Pacu Kenaikan Turis, Kerajaan Arab Saudi Longgarkan Sistem Visa
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Pacu Kenaikan Turis, Kerajaan Arab Saudi Longgarkan Sistem Visa

Selasa, 26 November 2019



JEDDAH, PARASRIAU.COM - Kebijakan Arab Saudi melonggarkan peraturan visa berdampak positif dalam meningkatkan jumlah turis asing ke negara itu. Dilansir Saudi Gazette pada Selasa (26/11) tercatat ada lebih dari 50 ribu turis asing yang berkunjung ke Arab Saudi setelah Kerajaan Arab Saudi melonggarkan peraturan visa bagi pengunjung yang ingin datang ke negara itu sejak September lalu.

Jumlah turis itu meningkat hampir tiga kali lipat dari sebelum kebijakan ada. Arab Saudi berharap dengan kenaikan turis dapat mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi yang selama ini bergantung pada minyak.

Menurut Ketua Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi (SCTH), Ahmed Al Khateeb mengatakan di antara turis yang datang ke Arab Saudi yang terbanyak  merupakan turis Inggris dan China. Sementara sekitar 140 ribu orang mengajukan visa turis. "Jumlahnya sesuai dengan harapan kami. Kami berharap para petualang yang pertama akan datang menjelajahi negara dan inilah yang terjadi," kata Al Khateeb.

Pada September, Kerajaan Arab Saudi meluncurkan sistem baru untuk visa turis bagi 49 negara termasuk di antaranya Amerika, Inggris, Rusia, China dan Jepang. Kerajaan Arab Saudi meminta perusahaan asing untuk berinvestasi di sektor pariwisata di negara itu. Diperkirakan dengan peningkatan jumlah turis bisa memberikan kontribusi sekitar 10 persen pada PDB Arab Saudi pada 2030.

Lebih lanjut Khateeb mengatakan bagi turis asing perempuan yang berkunjung ke Kerajaan Arab Saudi tak diwajibkan mengenakan abaya atau pakaian nasional Arab Saudi bagi perempuan. "Namun turis perempuan harus mengenakan pakaian sederhana yang menutupi bahu hingga lutut, bahkan jika mereka berada di pantai," katanya.

Khateeb mengatakan visa turis telah tersedia di internet melalui misi diplomatik dan konsuler Kerajaan Arab Saudi dengan biaya 120 dolar Amerika. Dia mengatakan visa turis akan memungkinkan wisatawan tinggal selama tiga bulan di Kerajaan Arab Saudi dan bisa mengunjungi semua tempat. pr2

dilansir: republika.co.id