Grand Opening Koojai Caffee, M Ikhsan: Berharap Caffee Ini Mengembang Seperti Karet
Cari Berita

Advertisement


Grand Opening Koojai Caffee, M Ikhsan: Berharap Caffee Ini Mengembang Seperti Karet

Sabtu, 22 Mei 2021


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Kawasan Jalan Arifin Achmad Kota Pekanbaru menjadi pilihan lokasi ekspansi dan pengembangan Koojai Coffee di Bumi Melayu Lancang Kuning ini.


Cafe milik anak jati Riau berdarah Melayu Riau dan Melayu Deli ini tepatnya di samping Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau adalah cabang kedua setelah Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dan di Kota Pekanbaru, resmi melakukan grand opening, Jumat (21/05/2021) siang usai Sholat Jumat pukul 13.30 WIB.



Grand opening dihadiri Camat Marpoyan Damai, Lurah Tangkerang Tengah, Babinsa Tangkerang Tengah, relasi, kerabat, tokoh masyarakat dan puluhan anak yatim.


"Yang menginspirasi saya membangun usaha kuliner di Jalan Arifin Achmad, karena kawasan Arifin Achmad ini akan menjadi sentra kuliner nantinya di Kota Pekanbaru. Memang sudah banyak disini yang buka terlebih dahulu. Tapi saya berkeyakinan, yang namanya rezeki itu tidak akan tertukar. Tentunya kita memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing," tutur Pemilik Koojai Coffee, M Ikhsan kepada media, Jumat (21/05/2021).



Di Koojai Coffee, sebut alumni STPDN tahun 2007 ini, tersedia Kopi Aceh Arabika yang membawa cita rasa baru di Kota Pekanbaru.


"Yang kita unggulkan itu adalah bean kita, spesialiti dari Gayo, Arabika. Dan makanan kita, cita rasa nusantara. Kita juga memanfaatkan anak-anak lokal Kota Pekanbaru untuk bekerja disini. Kita punya chef itu ada empat. Keempat chef ini anak Pekanbaru. Sedangkan Barista kita ada empat. Tiga dari Pekanbaru dan satu dari Banda Aceh," beber pria berusia 35 tahun ini.



Sementara filosofi dari Koojai Coffee, ulas pria yang akrab disapa Ican ini, Bahasa Melayu Bangkinang itu artinya karet. "Harapan kita cafe ini ke depan mengembang seperti karet," harap Ican.


Mengenai menu unggulan dari Koojai Coffee ini, ungkap Ican, dari minuman itu ada lima varian. Yang pertama: Arabic Koojai yang komposisinya 100 persen Bean Arabika Gayo ditambah susu dan ada sedikit resep rahasia yang berbeda dengan yang lain. Kedua; ada Kopi Sanger biasa yang juga menggunakan biji Kopi Arabika Gayo, ketiga; ada Matcha yakni minuman anak kekinian.



"Karena kita berharap anak kekinian di Pekanbaru bisa menikmati sajian yang kita hidangkan. Disamping itu, kita juga punya Coklat Matcha yang menjadi ciri khas Koojai Coffee," ujar Ican.


Untuk varian makanan yang menjadi unggulan Koojai Coffee, katanya, itu Nasi  Goreng Koojai, Mie Goreng Koojai dan Indomie Bangladesh. 


"Khusus Indomie Bangladesh ini sebelumnya sudah hits dikalangan anak muda Kota Medan. Menu ini kita coba bawa ke Pekanbaru. Yang bahannya Indomie biasa, tetapi ada bumbu-bumbu rahasia. Namanya Bangladesh kalau di Medan. Di Medan, anak-anak muda itu tak asing yang namanya Indomie Bangladesh," ujar Ican seraya menyampaikan, untuk menu makanan ada 35 varian. Sedangkan minuman ada 15 varian. Sementara snack ada 11 sampai 12 varian.


Soal fasilitas, beber Ican, Koojai Coffee punya 72 meja besar dengan tiga konsep. Yang pertama; ruang tertutup AC, kedua; ruangan out door tertutup atap dan ketiga; garden(taman) dibelakang, yang sekarang istilah anak mudanya instagrammable.


"Keunggulan kita, Koojai Coffee punya areal parkir yang luas, bisa menampung 25 mobil. Dan kita membuka mana tahu ada yang mengadakan arisan dan acara ulang tahun, kita punya tempat yang cukup luas. Selain itu, kita punya fasilitas mushalla. Bahkan ada live musik pada hari Jumat, Sabtu dan malam Minggu. Dan kita buka mulai jam 08.00 WIB pagi dan kita tutup last order itu jam 11.00 WIB malam. Karena setelah kita research, kita tahu di Arifin Achmad ini ada 11 perkantoran baik pemerintah maupun swasta. Jadi kita berharap, karyawan dan pegawai-pegawai yang ada di Arifin Achmad bisa sarapan di Koojai Coffee ini. Karena kita punya lima tenant yang kita sewakan. Sampai saat ini kita punya roti canai, varian lontong dan mie sagu Bengkalis. Yang mana sistem sewa tenant kita bagi hasil. Karena kita tidak ingin memberatkan partner kita di tenant. Kalau hasilnya banyak kita berbagi. Kalau hasilnya kita juga berbagi dengan porsentase 70:30. 70 untuk yang jualan dan 30 untuk Koojai Coffee. Di setiap tenant kita siapkan listrik, westafle sendiri dan penerangan sendiri. Pembayaran sistem satu kasir," papar Ican.


Terkait masa pandemi covid-19 yang melanda bangsa Indonesia, khususnya di Pekanbaru, Ican mengatakan, pihaknya selaku pelaku usaha ikut mendukung program pemerintah mengantisipasi penyebaran virus corona dengan mengurangi kapasitas sampai 50 persen. Dan mewajibkan setiap pengunjung menggunakan masker dan menyiapkan sarana cuci tangan serta termogan.


"Kondisi pandemi ini, kami pelaku usaha berharap segera selesai. Tapi tentunya kita bisa memanfaatkan teknologi yang ada seperti pesan online. Dan itu menjadi sasaran kita sebenarnya di masa pandemi ini. Take a way dari pelanggan, bungkus bawa pulang itu untuk mengurangi kerumunan," sebut Ican.(*)


Editor: M Ikhwan