5 Wartawan Riau Terima Penghargaan PCNO yang Langsung Diserahkan Jokowi di HPN 2022 Kendari
Cari Berita

Advertisement


5 Wartawan Riau Terima Penghargaan PCNO yang Langsung Diserahkan Jokowi di HPN 2022 Kendari

Rabu, 09 Februari 2022

Sebanyak 5 wartawan senior Riau menerima penghargaan "Press Card Number One" (PCNO) dari PWI Pusat yang diserahkan Presiden Jokowi secara virtual pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 dan HUT ke-76 PWI. ist


KENDARI, PARASRIAU.COM - Sebanyak lima wartawan senior Riau menerima penghargaan "Press Card Number One" (PCNO) dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang diserahkan Presiden Jokowi secara virtual pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 dan HUT ke 76 PWI yang dipusatkan di halaman Masjid Al-Alam, masjid terapung di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/2). Presiden Jokowi menghadiri acara tahunan ini secara virtual dari Istana Presiden Bogor.


Puncak peringatan HPN dan HUT ke 76 PWI di Kendari dihadiri Ketua Dewan Pers M. Nuh, Ketua PWI Pusat selaku penanggungjawab Atal  S. Depari, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menpora Zainuddin Amali, Gubernur Sultra Alimazi, Gubernur Riau Syamsuar, sejumlah Duta Besar dan undangan lainnya.


Kelima wartawan tersebut masing-masing Sutrianto, Ridar Hendri, Syafriadi, Kazzaini Ks, dan Yanto Budiman Situmeang. Mereka bagian dari 30 orang penerima PCNO se Indonesia. Mereka adalah wartawan senior anggota PWI Riau.


Penghargaan PCNO diberikan karena kelimanya dianggap telah memberikan sumbangan signifikan dan dedikasi yang intens kepada dunia jurnalistik. Mereka setidaknya telah memenuhi salah satu dari tujuh kriteria berikut:  memiliki karya jurnalistik berkualitas minimal nasional, konsisten berkarya, menjadi pelopor pengembangan genre jurnalistik, memajukan dunia pers, membela kemerdekaan pers, atau konsisten memajukan sumberdaya pers.


Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari mengatakan press card number one (PCNO) diberikan kepada mereka yang tunak dan konsisten menulis dan menghasilkan karya karya jurnalistik yang berkualitas.


Atal bilang, PCNO hanya diberikan kepada wartawan senior berusia 50 tahun ke atas, yang telah lebih 30 tahun mengabdikan dirinya di dunia jurnalistik dan memang dianggap layak menerimanya.


"Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan kepada insan pers yang telah menunjukkan kinerja profesional, berdedikasi, pengorbanan kepada dunia pers, kemerdekaan pers dalam tahun-tahun pengabdiannya," tutur Atal Depari.


Anugerah Kartu Pers Nomor Satu atau PCNO diberikan sejak HPN 2010 di Palembang, Sumatera Selatan. Tokoh-tokoh pers yang mendapat penghargaan tersebut saat itu adalah Rosihan Anwar, Jakob Oetama, Herawati Dyah, Dahlan Iskan, Goenawan Mohamad, Fikri Jufri, Karni Ilyas, dan Alwi Hamu.


Di Riau beberapa diantara wartawan senior yang pernah menerima PCNO adalah Rida K Liamsi, Moeslim Kawi, Mulyadi, Saun Achmad Saragih, Zulmansyah Sekedang, Helmi Burman, Dheni Kurnia, Zufra Irwan, Oberlin Marbun, Raja Isyam Azwar, Fendri Jaswir dan Novrizon Burman.


Yanto Budiman mewakili rekan-rekan penerima anugerah ini mengucapkan terima kasih kepada PWI Pusat yang telah memberi penghargaan tertinggi dan bergengsi kepada liam wartawan senior Riau. "Kami berterima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada PWI Pusat khususnya ketua PWI bung Atal Depari atas anugerah ini. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi para junior untuk terus konsisten dan tunak menulis dan berkarya di bidang jurnalistik," ucap Yanto.


Wakil pimpinan umum berazammcom ini juga tak lupa menghaturkan ucapan yang sama kepada ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang yang dalam kurun waktu lima tahun ini tetap konsisten memfasilitasi para senior-senior wartawan yang dinilai layak diusulkan sebagai calon penerima PCNO ke PWI pusat.


"Saya mewakili kawan kawan juga tak lupa berterima kasih dan apreciate ketua PWI Riau adinda Zulmansyah. Semoga kedepannya PWI Riau makin progresif  dan  bergelora serta excellent," tandas Yanto Budiman.


Berikut Profil Kelima Penerima PCNO:


1.Sutrianto


Drs H Sutrianto (57) memulai karir jurnalistik di SKK Bahana Mahasiswa Unri (1987-1990), lalu wartawan SKM Genta (1990-1993) dan SKK Riau Pos (1993-2020).  Dia kemudian memimpin sejumlah suratkabar. Menjadi Pemimpin Redaksi SKH Utusan/Pekanbaru Pos (1998-2000), dan Padang Ekspres (2000). Setelah itu menjadi Pemimpin Umum Riau Pos (2001-2006), dan

Dumai Pos (2006-2017). Karirnya menanjak, setelah memegang jabatan Direktur Riau Pos (2007-2017), Komisaris Dumai Pos (2017-2020), dan Komisaris Riau Televisi (2013-2017).


Di organisasi wartawan, Sutrianto pernah menjabat Ketua PWI Riau (2002-2004, dan 2005-2009). Dia juga pernah menjadi Ketua Perbasi Riau (2009-2013), Anggota Presidium Pemuda Pancasila, Kosgoro dan Wakil Ketua Dewan Kesenian Riau (DKR),  2005-2008


2. Ridar Hendri


Ridar Hendri adalah salah satu pendiri SKK Bahana Mahasiswa. Memulai karir wartawan profesional sebagai koresponden Harian Suara Karya Jakarta (1988-1997), lalu menjadi Redaktur Pelaksana Tabloid AZAM (1997-2000), Pemimpin Redaksi Tabloid Intermezo (2000-2009) dan Pemimpin Umum TV Melayu (2009-2015). Kini menjadi Redaktur Ahli media online RiauOke.com.


Pendiri lembaga pelatihan jurnalistik Riau Communication Institute (2009-2015) ini memiliki pengalaman liputan jurnalistik di 16 negara, diantaranya Jerman, Selandia Baru, Prancis, Tiongkok, Taiwan, Jepang, Prancis, Filipina, dan Korea. Dia pernah menjadi Wakil Ketua PWI Riau Bidang Pendidikan, dan Sekretaris Porwanas 2005. Kini, kandidat doktor komunikasi Universiti Selangor Malaysia ini aktif mangajar di Unri.


3. Syafriadi


Dr Syafriadi SH MH memulai karir sebagai wartawan pada Tabloid Eksponen Yogyakarta (1990), lalu wartawan Mingguan Genta (1993-1997), Wakil Pemred Tabloid Pantau (1997), dan koresponden Mingguan Gatra (1997-1998). Tahun 1998-2017, dia menjadi Pimpinan Umum/ Pimpinan Redaksi Tabloid AZAM Pekanbaru. Sempat menjadi anggota DPRD Kampar (2004-2009), kini memimpin media online berazam.com. Doktor Ilmu Hukum ini juga menjadi dosen Ilmu Hukum di Universitas Islam Riau, dan beberapa Fakultas Hukum di perguruan tinggi swasta lain di Riau.


4. Yanto Budiman Situmeang


Pria 57 tahun kelahiran Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara ini mengawali debut jurnalistik tahun 1991-1995 di sejumlah media. Setahun kemudian (1995-1996) menjadi  Koresponden Harian Medan Pos di Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Tahun 1996-1997 bergabung di Tabloid PANTAU di Pekanbaru Riau. Selanjutnya tahun 1998-2018 bergabung di Tabloid AZAM dan dipercaya menjadi Pemred Tahun 2002-2005 dan 2008-2010.


Kini Sarjana Agronomi Faperta  Universitas Mulawarman Kaltim ini menjabat Wakil Pimpinan Umum Media Online berazam.com sejak  2017 sampai sekarang. Pemilik suara tinggi  (nyaris mirip genre nya Judika) ini pernah  Liputan Jurnalistik Luar Negeri; Malaysia dan Singapura.


Prestasi yang pernah didapat oleh YBS--panggilan akrabnya, Juara pertama berturut turut lomba penulisan Tajuk sempena Hari Pers Nasional lokal (Riau) tahun 2013 dan 2014.


Sedangkan keterlibatannya di PWI  diawali dari tahun 1996 hingga sekarang. Menjadi Wakil Bendahara PWI Riau periode 2012-2017.

Anggota Dewan Kehormatan PWI Provinsi Riau (2017-2022). Peraih Sertifikat Piagam Penghargaan PWI Provinsi Riau: Kategori Pengabdian Wartawan 25 Tahun dalam momen Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Privinsi Riau tahun 2017.


5. Kazzaini KS


Pria kelahiran Penyalai, Pelalawan, sudah menggeluti dunia jurnalistik sejak di SKK Bahana Mahasiswa Universitas Riau (1985 - 1990). Pernah menjadi pemimpin redaksi di beberapa surat kabar terkemuka, antara lain, Padang Ekspres (2000 - 2002), Riau Pos (2002 - 2009), Pekanbaru Pos (2011).


Semasa kuliah juga sempat menjadi Pemred Media Bahas, sebuah jurnal internal tentang bahasa dan sastra. Menulis sajak, cerpen, kritik, esai, dan laporan-laporan jurnalistik yang dimuat di berbagai media di Indonesia.


Sajak-sajak dan cerpen-cerpennya juga dimuat dalam beberapa antologi yang diterbitkan di Indonesia dan Malaysia. Menjadi penyunting (editor) beberapa buku. Beberapa kali diundang membacakan sajak di TIM Jakarta, beberapa kota lain di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, juga di kota Hansan dan Hankuk University, Korea Selatan. Menjadi Ketua Umum Dewan Kesenian Riau (2012 - 2017). Saat ini memimpin Yayasan Sagang yang bergerak di bidang kebudayaan Melayu.***


Editor: M Ikhwan