PPID Pemko Dumai Rekor, Pertama Kembalikan Isian SAQ Badan Publik
Cari Berita

Advertisement


PPID Pemko Dumai Rekor, Pertama Kembalikan Isian SAQ Badan Publik

Selasa, 06 Juli 2021


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Pemerintah Kota Dumai mencatat rekor sebagai badan publik pertama di Provinsi Riau yang telah mengembalikan formulir pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) kepada Komisi Informasi Riau. Hanya kurang dari 10 hari, PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Utama Dumai telah menyelesaikan pengisian kuisioner pemeringkatan badan publik tersebut.


"Dumai ini luar biasa dan patut untuk diapresiasi keseriusannya dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi publik tahun 2021 ini. Di saat yang lain masih sibuk mengisi SAQ, mereka justru sudah selesai dan yang pertama mengembalikannya kepada kita hari ini," komentar Ketua Komisi Informasi Riau Zufra Irwan,SE kepada media di kantornya, Selasa (6/7/2021) siang.


Berkas isian SAQ Badan Publik tersebut diantarkan langsung Kasi Layanan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Dumai Rodiansyah, SH ke Komisi Informasi Publik Riau. Berkas tersebut diterima Wakil Ketua KI Riau Tatang Yudiansyah didampingi Komisoner Bidang Kelembagaan Jhony Setiawan Mundung.


Menjawab media tentang pengembalian formulir SAQ yang cepat dan lebih dulu ketimbang badan publik lainnya, Rodiansyah mengungkapkan, hal itu karena proses pengisiannya memang sudah selesai. "Kalau bisa cepat kenapa harus lambat? Lagian kalau ini dapat diselesaikan lebih cepat, kan banyak pekerjaan lainnya yang bisa kami kerjakan," jawab Rodiansyah.


Selain itu, kata Rodiansyah, PPID Pemko Dumai memang terus berbenah sejak terbentuk pertama kali tahun 2019 silam. Dukungan anggaran yang dikucurkan Pemko Dumai juga membuat PPID Kota Pelabuhan tersebut semakin bersemangat untuk melaksanakan amanah UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). 


Dalam pemeringkatan Badan Publik tahun lalu yang diadakan Komisi Informasi Riau, ujar Rodiansyah, Pemko Dumai berada di peringkat kelima dari tujuh daerah yang masuk nominasi kelompok kabupaten kota. "Iya, mudah-mudahan tahun ini Dumai bisa minimal masuk tiga besar," harap jebolan Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning itu.


Menurut Rodiansyah, hingga saat ini tercatat ada delapan permintaan informasi publik yang disampaikan masyarakat kepada PPID Utama Kota Dumai. Rata-rata permintaan informasi itu ditujukan kepada Dinas Koperasi, Dinas Sosial dan juga terkait informasi pengelolaan dana Covid-19. "Semuanya (permintaan informasi itu) kita penuhi. Tidak ada yang bersengketa," papar Rodiansyah yang mengelola PPID Utama Pemko Dumai bersama seorang stafnya di bagian desk layanan informasi publik.


Baru Tahap Pertama


Pemeringkatan Badan Publik tahun 2021 di Riau saat ini masih dalam tahap pertama, yakni penyerahan formulir kuisioner SAQ. Komisi Informasi Riau baru hari ini menyelesaikan penyerahan formulir itu yang diserahkan kepada 36 OPD di lingkungan Pemprov Riau. Sedangkan formulir SAQ untuk kelompok Badan Publik Kabupaten Kota, Perguruan Tinggi, Partai Politik, Instansi Vertikal dan BUMD Pemprov Riau sudah diserahkan secara bertahap sejak dua pekan silam.


Setelah ini, para Komisioner KI Riau akan melakukan tahapan kedua berupa visitasi (kunjungan) ke seluruh PPID yang jumlahnya lebih dari 100 badan publik di Riau. Selain melakukan cross check terhadap formulir isian SAQ, kunjungan ke badan publik juga untuk meninjau kemajuan desk layanan informasi publik dan penerapan SOP di setiap PPID. 


Setelah tahapan visitasi, dilanjutkan dengan presentasi badan publik, rapat monitoring dan evaluasi serta rapat pleno pemeringkatan badan publik. Hasil pemeringkatan itu yang kemudian akan menentukan klasifikasi badan-badan publik, apakah "cukup informatif", "menuju informatit" dan "informatif". Setiap tahun pengumuman hasil pemeringkatan badan publik itu dilakukan Komisi Informasi Riau lewat kegiatan "KI Riau Award".  (*)


Editor: M Ikhwan