunityBio yang berbasis di Amerika Serikat. 


Perusahaan itu menggunakan teknologi yang dikembangkan Inggris untuk membuat vaksin dalam bentuk pil atau tablet. Mereka bahkan telah memulai uji klinis. Selain itu, ada juga IosBio yang berbasis di Sussex yang telah merekayasa vaksin dalam bentuk oral dan telah melakukan pengujian klinis pada monyet. Perusahaan mengatakan bahwa uji itu telah menunjukkan hasil yang sangat efektif.


“Ada teknologi dengan pil dan lainnya sedang dikembangkan di seluruh dunia dan kami akan terus memantau itu. Tapi kami memastikan Inggris akan selalu memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memproduksi varian vaksin, yang menangani virus jenis apa pun,” kata Zahawi kepada Times Radio. (bisnis) 



Editor: Anto Chaniago