FPK Riau Silaturahmi ke Jajaran Pengurus FPK Sumsel
Cari Berita

Advertisement


FPK Riau Silaturahmi ke Jajaran Pengurus FPK Sumsel

Kamis, 28 Oktober 2021



PALEMBANG, PARASRIAU.COM - Kunjungan kerja Tim Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau di Provinsi Sumsel, 24-26 Oktober berjalan lancar serta disambut hangat oleh Ketua FPK Sumsel yang juga  Sultan Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dan Kaban Kesbangpol Sumsel, Kurniawan dalam acara pertemuan ramah-tamah di Hotel Sriwijaya, Senin (25/10).


Tampak hadir, Kaban Kesbangpol Sumsel  Kurniawan bersama Kabid Pembinaan Ideologi, Fauzi. Dari kalangan pengurus FPK hadir pula Wakil Ketua H. Syairozi, Sekretaris FPK dan pimpinan sejumlah paguyuban. Sedangkan Tim FPK Riau terdiri atas tiga Wakil Ketua FPK yakni Dr. Santoso (Ketua Rombongan), Fakhrunnas MA Jabbar dan M. Nasir Penyalai, Bendahara, Sadrianto dan Ketua Paguyuban Aceh, Djamaluddin Badai.


Ketua FPK Sumsel, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dalam sambutannya mengatakan keberadaan FPK Sumsel berdasarkan Permendagri No. 34 Tahun 2006. Sultan Iskandar pernah dipercayai sebagai Ketua FPK Sumsel periode   2009- 2016 dan dipercaya kembali periode sekarang 2021-2025 dan jumlah pengurus sebanyak 34 orang.


Sultan Iskandar menceritakan, dinamika perkembangan FPK Sumsel yang mengkoordinasikan sejumlah 58 paguyuban etnik/ suku di Sumsel. Dalam era disrupsi sekarang, FPK harus berperan aktif untuk membina masyarakat  karena sistem informasi yang berlangsung cepat dan terbuka


"Dalam hubungan antaretnik dan suku di Provinsi Sumsel, Alhamdulillah di sini zero konflik. Hal ini berkat koordinasi yang baik antar paguyuban etnik yang ada," kata Ketua FPK Sumsel ini.


Kaban Kesbangpol Sumsel, Kurniawan, M.Si dalam pengarahannya mengungkapkan rasa syukurnya karena situasi Covid 19 yang melandai memungkinkan adanya pertemuan silaturahim secara tatap muka.


Kurniawan selanjutnya menjelaskan, Provinsi Sumsel yang terdiri atas 17 kabupaten berpenduduk sekitar 9 juta jiwa sangat heterogen berdasarkan etnik dan suku serta agama.


"Berkat adanya FPK yang berdiri sejak 2009, pihak pemerintah sangat terbantu dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya konflik sosial. Saya bersyukur karena hampir tak ada konflik antaretnik dan suku di Sumsel," kata Kurniawan.


Ditambahkan, selama ini FPK bersinergi dengan Kesbangpol dan organisasi etnik dan keagamaan lain dalam menangani berbagai masalah sosial antaretnik dan agama.


"Kami di Sumsel selama ini merasa dekat dengan  Riau dalam hubungan DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) dimana Gubernur Sumsel, Bapak Herman Deru sebagai ketuanya di sini," kata Kurniawan.


Pengurus FPK Terbesar di Indonesia


Di awal acara, Ketua Tim  FPK Riau, Dr. Santoso, memperkenalkan anggota rombongan dan menceritakan sekilas sejarah berdirinya FPK yang diawali dari Forkesmar (Forum Kesatuan Masyarakat) Riau yang  turut diinisiasi oleh tokoh masyarakat dan pemuka adat Melayu Alm. Dr. HC. H. Tenas Effendy.


"Kehadiran Forkesmar di awal reformasi sangat berperan dalam situasi tarik menarik dalam  masyarakat. Forkesmar berhasil mengelola dinamika reformasi tersebut sehingga zero konflik. Kalau ada sedikit pergesekan tentu hal itu wajar sebagaimana dinamika sendok dan piring yang menghasilkan keindahan," kata Santoso.


Santoso menambahkan, FPK Riau berdiri sejak 2006 dan kini beranggotakan 52 paguyuban etnis dan paguyuban kedaerahan. Kepengurusan FPK periode 2017-2021 yang diketuai oleh Ir. A.Z. Fachri Yasin, M.Agr terdiri atas 268 personil. Ini merupakan pengurus FPK terbesar di Indonesia.


Dijelaskan, FPK Riau memiliki tiga fungsi yakni preventif dalam mewujudkan situasi harmoni melalui diskusi dan pertemuan. Fungsi akomodasi dalam memberikan masukan dalam kebijakan daerah. Serta fungsi pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi kreatif dan bidang sosbud.


Kegiatan monumental yang pernah dilakuksn FPK Riau diantaranya Parade Bhinneka Tunggal Ika yang melibatkan 5000 peserta dari unsur etnik, budaya dan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan seminar mencapai lima kali dalam setahun.  


Pada pertemuan yang sama, turut berbagi pengalaman Wakil Ketua FPK Riau, Fakhrunnas MA Jabbar dan M. Nasir Penyalai serta Bendahara Sadrianto.


Selama di Palembang, Tim FPK Riau diajak oleh  Sultan Palembang berziarah ke Komplek Makam Sultan dan Babgsawan Palembang serta situs sejarah masa silam. Selanjutnya Staf Sultan  Palembang, Ach. Nawawi mengajak rombongan mengunjungi Jembatan Ampera, beberapa produsen pempek Palembang dan usaha kuliner rakyat malam hari di tepi sungai Musi di bawah Jembatan Ampera. 


Didampingi pengurus FPK Sumsel, rombongan mengunjungi Museum Bala Dewa yang banyak mengoleksi peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya seperti batu prasasti dan sebagainya. Di hari terakhir, rombongan berkunjung ke kediaman Sultan Palembang, Sultan Iskandar. Dan turut melepas keberangan Tim FPK Riau di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin. (*)


Editor: M Ikhwan