Selama Pandemi, Transaksi Pegadaian Digital Naik Signifikan
Cari Berita

Advertisement


Selama Pandemi, Transaksi Pegadaian Digital Naik Signifikan

Senin, 20 Desember 2021

 
Aplikasi Pegadaian Digital

 
PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Selama pandemi, PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Pekanbaru mencatat adanya terjadi peningkatan transaksi digital. Seiring dengan hal tersebut, Pegadaian telah menyiapkan aplikasi pegadaian Digital Service (PDS), dimana nantinya bisa membantu konsumen dalam melakukan pembayaran tanpa harus datang ke kantor. 
 
"Tren penggunaan transaksi secara digital ini terlihat meningkat di masa pandemi. Kami menerima pertanyaan misalnya apakah bisa membayar angsuran gadai dengan cara transfer, sehingga tidak perlu bayar tunai. Karena itu kami sudah menyiapkan aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) untuk memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Deputi Bidang Operasional Pegadaian Kanwil Pekanbaru, Tita Agustini, Senin (20/12).
 
Dikatakan Tita, Data Pegadaian Kanwil Pekanbaru mencatat, jumlah transaksi di aplikasi PDS pada Januari 2021 mencapai4.603 transaksi. Kemudian pada Juni 2021 angka itu melonjak ke posisi 13.275 transaksi. Ada peningkatan mencapai 188 persen.
 
"Pada Januari 2021 transaksi di Pegadaian Digital Service meningkat 137 persen Year on Year. Ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," paparnya.
 
Menurutnya aplikasi PDS kini telah menjelma sebagai pengganti semua layanan di outlet Pegadaian menjadi digital. Kini hanya lewat aplikasi, nasabah dapat melakukan transaksi tanpa diwajibkan datang ke kantor.
 
Meski demikian, pihaknya memahami nasabah perseroan datang dari berbagai kalangan tidak hanya di perkotaan namun juga di pedesaan. Karena itu bagi nasabah yang masih ingin melakukan transaksi secara tunai, pihaknya tetap menerimanya dengan baik.
 
"Jadi kami prinsipnya memberikan pilihan kepada nasabah, apakah mau bertransaksi secara digital atau tetap mau membayar
tunai. Namun untuk transaksi digital ini kami tak henti-henti mengedukasi masyarakat," ungkapnya
 
"Memang kita akui untuk semua nasabah belum terbiasa melakukan transaksi dengan non tunai ini. Apalagi sesuai anjuran pemerintah di masa pandemi ini untuk mengurangi interaksi salah satunya adalah dengan transaksi melalui non tunai. Tapi memang tak semudah itu. Memang sebagian ada yang cepat paham, namun sebagian kan enggak, ini PR bagi kami," pungkasnya.(pr-1)