Asia Farm Destinasi Eropa Ala Pekanbaru
Cari Berita

Advertisement

settia

Asia Farm Destinasi Eropa Ala Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019


PEKANBARU - Miliki letak yang strategis tentunya menjadi salah satu keuntungan bagi propinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Pasalnya, kini masyarakat Pekanbaru tak perlu harus meronggoh kocek terlalu dalam untuk bisa menikmati indahnya alam di Pekanbaru. 

Salah satunya, masyarakat bisa menikmati indahnya alam kota Pekanbaru secara langsung hanya di tempat wisata Asia Farm House. Area wisata yang baru dibuka pada April 2019, menghadirkan nuansa wisata bagi pengunjung bak seperti berada di negeri Eropa. 

Area ini bisa menjadi alternatif bagi keluarga yang haus dengan tempat rekreasi, yang terletak di Jalan Badak Kota Pekanbaru dan tak jauh dari perkantoran Walikota Pekanbaru. 

Di lokasi ini masyarakat bisa menikmati berbagai macam hiburan dan edukasi bagi masyarakat. Mulai dari edukasi di bidang cocok tanam pertanian dan peternakan hingga edukasi alam lainnya.

Asia Farm, objek wisata yang terletak di kawasan Tenayan Raya ini dilengkapi kincir angin dan bangunan-bangunan yang sangat mirip dengan bangunan kuno di Belanda, yang dibangun di lahan seluas 4 hektare.

Destinasi wisata ini menggabungkan konsep agrowisata, mall, dan waterpark. Selain kincir angin dan bangunan lainnya yang bergaya Eropa, di Asia Farm ini pengunjung juga bisa melihat keindahan bangunan ikonik Eropa lainnya seperti, Rumah Hobbit ala New Zealand, Rumah Jam ala Jerman dan Foodstreet ala Venice.

Berkunjung ke Asia Farm, pengunjung dipastikan akan merasakan sensasi berlibur di negara Eropa.

Selain bisa menikmati sensasi Eropa, pengunjung juga bisa mengunjugi rumah ala Jepang kuno ala kampung para Samurai sekaligus kolam ikan koi di halamannya.

Bahkan, Asia Farm menyewakan baju khas Jepang (Kimono) bagi pengunjung yang ingin berphoto di objek wisata ini.

Total bangunan ikonik di Asia Farm mencapai 26 unit. Agar terlihat natural, pihak pengelola sengaja mempertahankan kondisi lingkungan bahkan bentang alam di kawasan tersebut.

Keunikan dan pesona Asia Farm tampaknya bakal menjadi magnet bagi warga Kota Pekanbaru. Namun siapa sangka jika konsep Asia Farm nyatanya terinpirsasi dari salah satu game mobile yang sempat populer (Hay Day).

Besar di kawasan pertanian dan juga kuliah di fakultas pertanian membuat Henry ingin mengembangkan bisnis wisata yang berkonsep agrowisata di Game Hay Day.

Apalagi, ia selalu bermimpi untuk memiliki kawasan pertanian sebagai pengobat rasa rindu semasa kecilnya dulu sekaligus menerapkan ilmu pertanian yang ia dapatkan di bangku kuliah dulu.

Dengan dorongan itu, ia lantas membuat konsep bisnis yang memadukan bisnis dan pertanian akan membangun karakter. Agar bisnis tersebut berjalan sesuai harapan, Henry mengemasnya dengan wisata.

Dipintu keluar Asia Farm pengunjung bisa mendapatkan aneka asesories sebagai kenangan masa kecil, juga bisa mengabadikan waktu belajar langsung dengan alam, berwisata, berselfie ria, belanja, nongkrong sambil ngopi dan lainnya. ***