Bupati Siak Pastikan Korban Musibah Tangsi Belanda Mulai Pulih
Cari Berita

Advertisement

Bupati Siak Pastikan Korban Musibah Tangsi Belanda Mulai Pulih

Minggu, 01 Februari 2026

Bupati Siak Pastikan Korban Musibah Tangsi Belanda Mulai Pulih


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli memastikan kondisi anak-anak korban musibah di Cagar Budaya, Tangsi Belanda, Siak berangsur membaik. 


Sebagian besar korban anak telah dipulangkan, sementara satu anak masih menjalani perawatan lanjutan di Pekanbaru.


“Alhamdulillah, anak-anak korban musibah di Tangsi Belanda sudah pulang. Tinggal satu anak atas nama Keisya Lutfi Latifatunnisa yang dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk memastikan seluruh kondisinya benar-benar baik,” kata Afni, Ahad (1/2/2026).


Afni menyebutkan, selama menjalani perawatan di RSUD Tengku Rafian, dirinya turut mendampingi korban secara langsung. Bahkan sebelum bertolak ke Jakarta, Afni menyempatkan diri menyapa Keisya melalui panggilan video.


“Kita doakan semoga Keisya segera pulang dan bisa sekolah kembali,” ujarnya.


Pada Sabtu malam, sambung Afni, lima anak yang sempat dirawat serta seorang guru telah dipulangkan. Sementara seorang anak lainnya diantar khusus menggunakan kendaraan dinas Bupati Siak, BM 1 S, hingga ke rumahnya.


“Tadinya ananda ingin pulang naik motor bersama keluarga dan merasa mabuk jika naik mobil. Alhamdulillah setelah dibujuk, akhirnya mau diantar menggunakan mobil dinas sampai ke rumah,” jelas Afni.


Dalam kesempatan itu, Afni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tenaga medis, guru, sopir ambulans, serta semua pihak yang terlibat dalam penanganan anak-anak selama masa krisis.


“Saya juga telah meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk terus memantau kondisi kesehatan anak-anak pascakejadian ini,” katanya.


Terkait insiden di kawasan Cagar Budaya, Afni menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak telah mengajukan permohonan dukungan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait, khususnya menyangkut Museum Nasional Istana Siak dan Balai Kerapatan.


“Menjaga cagar budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan Indonesia yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.


Mantan wartawan itu mengapresiasi respon cepat anggota DPR RI daerah pemilihan Riau, Karmila Sari dan Hendry Munief, yang telah meneruskan laporan kejadian tersebut kepada Menteri Kebudayaan dan Menteri Pariwisata RI.


“Semoga ada tindak lanjut dalam waktu dekat agar Museum Nasional dan cagar budaya di Kabupaten Siak tetap terjaga demi kehormatan Indonesia,” harap Afni.


Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan cagar budaya Tangsi Belanda yang berada di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, ambruk pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan 16 orang menjadi korban, sebagian besar merupakan anak-anak.


Para korban merupakan rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam yang saat kejadian berada di lantai dua bangunan untuk mengikuti kegiatan studi tour. 


Lantai dua bangunan runtuh secara mendadak saat sesi penjelasan berlangsung, menyebabkan para siswa terjatuh dan tertimpa material bangunan.***