JMGR: Lahan Mangrove Bengkalis Longsor 40 Meter Tiap Tahun Disebabkan Limbah Pabrik Sawit
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

JMGR: Lahan Mangrove Bengkalis Longsor 40 Meter Tiap Tahun Disebabkan Limbah Pabrik Sawit

Kamis, 04 Februari 2021

 

Dok. JMGR



PEKANBARU, PARASRIAU.COM
- Lahan mangrove di Desa Jangkang, Kabupaten Bengkalis mengalami longsor hingga 40 meter setiap tahunnya. Ini berdasarkan pengukuruan yang dilakukan Kelompok Tani Desa Jangkang.


Ketua Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR), Safri mengatakan hal ini disinyalir karena pabrik perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di sana mengalirkan limbah ke laut. Limbah yang melewati Desa Jangkang ini kemudian merusak lahan gambut. 


"Limbah dari tanah gambut itu kalau terkena tanah gambut mengakibatkan hancurnya lahan gambut, bisa meleleh gambut itu," tuturnya saat dihubungi Parasriau.com, Kamis (4/2/2021).


Safri menambahkan, limbah kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut mengandung kalsium dan lemak sehingga ketika bertemu tanah gambut akan bersifat korosif. 


Ia mengatakan bahwa lahan mangrove di Desa Jangkang ini merupakan garis pantai terluar Indonesia di Provinsi Riau. 


"Kalau garis pantai ini berkurang, otomatis wilayah teritorial Indonesia juga berkurang. Ini akan merugikan kita juga," tutur Safri. 


Selain restorasi lahan, Safri menambahkan pentingnya pemerintah membangun setiap aspek masyarakat yang berdomisili di lahan kritis mangrove dan gambut. Sehingga tidak hanya bergantung kepada industri kelapa sawit. 


Menurut safri wilayah terluar Indonesia tidak layak dikonversikan menjadi hutan tanaman industri. Karena selain struktur lahan yang tidak sesuai, ia menyoroti sektor pariwisatalah yang harusnya dikembangkan oleh pemerintah daerah. (pr5)



Editor: Anto Chaniago