Perkuat Stabilitas Ekonomi Jelang Idul Fitri, BI Riau Gelar SERAMBI 2026
Cari Berita

Advertisement

Perkuat Stabilitas Ekonomi Jelang Idul Fitri, BI Riau Gelar SERAMBI 2026

Jumat, 06 Maret 2026

Perkuat Stabilitas Ekonomi Jelang Idul Fitri, BI Riau Gelar SERAMBI 2026


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Jelang Idul Fitri 1447 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau terus menjalankan berbagai langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan melakukan penguatan stabilitas ekonomi melalui nilai rupiah. 

Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Riau, Panji Achmad, saat acara Taklimat Media, Kamis (5/3) di kantor BI Riau, Pekanbaru. Ia mengatakan sejumlah program telah dilakukan, mulai dari penguatan koordinasi ekonomi hingga persiapan sistem pembayaran menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Panji menjelaskan, pada awal tahun 2026, BI Riau menggelar berbagai diskusi terkait kondisi ekonomi terkini di Provinsi Riau. Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), untuk membahas sekaligus memetakan prospek pertumbuhan ekonomi Riau ke depan.

"Di Februari, berbagai program kembali dijalankan, terutama yang berkaitan dengan tugas utama Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, yakni menjaga inflasi tetap terkendali serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Disamping itu pula, BI Riau juga mempersiapkan layanan sistem pembayaran melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI). Program ini bertujuan memastikan kelancaran transaksi masyarakat, baik secara tunai maupun non-tunai.

Untuk transaksi tunai, Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang layak edar, khususnya pecahan kecil yang biasanya meningkat kebutuhannya selama Ramadan hingga Idulfitri. Layanan tersebut akan disalurkan melalui perbankan di berbagai wilayah di Riau, termasuk Pekanbaru dan daerah kepulauan.

"Kita terus berkomitmen bagaimana masyarakat dapat dengan mudah memperoleh uang layak edar selama Ramadan dan Idulfitri," jelas Panji. 

Dalam rangka menyemarakkan bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, sekaligus menyambut Idul Fitri, "Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri" atau SERAMBI 2026. Kegiatan ini bertujuan, untuk memberikan pelayanan penukaran uang layak edar bagi masyarakat dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan.
 
Ditambahman Panji cakupan layanan penukaran uang layak edar di Pekanbaru tersebar di 25 titik yakni melalui Kas Keliling terpadu 1 titik, kas tematik 5 titik dan mitra kerja sebanyak 20 titik. Serta di 12 kabupaten kota dengan titik penukan 20 titik, sehingga untuk Riau berjumlah 40 titik. 

Layanan penukaran uang rupiah layak edar bagi masyarakat di Pekanbaru, nanti kita siapkan melalui layanan kas keliling terpadu di halaman kantor BI Provinsi Riau pada 10-12 Maret 2026 melalui aplikasi PINTAR. Disana, nanti bisa melayani 1.000 paket penukaran uang baru setiap harinya. 

Selain itu, juga ada kegiatan edukasi tentang cinta, bangga dan paham rupiah, penggunaan QRIS, layanan SLIK bersama OJK dan pasar murah. Sedangkan untuk layanan kas tematik, ada 5 titik  yakni di Bandara, pintu TOL Permai dan PLTA Koto Kampar, terminal bus dan pelabuhan. Tak hanya itu, penukaran juga bisa dilakukan pada 20 mitra kerja BI atau perbankan. 

Secara nasional, BI telah menyiapkan uang layak edar senilai Rp 185 Triliun," Ungkap Panji. Untuk 1 paket penukaran uang baru berjumlah Rp 5,3 juta per orang dengan rincian uang pecahan Rp 50 ribu (50 lembar), uang pecahan Rp 20 ribu (50 lembar), uang pecahan Rp 10 ribu (100 lembar), uang pecahan Rp 5 ribu (100 lembar), uang pecahan Rp 2.000 (100 lembar) dan uang pecahan Rp 1.000 (100 lembar).

Di sisi lain, BI Riau juga terus mendorong peningkatan transaksi non-tunai melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Menurutnya, tren transaksi digital terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor.

"Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan sekitar Rp185,6 triliun uang tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp180,9 triliun," bebernya.

Selain itu, BI juga mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan sistem pembayaran, baik tunai maupun digital. Di berbagai negara, gangguan sistem digital bisa terjadi, termasuk akibat serangan siber, sehingga keberadaan transaksi tunai tetap menjadi alternatif penting, pungkasnya. (nie)