Layani Kontrasepsi di Daerah Terisolir, BKKBN Lepas 40 Mupen dalam Temu Jawara 2023
Cari Berita

Advertisement

Layani Kontrasepsi di Daerah Terisolir, BKKBN Lepas 40 Mupen dalam Temu Jawara 2023

Rabu, 05 Juli 2023

Layani Kontrasepsi di Daerah Terisolir, BKKBN Lepas 40 Mupen dalam Temu Jawara 2023


PALEMBANG, PARASRIAU.COM - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo melepas secara resmi 40 unit Mobil Unit Penerangan (Mupen) Jawa-Sumatera. Pelepasan ini dikemas dalam acara Temu Mupen Jawa-Sumatera (Temu Jawara) 2023. 


Kegiatan Temu Jawara ini merupakan salah satu rangkaian Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXX Tahun 2023 yang digelar BKKBN pada 6 Juli 2023 (besok, red) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.


Pelepasan Mulen yang digelar di stadion Jakabaring Sport City, Palembang, Rabu (5/7)ini dihadiri oleh Asisten I Pemprov Sumatera Selatan Edward Chandra, Sestama BKKBN RI, seluruh kepala perwakilan BKKBN se-Provinsi Riau dan petugas pelayanan Mupen dari masing-masing provinsi . 


Dikatakan Hasto, dalam memeriahkan Hari Keluarga Nasional ini, Mupen On The Road berfungsi juga sebagai Upaya penggerakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan Program KB Bangga Kencana. 


Mupen BKKBN sangat strategis fungsinya untuk menjangkau daerah terpencil yang tidak bisa dilalui oleh mobil biasa, terutama untuk percepatan penurunan stunting. 


"Oleh sebab itu, kehadiran penyuluh KB harus bisa menjangkau daerah perbatasan atau terisolir. Ini sebagai bentuk upaya dari pemerintah memberikan pelayanan untuk daerah yang sulit dijangkau dalam bentuk pelayanan, khususnya untuk kontrasepsi," ujar Hasto. 


Kehadiran Mupen ini nantinya diharapkan bisa kembali membangkitkan pelayanan Bangga Kencana yang selama ini sudah berkurang bahkan terabaikan, khususnya di daerah terpencil atau perbatasan,” ujar Hasto. 


Dijelaskan Hasto, saat ini di Indonesia masih terdapat 40 persen daerah terisolir yang tidak tersentuh layanan pemerintah. Walaupun saat ini sudah di era digital, bisa dilakukan melalui online namun ada yang tidak bisa dilakukan secara online. 


Oleh karena itu, kehadiran tenaga penyuluh KB sangatlah diperlukan dalam memberikan pelayanan ditengah masyarakat, dalam memberikan jarak kelahiran. 


Selain itu, keberadaan penyuluh juga diharapkan dapat mencegah stunting berdasarkan Peraturan Presiden No.72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, pada tahun 2024 prevalensi stunting ditargetkan sebesar 14 persen.


Dalam merealisasikan target tersebut, BKKBN mengerahkan kekuatan yang dimiliki dengan ujung tombak berada di lini lapangan adalah Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) dan sub PPKBD, kader KB hingga Tim Pendamping Keluarga. 


Sementara itu, Ketua Panitia Temu Jawara 2023 Dadi Ahmad menuturkan bahwa dalam pelepasan Mulen ini melibatkan BKKBN pusat,  Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, Lampung, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu. Dengan jarak tempuh dari Jakarta hingga Palembang sekitar 532 Kilomter dengan waktu tempuh 3 (tiga) hari.


Ia juga berharap dengan digelarnya kegiatan ini juga nantinya akan menginspirasi seluruh pemerintah daerah, agar tetap memberikan pelayanan pemerintah khususnya di daerah perbatasan atau terpencil.


Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Mardalena Wati Yulia mengatakan bahwa Provinsi Riau ikut berpatisipasi dalam memberikan pelayanan hingga ke perbatasan, dengan menurunkan 1 unit armada Mupen dalam ajang tersebut. 


"Dengan memberikan pelayanan KIE, sebagai satu upaya strategi bagaimana menyentuh tapal batas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti cara bagaimana mengasuh anak, apa itu stunting dan memberikan pelayanan kontrasepsi," ucap Mardelana. 


Pihaknya, juga sangat bersyukur karena bisa ikut menggarap langsung ke daerah-daerah yang tidak bisa dilalui dan belum mendapatkan pelayanan. 


“Kegiatan ini juga sebagai ajang promosi dalam menyampaikan program BKKBN di tengah masyarakat, khususnya percepatan penurunan stunting,” pungkasnya. 


Dalam kesempatan itu juga turut dilakukan penandatangan kesepakatan kerjasama antara pemerintah dengan tim penyuluh diseluruh Indonesia. Serta sebelumnya juga digelar senam bersama dan juga event kembali kemeja makan. Dimana program ini adalah salah satu bentuk bagaimana menyatukan seluruh anggota keluarga agar tetap harmonis dan terjalin komunikasi yang baik menuju satu kebahagiaan.


"Sepertinya sepele, tapi ini memberikan dampak yang sangat besar dan bahkan dalam waktu yang lama," tutupnya. (nie)