Alumnus Gontor Hafiz Quran Siap Bersaing dengan Anak Jokowi di Pilwakot Solo
Cari Berita

Advertisement

settia

Alumnus Gontor Hafiz Quran Siap Bersaing dengan Anak Jokowi di Pilwakot Solo

Sabtu, 15 Februari 2020


SURAKARTA, PARASRIAU.COM - Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surakarta (Solo) akan digelar akhri 2020 ini. Para bakal calon sudah bermunculan. Baik yang sudah mendaftar ke partai politik maupun melalui jalur independen.

Salah satu yang diusung melalui jalur independen adalah alumnus Pondok Modern Gontor yaitu Muhammad Ali atau yang sering disapa Abah Ali. Bahkan ia siap bersaing dengan Gibran Rakabuming, anak presiden Jokowi.

“Tim sedang berjuang mengumpulkan KTP, saya siap maju menjadi calon Wali Kota Surakarta karena masyarakat meminta,” ungkap Abah Ali, Rabu (12/2).

Muhammad Ali merupakan alumnus Gontor tahun 1989. Setelah lulus dari pesantren di Jawa Timur itu, ia melanjutkan sekolah di Makkah. Ia juga merupakan hafidz (penghapal) quran.

Sebagai kiai dan pendakwah, ia banyak didukung ulama. Baik ulama dari kalangan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta ulama dari banyak organisasi keislaman di Surakarta.

Ia dianggap sebagai tokoh yang bisa menyatukan antar kelompok, baik kelompok berbasis agama maupun sosial. Bahkan para kaum abangan juga menaruh hati kepada pengasuh pesantren Ta’mirul Islam Surakarta ini.

Menarik untuk dicermati perkembangan politik yang ada di Kota Budaya ini. Munculnya isu politik dinasti memicu penolakan dari berbagai kalangan dan warga Solo. Politik dinasti merujuk pada anak Jokowi, Gibran Rakabuming yang sedang merayu PDI Perjuangan supaya mengusungnya menjadi calon Wali Kota Surakarta.

Warga dengan kultur budaya yang kental dengan nilai-nilai religius ingin Solo dipimpin orang yang bisa mengayomi semua pihak. Abah Ali merupakan sosok yang bisa diterima di semua kalangan.

Forum tokoh agama dan masyarakat Solo bersepakat untuk mengusung calon melalui jalur independen. Abah Ali adalah salah satu putra tokoh Ulama Solo KH. Naharussurur. Ia juga seorang aktivis sosial dan agama.

“Saya dipaksa maju para tokoh dan masyarakat untuk maju (calon Wali Kota) demi warga Solo,” ujar Abah Ali seperti dilansir komas.id.

“Kami mendorong dan mengusulkan Abah Ali untuk berjuang demi kota Solo, kami hanya punya niat membangun kota ini lebih baik demi kerukunan warga,” ungkap KH. Halim, tokoh agama di Solo

Warga Solo dengan kesiapan Abah Ali dicalonkan menjadi calon Wali Kota mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat bahkan mereka siap untuk menjadi relawan dan tidak mau dibayar.

“Saya siap mengumpulkan KTP dan Surat Dukungan warga kota Solo dan Abah gak perlu mengeluarkan uang se sen pun,” ucap pak Usman warga Laweyan. pr2