Erick Thohir Sebut Riau Berpeluang Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera
Cari Berita

Advertisement


Erick Thohir Sebut Riau Berpeluang Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera

Jumat, 26 November 2021



PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, MBA menyebutkan bahwa Provinsi Riau berpeluang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera.


Hal ini lantaran provinsi yang berjuluk Bumi Lancang Kuning ini memiliki potensi sumber daya alam yang cukup mumpuni. Seperti minyak bumi, batubara, minyak sawit, perikanan dan lainnya.


"Ketika sumber daya alam yang berlimpah termanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi, Riau akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Sumatera," ujar Erick Thohir di hadapan sekitar 200 tamu undangan di Hotel Novotel Pekanbaru, Kamis (25/11/2021) malam.


Menteri yang sedang naik daun dengan kebijakan-kebijakan dalam mengelola BUMN itu, hadir di Novotel Pakanbaru pada acara yang bertajuk Silahturahmi dan Dialog Menatap Masa Depan Ekonomi Indonesia.


Sejak pukul 18.00 WIB, sejumlah tamu sudah berdatangan ke tempat acara. Ballroom hotel Novotel yang besar terasa sempit dengan penuh sesaknya tamu undangan. Tak tanggung-tanggung, mayoritas yang hadir adalah tokoh-tokoh Riau, baik tokoh kharismatik yang sudah dikenal luas Masyarakat Riau maupun tokoh milenial. Sebut saja Ketua MKA LAM Riau, Datuk Raja Marjohan Yusuf, Ketua LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar, Ketua FPKMR, drh Chaidir, Ketua PWI Riau, H..Zulmansyah Sekedang, Ketua PSMTI, Stepen Sanjaya, Ketua FPK Riau AZ Fachri Yasin, Ketua PWNU, Rusi Ahmad dan sederet tokoh Riau lainnya.


Dari kalangan pengusaha juga tampak hadir Pimpinan PT IKPP, Hasanudin, Owner Metro Riau Grup, Heric Rakasiwa, Sujatmiko dari Apindo Riau, Gulat Manurung dari Apkasindo, Berlin Sianipar dari Bank BTPN, Elvy Syahriandi dari REI, Peng Suyoto dari PT BKL, Muller Tampubolen dari APHI Riau, Dr.Hinsatopa Simatupang dan lain sebagainya.


Hadir juga sejumlah tokoh agama, pimpinan perguran tinggi, ketua-ketua paguyuban, sejumlah Ketua organisasi kepemudaan, ketua-ketua Ormas, ketua-ketua komunitas milenial dan lain sebagainya.


Pada dialog yang dimoderatori, akademisi Umri yang juga Wakil Ketua FPK Riau, Dr Santoso, SS, M.Si ini Erick Thohir juga memaparkan berbagai hal terkait ekonomi Riau terutama keberadaan BUMN-BUMN raksasa di Bumi Lancang Kuning ini seperti Pertamina Hulu Rokan, PTPN VI dan lain sebagainya.


Pemulihan Ekonomi


Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini juga menyebut, membangun kembali ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 menjadi tantangan setiap negara, termasuk Indonesia. Mengingat fenomena pandemi yang menyerang secara global membuat setiap negara harus mencari inovasi baru guna menggerakkan roda perekonomian.


"Market kita yang besar harus dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi kita bukan negara lain, SDA kita yang melimpah harus menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi kita bukan dimanfaatkan negara lain. Untuk itu,hilirisasi sumber daya alam harus dilaksanakan agar bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dinikmati masyarakat Indonesia," katanya.


Dia juga mangatakan, Indonesia sudah memiliki bekal yang cukup baik yaitu fundamental perekonomian nasional. Di mana, memiliki market yang mencapai 270 juta orang, memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah.


"Kita punya market dan sumberdaya alam yang besar. Jadi jangan takut, sampai 2045 perekonomian Indonesia akan terus tumbuh. Tumbuhnya semakin cepat jika semua yang dimiliki ini dimanfaatkan melalui teknologi termasuk dalam ekonomi digital," imbuhnya.


Saat diberi kesempatan, sejumlah tokoh Riau seperti drh Chaidir, Ir, AZ fachri Yasin dan sejumlah tokoh lainnya, memberikan masukan dan menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada Erick Thohir. Dialog berjalan santai dan menyenangkan apalagi dibumbui sejumlah bayolan-bayolan cerdas moderator Dr. santoso.


Erick Thohir menjawab dengan lugas dan gamplang sejumlah pertanyaan yang diberikan, dan memilih tak menjawab jika pertanyaan yang disampaikan tidak atau belum  dikuasainya seperti DBH Sawit dan lain sebagainya.


Acara dikahiri dengan foto bersama, uniknya bukan peserta yang mendatangi untuk foto bersama, tetapi Erick Thohir mendatangi satu demi satu meja peserta dan menteri muda ini baru meninggalkan acara mendekati pukul 23,00 WIB. (*)


Editor: M Ikhwan