Prihatin Kabut Asap, Civitas UNRI Turun ke Jalan Bagikan Masker
Cari Berita

Advertisement

settia

Prihatin Kabut Asap, Civitas UNRI Turun ke Jalan Bagikan Masker

Kamis, 19 September 2019



PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Bencana kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru menjadi keprihatinan tersendiri bagi Universitas Riau (UNRI). Sebagai bentuk kepedulian bencana kabut asap tersebut, Universitas Riau membagikan masker kepada pengendara yang melintasi Jalan Diponegoro dan Jalan Gajah Mada. Bahkan Pak Dekan Fisip UNRI, Dr. Syafri Harto. MSi langsung turun ke jalan membagi masker kepada pengedara yang melintas.

"Ada lima titik yang menjadi lokasi pembagian masker salah satunya dipersimpangan lampu merah Diponegoro dan Gajah Mada. Total masker yang dibagikan mencapai 500 kotak," ungkap Syafri Harto, Kamis (19/9) pagi. 

Syafri mengatakan, pembagian masker ini salah satu bentuk keprihatinan civitas UNRI atas bencana kabut asap yang semakin hari kian membahayakan. Menurutnya, pemerintah harus segera menuntaskan masalah kabut asap yang sudah memasuki 2 bulan. Hal ini dilakukan, agar jangan ada lagi korban yang ditimbulkan dari bencana asap ini.

Dirinya juga menyarankan kepada pemerintah agar lebih mengedepankan pencegahan dini terhadap Karhutla dengan melibatkan perangkat pemerintah daerah mulai dari level paling rendah yakni RT/RW, Kades, Camat hingga Bupati/ Walikota. Sedangkan untuk aparat keamanan,  pencegahan bisa dilakukan mulai dari Babinsa/Polpos, Koramil/Polsek, Dandim/Polres dan Danrem/Polda. 

"Kalaulah pencegahan betul betul dilakukan mulai dari tingkat bawah, saya yakin jumlah titik api tidak akan bertambah dan kebakaran hutan dan lahan bisa diminimalisir. Tapi kalau jumlah titik apinya sudah banyak dan menyebar, susah untuk memadamkannya," tegas Syafri Harto.

Selain pencegahan dini, kata Syafri, yang tak kalah penting sosialisasi terhadap penanggulangan Karhutla setiap tahun, harus terus dilakukan dengan melibatkan perguruan tinggi dan pihak terkait. Sosialisasi ini, tidak hanya kepada masyakarat, tapi juga ke perusahaan perusahaan yang ada di Riau. Jika terobosan ini dilakukan, kebakaran. hutan dan lahan tidak akan terjadi.

"Bencana kabut asap ini, tentunya akan menjadi pelajaran berharga bagi semua stakeholder. Dan mudah mudahan Karhutla tahun ini tidak terjadi lagi dimasa masa mendatang," tutup Syafri. pr1