Harvesting Gernas BBI-BBWI Riau di Buka, Luhut: Gali Potensi Baru Pasca "Harvesting"
Cari Berita

Advertisement

Harvesting Gernas BBI-BBWI Riau di Buka, Luhut: Gali Potensi Baru Pasca "Harvesting"

Sabtu, 29 Juli 2023

Pemukulan kompang pembukaan Harvesting Gernas BBI-BBWI Riau, Sabtu (29/7) di Halaman Kantor Gubernur Riau. 

PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Puncak Harvesting Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Propinsi Riau 2023 secara resmi dibuka. Acara yang dimulai dengan tarian persembahan dan penampilan tarian khas daerah Riau tersebut digelar di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Riau, Sabtu (29/7) selama 3 hari mulai 28-30 Juli besok.


Acara yang dibuka dengan ditandai dengan pemukulan kompang tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi; Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Odo RM Manuhutu, Gubernur Riau, H Syamsuar serta seluruh Bupati dan Walikota di Provinsi Riau serta perwakilan Lembaga Jasa Keuangan di Provinsi Riau.


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual mengapresiasi atas terselenggaranya acara Harvesting Gernas BBI dan BBWI Propinsi Riau yang digelar dengan sangat meriah. Serta kepada pemerintah daerah propinsi Riau, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan seluruh industri keuangan yang turut serta mensukseskan kegiatan tersebut.


Luhut menyampaikan permohonan maafnya karena tidak bisa menghhadiri secara langsung disebabkan sesuatu hal yang tak bisa ditinggalkan. Meski tidak hadirnya dirinya, Luhut menyakini seluruh rangkaian acara yang digelar di propinsi Riau telah dipersiapkan dengan sangat baik, dengan seluruh rangkaian kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuh ekonomi.


Ia juga menghimbau agar pemerintah propinsi Riau kedepannya bisa menggali berbagai potensi yang ada dipropinsi Riau. Jadi tidak hanya pada acara saja, tetapi yang terpenting bisa menggali berbagai potensi pasca Harvesting Gernas BBI dan BBWI Riau 2023.


“Saya berharap jangan sampai hanya habis di sini. Gali terus potensi yang ada dan gandeng perusahaan swasta untuk bisa berkontribusi di daerah,” tegasnya.


Ia juga menambahkan, melalui kegiatan di Riau ini bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan untuk penjualan Produk Dalam Negeri (PDN) diangka minimal 95 persen. Sementara hingga saat ini, kontribusi PDN dari Juni-Juli 2023 diseluruh propinsi Riau baru mencapai Rp9,7 Triliun atau diangka 45 persen dari total perencanaan.


"Nilai ini masih sangat jauh dari apa yang telah ditargetkan, tentunya diharapkan sinergi dari seluruh pihak mulai dari Gubernur, Bupati dan walikota serta industri keuangan yang ada di Riau. Karena kunci keberhasilan dari Gernas BBI-BBWI Provinsi Riau ini adalah terbangunnya sinergi semua pemangku kepentingan," paparnya.


Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mendorong pengembangan UMKM yang berperan sangat besar dalam pemulihan ekonomi nasional pasca-Covid dan penting untuk menumbuhkan perekonomian daerah.


Mahendra mengatakan program pembiayaan, pelatihan, pendampingan, pemasaran dan pameran produk UMKM yang dilakukan secara berkelanjutan dalam Gernas BBI harus terus diperluas dan diperbanyak untuk semakin memajukan UMKM Indonesia.


“Gernas BBI-BBWI yang semula upaya penguatan kondisi perekonomian karena pandemi covid-19, sekarang justru jadi penentu untuk pengembangan UMKM di kawasan sekitar.  Gernas BBI-BBWI menjadi salah satu penentu Ekonomi Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerah untuk bertumbuh,” kata Mahendra.


Mahendra juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta Kementerian dan Lembaga yang bersinergi untuk terus mengembangkan UMKM.


Dalam Gernas BBI di Riau ini, OJK menginisiasi 8 sesi pelatihan sekaligus pendampingan dengan jumlah peserta mendaftar 635 UMKM dan dilakukan kurasi UMKM di Provinsi Riau secara offline dan online. Khusus 40 UMKM yang telah dikurasi mengikuti pelatihan di sesi 7-8, selanjutnya dilakukan kurasi menjadi 15 besar yang akan dipilih menjadi 5 UMKM Champion dari Provinsi Riau.


Dikesempatan yang sama, Gubernur Riau H Syamsuar mengatakan bahwa BBI dan BBWI merupakan suatu wadah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan untuk memperkenalkan sektor pariwisata di Riau.


Gubri juga mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Riau sebagai sala satu tuan rumah BBI-BBWI diantara 9 provinsi lainnya. Acara Harvesting BBI-BBWI ini merupakan puncak dari rangkaian acara diawali dengan digelarnya Festival Subayang yang digelar di Desa Gema, Kampar Kiri lalu.


Katanya, dalam kegiatan tersebut sebagai awal membangkitkan kembali ekonomi daerah dan prestasi UMKM melalui biro pengadaan barang dan jasa di Riau sampai dengan Juli 2023, mampu meraup pendapatan sebanyak Rp47 Milyar. Sementara melalui BBWI, mampu meraup pendapatan sebesar Rp18 Milyar hingga Juli 2023.


"Alhamdulillah kita sudah berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu Rp50 Milyar. Jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat karena masih ada berbagai event pariwisata, yaitu pacu jalur tepatnya Agustus dan festival ekonomi kreatif di Bengkalis," kata Gubri.


Ia juga menambahkan, dalam pengembangan ekonomi kreatif, pihaknya telah melakukan pembinaan kualitas ekonomi kreatif, branding, serta melakukan optimalisasi Badan Riau creative Network.


"Begitu banyak ekonomi kreatif Riau yang menembus pasar nasional maupun internasional, antara lain Durian, kopi Liberika, rotan, tanjak," katanya.


"Kemudian, pemusik Riau yaitu Riau Rhythm juga sudah mendua ini, lalu ada designer muda kita, Irvan Asmara yang akan mewakili Indonesia di Paris, Perancis," imbuhnya. 


Dalam rangka optimalisasi UMKM, jelas Syamsuar, Pemprov Riau bersama OJK dan BI telah menyiapka serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM. Lalu juga melakukan kerjasama bersama TOP Brand.


"Melalui pelatihan ini dapat mendorong semangat pelaku UMKM, untuk berkembang dan berinovasi sebagai upaya menyorot fungsi ekonomi di Provinsi Riau," harapnya.


"Melalui harvesting Gernas BBI-BBWI 2023 mari berkolaborasi untuk meningkatkan sektor UMKM dan pariwisata dengan mengangkat kearifan lokal dan kekayaan daerah," pungkasnya.(nie)