Wagubri: Kita Berharap Dialog FPK Mampu Dorong Komitmen Pembauran Kebangsaan di Tengah Kebhinekaan
Cari Berita

Advertisement


Wagubri: Kita Berharap Dialog FPK Mampu Dorong Komitmen Pembauran Kebangsaan di Tengah Kebhinekaan

Minggu, 17 Oktober 2021



PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau, Sabtu (16/10) menggelar Dialog Nilai-nilai Pembauran di Tengah Masyarakat di Hotel Furaya Kota Pekanbaru.


Dialog yang mengusung tema "Akar Rumput di Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Brigjend (Purn) H Edy Natar Nasution.



Pada dialog ini, tiga narasumber saling memberikan pencerahan seputar hakekat pembauran. Mereka adalah Prof Dr Firdaus LN, MSi  memaparkan Nilai-Nilai Pembauran Masyarakat Multikultural, Prof Dr Yusmar Yusuf, MPSi menyampaikan materi Pembauran Dalam Masyarakat Melayu serta Ketua FKUB Riau, KH Abdurrahman Qoharuddin, MAg tentang Pembauran Dalam Kehidupan Umat Beragama. Sedangkan moderatornya Ir Fakhrunnas MA Jabar.


"Dialog ini merupakan tradisi bagi masyarakat kita. Yang asal katanya dialek, berbual, berinteraksi antara satu dengan yang lain dan di situlah artinya pembauran tersebut. Dalam bahasa melayunya, pembauran ini adalah perpaduan antara lintas etnis, kaum, suku, bangsa di dalam wadah kondusifan yang terpayung oleh FPK Riau. Maka, pada hari ini kita buat sedemikian rupa, sehingga interaksi kita di dalam dialog ini berbaur, bersatu membangun komunikasi dalam kehidupan kita yang lebih hakiki lagi. Memang kegiatan ini kita setting, kita format sebagaimana kata orang-orang tua "Banyak Orang Pergi ke Teluk, Singgah Sebentar ke Tanjung Jati. Banyak Lihat di Acara Dialog, Dialog Hari Ini Seperti Acara TV". Maka kita beri kebebasan pemikiran, tidak ada batas-batas dan sekat bahwa yang ingin kita keluarkan ini demi untuk kebersamaan, kemajuan dan kejayaan kita dalam berbangsa dan bernegara. Mungkin dapat disimpulkan, dengan adanya kegiatan dialog ini yang selama ini komunikasi kita tersumbat, pada hari ini bisa terurai. Itulah tujuan hakiki dialog ini digelar," papar Ketua Panitia Pelaksana Dialog Nilai-Nilai Pembauran di Tengah Masyarakat M Nasir Panyalai mengawali laporan.


M Nasir Panyalai mengungkapkan, kegiatan dialog yang ditaja FPK Riau ini menggunakan anggaran dana hibah yang dititipkan di Kesbangpol Riau yang digunakan oleh FPK Riau. 


"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, memberikan contoh kepada kita bersama bahwa kegiatan ini sudah merupakan kegiatan rutin FPK untuk menjadi rujukkan kita pada masa yang akan datang. Begitu juga kita harapkan kepada Pemerintah Provinsi Riau, bahwa anggaran yang digunakan FPK Riau tidak semata-mata untuk seremonial saja. Tapi kegiatannya lebih bersifat konkrit seperti hari ini. Jadi kalau sekiranya tahun depan ada perubahan-perubahan angka dana hibah, malah diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Kalau bisa dana hibah untuk FPK Riau ini ditambah lagi," harap M Nasir Panyalai disambut riuh tepuk tangan peserta dialog yang berjumlah sekitar 150 orang peserta yang terdiri dari utusan organisasi Paguyuban, Pengurus FPK Riau, FKUB, utusan BEM, utusan PGRI dan Forum RTRW serta insan pers.


Sementara itu, Ketua FPK Riau Ir AZ Fachri Yasin MAgr menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mendesain acara dialog ini sedemikian rupa. Sehingga kegiatan dialog ini bisa terlaksana dengan baik.


"Dan apa yang menjadi tujuan FPK Riau bisa tercapai. Salah satunya adalah penyebarluasan pemikiran berkaitan dengan pembauran di tengah-tengah masyarakat," harapnya.


Sementara itu, Wagubri Brigjend (Purn) H Edy Natar Nasution dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi dialog ini menyampaikan, atas nama Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan dialog yang ditaja FPK Riau ini. Dan berharap, dialog ini menghasilkan harapan positif. Sehingga nanti bisa melahirkan energi-energi baru yang terus mendorong langkah untuk merawat pembauran kebangsaan di tengah kebhinekaan.


"Karena kita masih dalam situasi pandemi covid-19, pada kesempatan ini saya mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Karena kita yang bisa menjaga ini semua. Alhamdulillah sampai saat ini trend covid-19 di Provinsi Riau, bahkan di seluruh wilayah Indonesia terjadi penurunan. Dan ini perlu kita jaga bersama-sama," pesan Wagubri.


Sebagai Dewan Pembina FPK Provinsi Riau, Edy Natar menyampaikan apresiasi kepada FPK Riau yang tanpa lelah terus menggelar berbagai kegiatan pembauran kebangsaan.


"Dialog pembauran yang menghadirkan berbagai paguyuban ini  merupakan bentuk terlaksananya pembauran yang sesungguhnya. Meski berbeda etnis, suku, ras dan agama namun tetap bersatu dalam NKRI. Apalagi Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang beraneka ragam baik, suku, etnis, bahasa, ras, dan agama," sebut Edy.


Dia menjelaskan, kemajemukan Bangsa Indonesia dapat dilihat dari gambaran demografi. Bahwa terdapat 726 suku bangsa dan 116 bahasa daerah dan enam agama yang tersebar di berbagai wilayah nusantara. Yang bertekad untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa Indonesia. Sehingga, kebhinekaan tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. 


"Di masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang, bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal. Hal ini disebabkan oleh berbagai latar belakang permasalahan baik ras, suku, budaya dan agama yang dapat mengancam integritas nasional. Oleh karena itu, dalam rangka menjaga, memelihara keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap tegaknya kedaulatan NKRI diperlukan adanya komitmen seluruh bangsa. Juga upaya-upaya meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu upaya itu adalah dialog-dialog dan pertemuan-pertemuan yang diadakan seperti yang kita lakukan pada hari ini. Semoga dialog ini mendorong komitmen kita dalam merawat pembauran kebangsaan di tengah kebhinekaan," tutup Edy Natar. pr2