Himpun Paguyuban Jawa, Perkumpulan Pendowo Jati Riau Resmi Umumkan Deklarasi
Cari Berita

Advertisement


Himpun Paguyuban Jawa, Perkumpulan Pendowo Jati Riau Resmi Umumkan Deklarasi

Sabtu, 27 November 2021

 

Seluruh Paguyuban yang hadir berfoto bersama usai diumumkannya Deklarasi PPJR, sebagai wadah yang menghimpun Paguyuban Jawa di Riau, Sabtu (27/11) malam. 

PEKANBARU, PARASRIAU - Perkumpulan Pendowo Jati Riau (PPJR) resmi umumkan deklarasi, di Gedung Amarta Puri, Pekanbaru, Sabtu (27/11) malam. Kehadiran PPJR merupakan payung tertinggi diantara Peguyuban Jawa yang ada di Provinsi Riau. Dimana keberadaan PPJR nantinya, akan melindungi dari seluruh peguyuban yang ada di Bumi Lancang Kuning ini.


Dikatakan Ketua Umum Persatuan Masyarakat Jawa Timur (Permasa Jatim), Kampriwoto bahwa dibentuknya PPJR ini adalah sebagai wadah pemersatu bagi seluruh paguyuban yang ada di Riau. Apalagi jumlah masyarakat Jawa di Riau, saat ini cukup banyak dan untuk menyatukannya mereka tergabung dalam satu paguyuban sesuai dengan asal mereka. 


"Untuk mewadahi seluruh paguyuban itulah, dibentuk PPJR dimana nantinya bisa membawahi sekaligus melindungi terhadap seluruh paguyuban yang ada di Riau. Namun PPJR sendiri tidak akan mencampuri apa yang menjadi urusan dari internal paguyuban,"ujar Kampriwoto. 


Ia juga menjelaskan bahwa, saat ini dari 72 lebih paguyuban jawa di Riau, sudah 23 paguyuban yang bergabung di PPJR. Kita akan terus membuka diri, bagi teman teman paguyuban Jawa yang ingin bergabung dalam PPJR," tambahnya. 


Selain itu juga, dari tidak hanya Permasa Jatim, paguyuban Jawa Riau yang tergabung dalam PPJR diantara ada PKNS Jogyakarta sebagai Ketua Umumnya Suro Abadi, DPW Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) yang dipimpin oleh Ketua Umum Muhammad Adil dan dan Perkumpulan Masyarakat Jawa Tengah, Ketua Umumnya Suroso Ramli ikut bergabung dan mendeklarsikan PPJR Riau. Juga turut dihadiri Perkumpulan Masyarakat Lampung Riau (Permaslamri ) yang juga menyatakan siap bergabung. 


" Kami menargetkan dalam satu tahun ini semua paguyuban Jawa yang ada di Riau bisa terhimpun. Kita targetkan satu-satu karena masih banyak keberadaan orang Jawa yang di Riau belum terhimpun," kata Kampriwoto.


Ditambahkannya, bahwa pembentukan PPJR ini tidak adanya unsur politik. PPJR ingin menjadi wadah untuk menghimpun orang orang jawa yang ada di Riau. Jika ada ada anggota yang ingin berpolitik, PPJR tidak bisa melarang, karena itu hak seseorang. Tapi yang jelas, PPJR ini tidak terjun langsung dalam politik praktis." Tapi kalau ada, kawan kawan anggota yang ingin politik, itu hak mereka. Kami tidak bisa melarang," kata tokoh masyarakat Jawa Riau ini. (pr1)