Rayakan Tahun Baru 1443 H, Pesantren AUFIA Riau Gelar Festival Muharram
Cari Berita

Advertisement


Rayakan Tahun Baru 1443 H, Pesantren AUFIA Riau Gelar Festival Muharram

Sabtu, 14 Agustus 2021

KH. Misran Agusmar, Lc saat menyampaikan taujih pada perayaan Muharram Festival di Ponpes AUFIA Riau. ist


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Pondok Pesantren AUFIA Global Islamic Boarding School (GIBS) Riau menggelar berbagai kegiatan keagamaaan sempena peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriyah yang jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021 lalu.


Momentum peringatan Hari Besar Islam di Ponpes rintisan Rotte Foundation dan Universal Wakaf tersebut, tahun ini mengambil tema "Tahun Baru Hijriyah Menjadi Momentum Perbaikan Diri."


Dalam kesempatan itu, Pimpinan Ponpes AUFIA KH. Misran Agusmar, Lc dalam taujihnya mengajak para santri untuk menjadikan tahun baru Hijriyah 1443 ini sebagai momen perbaikan diri.


“Melalui momentum bulan Muharram ini, mari kita tingkatkan ibadah kepada Allah. Kita tingkatkan amal shaleh. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat, barakah serta rida kepada kita semua, sehingga dalam menjalani kehidupan selalu dalam bimbingan-Nya menuju kesuksesan dunia akhirat," imbau Kyai Misran.


Lebih jauh, Kyai mengingatkan pergantian tahun baru Hijriyah ini menjadi momentum spiritual, momentum kemanusiaan dan momentum untuk terus memperbaiki diri. Hal ini bertujuan agar hubungan dengan Allah semakin dekat, hubungan dengan sesama manusia semakin baik dan dedikasi terhadap kemajuan peradaban. Apalagi di tengah wabah pandemi Covid-19 yang belum berhenti.


"Di momen tahun baru Hijriyah ini, mari kita refleksi atas kekurangan di tahun lalu dan kita lakukan perbaikan serta evaluasi di tahun ini dan mendatang, karena spirit Muharram mengajarkan pengendalian diri demi terciptanya kedamaian dan ketenteraman hidup, baik secara fisik, sosial, maupun spiritual," tuturnya.


Bentuk perayaan yang dilakukan diantaranya: Lomba Cerdas Cermat, MTQ, Adzan, Nasyid serta Pidato.  Semua kegiatan dilaksanakan di Kampus AUFIA Jalan Bypass Chevron Rumbai-Minas, Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak Riau.


Perayaan Muharram ini juga didukung Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dengan tetap mematuhi Prokes. Dalam perlombaan yang berlangsung meriah ini, para santri dapat menunjukkan kebolehannya dengan sikap berani.


Adapun lomba adzan dimenangkan oleh Adzka (Juara 1), M. Zaidi Alim (Juara 2) dan M Fatih Al Asykar (Juara 3). Kemudian lomba MTQ  masing-masing dimenangkan oleh Fajri Kurniawan (Juara 1), Adzka (Juara 2) dan Keanu Al Isra (Juara 3). Untuk pidato menjadi yang terbaik diraih oleh M Audric Al Fateh (Juara 1), Adrian Dios (Juara 2) serta Rafil Fayyad (Juara 3).


Di tempat yang sama, Sekretaris Ponpes AUFIA Ustad Muhammad Noviandra menyampaikan harapannya. "Semoga melalui Muharram Festival ini, semakin menguatkan, meningkatkan sekaligus menyemarakkan nilai-nilai Islam, khususnya di kalangan pesantren, terutama bagi para santri," harapnya.


Untuk diketahui, Muharram merupakan bulan penting dalam sejarah umat Islam. Dalam bulan ini terjadi peristiwa perpindahan umat Islam bersama Rasulullah. Berangkat dari Mekkah menuju Madinah, setelah 13 tahun dakwah Islam dikembangkan di Kota Mekkah. Maka, peristiwa ini biasa disebut sebagai hijrah.


Beberapa tahun sebelum hijrah ke Madinah, pernah suatu ketika dilakukan uji coba hijrah ke wilayah kekuasaan Kekaisaran Ethiopia, yang saat itu disebut Abyssinia. Hijrah pertama dalam sejarah Islam ini tak diikuti Rasulullah. Rombongan dipimpin sepupu beliau, yakni kakak dari Sayyidina Ali, Ja’far bin Abi Thalib yang diikuti oleh 30 keluarga. Hijrah terpaksa dilakukan karena tekanan kaum kafir Quraisy yang begitu kuat.


Kaum musyrik Mekkah yang tidak puas dengan hal itu, melakukan pengejaran kepada rombongan kaum muslim. Hingga akhirnya sebagian dari mereka bertahan di Ethiopia di bawah perlindungan Kaisar Ethiopia dan sebagian kembali ke Mekkah.


Dan, jelang perayaan 76 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia, hendaknya menjadi refleksi bagi kita semua untuk selalu menunaikan pesan-pesan Nabi di atas, yakni menjunjung persatuan serta menghormati hak-hak sebagai sesama warga bangsa dan negara Indonesia. (rls)


Editor: M Ikhwan