Dituntut Atas Dugaan Belanja tak Wajar Rp42 M, Rektor UIN Suska: Saya Janji Ikuti Permintaan Mahasiswa
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Dituntut Atas Dugaan Belanja tak Wajar Rp42 M, Rektor UIN Suska: Saya Janji Ikuti Permintaan Mahasiswa

Kamis, 05 Maret 2020

Rektor UIN Suska Riau tandatangi perjanjian tuntutan mahasiswa.

PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Koordinator Aksi Mahasiswa di UIN Suska Riau, Virza Dwi Yandri mengatakan, mahasiswa UIN Suska resah terhadap banyaknya masalah dan isu yang beredar di Kampus Islami Madani ini.

“Banyak isu dan masalah yang terjadi di UIN Suska Riau membuat kami mahasiswa mulai resah dan mendorong hati nurani kami untuk melakukan pengawasan, pengawalan, kritikan untuk UIN Suska yang lebih baik".


Kalimat itu diungkapkannya lantang di balik pengeras suara saat sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan rektorat UIN Suska Riau, Kamis (5/3).

Dia mempertegas pernyataan sikap yang bertulisakan Undang-undang Republik Indonesia nomor 12 tahun 2020 tentang pendidikan tinggi.

Titik fokus poinnya terdapat pada pasal 3 yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi berasaskan: kebenaran ilmiah, penalaran, kejujuran, keadilan, manfaat, kebajikan, tanggung jawab, kebhinekaan, keterjangkauan.

“Namun nyatanya dalam pengelolaan UIN Suska Riau masih banyak banyak hal-hal yang belum terlaksana sebagaimana mestinya, keputusan-keputusan pimpinan yang terkesan otoriter menjadi polemik,” katanya.

Adapun tuntutan aksi pada hari ini yaitu, pertama meminta perbaikan birokrasi kampus yang sesuai regulasi perundang-undangan dan transparansi dalam pengelolaan.

Kedua, menuntut Rektor mengembalikan Hak Demokrasi Mahasiswa sebagaimana telah diatur dalam SK DIRJEN PENDIS NOMOR 4961 TAHUN 2016. Ketiga, menuntut Rektor untuk bertanggung jawab terhadap mangkraknya pembangunan gedung yang telah menelan banyak anggaran.

Keempat, meninjau kembali UKT yang tidak tepat sasaran. Kelima, menuntut Rektor untuk memberikan fasilitas pendidikan yang lebih layak. Dan yang terakhirr menuntut Rektor bertanggungjawab atas temuan dengan belanja yang tidak wajar senilai Rp42 miliar.

Tidak sampai di situ. Para mahasiswa juga meminta Rektor UIN Suska Riau, langsung menanggapi semua tuntutan mereka.

“Atas seluruh poin yang dituntut dan saya berjanji akan mengikuti permintaan mahasiswa,” kata Rektor UIN Suska Riau, Ahmad Mujahidin. pr2

dilansir: bertuahpos.com