FT UIR dan PPSDM GEOMINERBA Teken MoA, Dr Kurnia Hastuti: UIR Wajib Laksanakan Program MBKM
Cari Berita

Advertisement


FT UIR dan PPSDM GEOMINERBA Teken MoA, Dr Kurnia Hastuti: UIR Wajib Laksanakan Program MBKM

Selasa, 21 Desember 2021

FT UIR Teken MoA dengan PPSDM GEOMINERBA.


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Program Studi (Prodi) Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Isalam Riau (FT UIR) melaksanakan pertemuan bersama Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sawahlunto di Fakultas Teknik UIR.


Pada pertemuan itu, selain membahas teknis implementasi kerjasama untuk mendukung kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), FT UIR) bersama Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM GEOMINERBA) menandatangani nota Memorandum of Agreement (MoA) dalam bidang pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia bidang geologi, mineral dan batubara.


Adapun penandatanganan MoA telah dilaksanakan sebelumnya pada Senin (15/11/2021) lalu di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto oleh Ketua Pusat PPSDM GEOMINERBA Bandung, Bambang Utoro SH M Env Stud dan Dekan Fakultas Teknik Dr Eng Muslim ST MT diwakili Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Akmar Efendi SKom MKom. 


Turut hadir dalam penandatangan tersebut Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Mursydah MSc, Wakil Dekan Bidang Kepegawaian dan Keuangan Dr Anas Puri ST MT serta Ketua Prodi Teknik Geologi Budi Prayitno ST MT. 


Acara ini dihadiri Kepala Pelaksana Tugas Darius Agung Prata ST MKKK, berserta Tim BDTBT Sawahlunto. 


Secara lebih luas, kesepakatan kerjasama ini dilatarbelakangi oleh seluruh sistim steakholder terkait agar mampu menyelarasakan, sekaligus perpanjangan tangan antara lulusan dengan dunia usaha/industri untuk bersama-sama mendukung program-program strategis. Baik dari sisi pembangunan manusia yang lebih bermartabat, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta konservasi lingkungan yang saat ini masih perlu ditingkatkan. 


Pada saat ini, pembentukan karakter sumberdaya manusia tidak cukup hanya didapat dari pengalaman belajar di bangku perkuliahan. Tapi lebih lanjut harus melalui pembentukan karakter praktis yang didapat dari lingkungan yang lebih luas yaitu dunia usaha/industri. 


"Sangat besar harapan kami untuk dapat menjalankan kegiatan magang ini. Tujuannya agar mahasiswa ketika lulus nantinya sudah punya bekal yang lebih siap secara akademik maupun mental untuk masuk ke dunia kerja," ujar Kepala Prodi (Kaprodi) Teknik Geologi.  


Dikesempatan yang sama, Kepala BAAK UIR Dr Kurnia Hastuti ST MT mengatakan, pihak kampus dalam hal ini UIR harus dan wajib melaksanakan program MBKM yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Salah satunya adalah program magang ini.  


"Salah satu indikator kinerja universitas sekarang untuk proses Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) adalah persentase mahasiswa yang mengikuti program MBKM. Semakin banyak mahasiswa yang ikut MBKM termasuk magang, maka nilainya akan semakin tinggi," tegas Kurnia Hastuti ST MT.


Sementara Dekan Fakultas Teknik Dr Eng Muslim ST MT mengaku sangat senang dengan tindaklanjut kerjasama yang sangat cepat ini.


"Prodi Geologi adalah prodi pertama yang melakukan pendekatan teknis untuk kegiatan magang dalam mendukung program MBKM yang digagas oleh Kemendikbudristek. Saya berharap ini dapat terlaksana dengan baik dan sebagai pilot projek kegiatan MBKM di lingkungan Fakultas Teknik," harap Muslim. 


Adapun kerjasma ini juga disambut baik oleh pihak BDTBT Sawahlunto. Hal ini ditunjukkan dengan datangnya mereka ke Fakultas Teknik dari Sawahlunto yang jaraknya lebih kurang 7 jam perjalanan menggunkan kendaraan darat. 


Darius Agung Prata ST MKKK sebagai kepala plt BDTBT sangat antusias dengan implementasi kerjasama ini, terutama dalam kegiatan magang yang sedang dirancang pelaksanaan teknisnya.  


"Kami dari pihak Kementerian ESDM melalui kerjasma PPSDM Bandung akan menfasilitasi kegiatan magang dari prodi Teknik Geologi. Dan sangat besar harapan, kegiatan ini menjadi awal untuk kegiatan-kegiatan lainnya untuk mendukung MBKM yang sedang dilaksanakan di dunia kampus," sebut Darius. 


Hasil dari pertemuan ini bermuara kesepakatan magang terbatas bagi mahasiswa Teknik geologi yang memenuhi kualifikasi akademik dan non akademik. Dimana mahasiswa dari prodi Teknik geologi dapat melaksanakan magang selama 1 semester dan dapat dikonversikan menjadi 20 SKS. 


Pelaksanaan magang sendiri Insya Allah akan dimulai pada semester Genap 2021/2022. Semua teknis kegiatan lebih lanjut masih dalam tahap pembicaraan. Namun demikian, program magang ini telah disetujui oleh kedua belah pihak yaitu Prodi Teknik Geologi UIR dan BDTBT Sawahlunto sebagai pihak yang akan melaksanakan kegiatan magang. (*)


Editor: M Ikhwan