Periode 2021-2025, Syafrinaldi Kembali Dilantik Sebagai Rektor UIR
Cari Berita

Advertisement


Periode 2021-2025, Syafrinaldi Kembali Dilantik Sebagai Rektor UIR

Kamis, 01 Juli 2021

 


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Secara resmi  Prof. Dr H. Syafrinaldi, SHMCL kembali dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Riau, oleh Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau, Dr. H. Nurman, Sos. Msi, periode kedua tahun 2021-2025, Kamis (1/7) di Gedung Rektorat UIR Pekanbaru.  


Pelantikan rektor yang terpilih dalam sidang senat pada 23 April lalu, digelar dengan tetap menerapkan proktokol kesehatan yang ketat, dan digelar secara virtual. Hadir secara virtual Gubernur Riau, H Syamsuar diwakili Sekretaris Daerah Masrul Kasmy, Ketua Kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof Dr Herri, MBA, para rektor di seluruh Indonesia, Bupati dan Walikota se Provinsi Riau. Sementara itu secara langsung hadir dalam pelantikan Bupati Kampar, H Catur Sugeng, mantan rektor periode sebelumnya Hasan Basri Djumin, Detri Karya, para wakil Rektor dan juga seluruh dekan arsitektur UIR. 



Dikatakan Kepala YLPI Riau, Nurman bahwa dengan kembali diberikan amanah sebagai rektor tentunya diharapkan Syafrinaldi dapat mempertahankan dan meningkatkan berbagai prestasi yang telah dicapai pada periode sebelumnya. Menjadi kebanggaan nasional maupun Internasional, dan membawakan nama UIR semakin dikenal di seluruh dunia sesuai dengan visi dan misi UIR 2041 yakni menjadikan Universitas Islam Berkelas Dunia Iman dan Takwa. 


"Kita patut bersyukur karena kedepan UIR memiliki Rektor yang visioner, dimasa kepemimpinan beliau sudah banyak yang telah dilakukan untuk kemajuan UIR. Sama-sama kita melihat bagaimana perubahan UIR yang cukup signifikan dan kebanggaan kita ini. Semoga UIR akan lebih maju dan lebih maju lagi. dikenal di kancah dunia," jelasnya. 



Atas prestasi dan pengabdian tersebut, lanjut Nurman, pihak yayasan juga turut memberikan pin emas dam juga tiket umroh sebagai bentuk apresiasi yayasan, atas prestasi dan pengabdian yang ditunjukkan Syafrinaldi lima tahun terakhir, periode sebelumnya. Begitu pula halnya, dirinya mengapresiasi atas prestasi yang telah diraih UIR, salah satunya menjadikan UIR sebagai perguruan tinggi yang meraih akreditasi internasional. 


Sekdaprov, Masrul Kasmy mengucapkan selamat kepada rektor UIR yang baru dilantik. Ia berharap, rektor mampu menjalankan jabatan secara amanah. Menjadikan perguruan tinggi UIR yang dibanggakan di seluruh dunia, tidak hanya unggul dari segi ilmu pengetahuan. Tetapi juga mampu membawa mahasiswanya memiliki iman dan taqwa. Apalagi UIR merupakan universitas swasta pertama di Sumatera yang akan berakreditasi internasional. "Ini jadi kebanggaan kita bersama," tuturnya.


Pemprov juga mendukung dan mendorong UIR menciptakan generasi yang cerdas, tangguh dan siap bersaing di era globalisasi. "UIR perlu memperkuat pusat-pusat kajian ilmiah. Sehingga mampu menjawab permasalah yang dihadapi sekarang secara ilmiah,"ungkap Masrul. 



Dalam kesempatan yang sama pula, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof Dr Herri, MBA juga mengatakan bahwa saat ini UIR sudah menjadi perguruan tinggi yang cukup maju di bawah kepemimpinan Syafrinaldi. Ia mampu membawa UIR menjadi kampus kebanggaan Riau maupun wilayah LLDIKTI X. Dari data LLDIKTI bahwa ada 900-an Prodi baru 34 yang terakreditasi A. Dari jumlah itu, 50 persennya ada di UIR. Di samping itu, ada 18 Prodi di UIR yang mendapat akreditas internasional. Belum lagi jumlah profesor sebanyak 30 orang, dan 50 persennya juga ada di UIR. 


"Secara keseluruhan, UIR memiliki kinerja yang sangat membanggakan. Tapi jangan cepat puas. Tapi harus terus berpacu agar Indonesia mampu duduk sejajar dengan bangsa lainnya," katanya.


UIR juga diminta mempersiapkan kebijakan yang menjadi hak mahasiswa meningkatkan kompetensinya lewat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan kemampuan praktis dan bukan konsep konsep. 


"Dengan program ini, mahasiswa berkesempatan magang di perusahaan, KKN, ketika ingin menjadi wirausawan. Sehingga mereka tamat kuliah nanti, mahasiswa memiliki kemampuan praktis sebagai bekal dirinya bersaing di dunia kerja," tutur Herri. 


Sementara itu, Rektor UIR Syafrinaldi mengatakan bahwa dari tiga semester jelang tugas di periode pertama 2017-2021, memang menjadi tugas yang berat dan bahkan pada saat dilantik untuk periode kedua, karena kondisi pandemi Cobid-19 yang terjadi hingga saat ini mengubah segala perilaku manusia . Sehingga, diakuinya berimbas pada berbagai realisasi dari berbagai program kerja yang telah disusun.


Memang saat ini menjadi masa yang sulit dimana kita bekerja harus maksimal, dimasa pandemi. Covid-19 ini telah melanda dunia, namun demikian kita harus tetap bisa terus, terus bisa bekerja dalam mewujudkan atau melaksnakan berbagai program kerja, dengan tentunya mematuhi protokol kesehatan ,"pungkasnya. ***