Pesantren HEBAT, Indonesia KUAT
Cari Berita

Advertisement

settia

Pesantren HEBAT, Indonesia KUAT

Senin, 13 Juli 2020


PARASRIAU.COM - Salah satu sebab mengapa Indonesia kuat dalam menghadapi penjajahan Belanda, Jepang dan pemberontakan PKI 1948 & 1965 ? Ya, karena ada lembaga pendidikan murni produk budaya asli Indonesia, yaitu PESANTREN.


Begitulah dialog kami bersama Gus Husnu Mufid pakar sejarah sekaligus redaktur pelaksana majalah online menaramadinah.com dalam penelitian buku PARA KYAI PEJUANG KEMERDEKAAN (2019), hal IV.

Pesantren merupakan salah satu unsur penting dalam dinamika historis bangsa Indonesia. Secara historis pesantren telah mendokumentasikan berbagai peristiwa penting bangsa Indonesia, baik sejarah sosial, budaya, ekonomi maupun politik bangsa Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan, peran utama pesantren tentu saja menyelenggarakan pendidikan keislaman kepada para santri.

Ada 3 model pesantren yang menjadi ciri khas representasi Pondok Pesantren besar yang tetap survive di tengah-tengah perubahan dan tantangan zaman, pesantren itu adalah :

1. Pondok pesantren Lirboyo Kediri sebagai Pondok Pesantren salaf tradisional.

2. Pondok pesantren Gontor Ponorogo sebagai Pondok Pesantren by design modern sejak awal berdirinya.

3. Pondok pesantren Tebuireng Jombang sebagai Pondok Pesantren yang memadukan antara sistem salaf tradisional dengan sistem modern.

Begitulah riset penelitian (2012)  oleh Ustadzah  Mardiyah, istri dari Ustadz Yunus Abu Bakar alumni Gontor 1985.

Ketiga pesantren ini menjadi MODEL KHAS pendidikan di Indonesia  dan rata-rata sejak berdirinya berumur 1 abad.

Peran pendidikan dan kontribusi pesantren telah dirasakan oleh bangsa Indonesia jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Sebelum penjajah datang (Belanda, Portugis, Jepang) ke Indonesia, pesantren adalah suatu lembaga yang merupakan pusat dari perubahan-perubahan masyarakat lewat kegiatan penyebaran agama.

Pada masa revolusi, pesantren disebut alat revolusi dan ketika zaman orde baru Pemerintah menganggap pesantren adalah POTENSI PEMBANGUNAN. Dan pada zaman reformasi sekarang ini, pesantren adalah PUSAT PEMBERDAYAAN UMAT.

Disaat cacian, hinaan dan berita HOAX terhadap pesantren, bahwa pesantren itu kumuh, apalagi ada berita terpaparnya beberapa santri kena virus CAVID-19, justru ketiga pesantren itu (Lirboyo Kediri, Tebuireng Jombang dan Gontor Ponorogo) masih dipercaya oleh masyarakat luas.

Masyarakat masih percaya terhadap lingkungan pendidikan pesantren. Dalam bahasanya Gus Mufid itulah PESANTREN HEBAT.

Pesantren hebat, Indonesia kuat. Makna hebat adalah :

1. H : Harmonis Pergerakannya, pergerakan di dunia pesantren setiap hari adalah keteladanan, keikhlasan dan beribadah menggapai ridho Allah SWT.

2. E : Edukatif Pembelajarannya. Hampir 24 jam, mulai bangun pagi pukul 03.30-22.00 isinya kegiatan santri yang melatih mental para santri.

3. B : Barokah Kehidupannya. Inilah kenikmatan yang luar biasa dirasakan oleh santri dan wali santri. Mereka jauh secara fisik, tapi dekat secara hati. Mau tidak mau, wali santri juga ikut mondok yaitu rajin berdoa dan beribadah.

4. A : Aman & Amanah, pesantrenlah dunia yang aman dan steril dari pergaulan bebas dan puncak latihan santri untuk menjadi pengurus yang amanah.

5. T : Tangguh Terpercaya. Hanya pesantrenlah yang melatih mental langsung kepada peserta didik untuk TANGGUH. Jauh dari orang tua, semua dikerjakan secara mandiri. Dan sampai sekarang pesantrenlah yang masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia.

Menarik sekali ungkapan pakar pendidikan Prof. Imam Suprayogo, salah satu kekuatan pesantren baik salaf maupun modern adalah tidak hanya mengajarkan seperangkat materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum nyata  written curriculum), yaitu KURIKULUM TERSEMBUNYI, KURIKULUM KEHIDUPAN.

Nampaknya ini yang tidak ada di lembaga pendidikan yang dikelola oleh DEPDIKBUD.
Ala kulli hal, ilmu bisa ditransfer melalui pembelajaran online jarak jauh. Tapi adab, akhlak, ruh keihklasan, disiplin, keteladanan harus dengan tatap muka.

Nampaknya Pendidikan Pesantren yang lahir sebelum kemerdekaan jauh lebih berpengalaman daripada pendidikan yang dikelola oleh DEPDIKBUD yang lahir setelah kemerdekaan. Perang konsep pengelolaan lingkungan pendidikan.
Wallahu A'lam Bissowab.

Penulis: Ustadz Yahya Aziz adalah Alumni Gontor 1992 yang juga Wali Santri Gontordan Lirboyo dan penulis tetap menara Madinah com. ***