Ini Persiapan RI untuk Pelaksanaan Haji 2021
Cari Berita

Advertisement


Ini Persiapan RI untuk Pelaksanaan Haji 2021

Senin, 01 Februari 2021



PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian terkait pelaksanaan haji 2021. Meski demikian, Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan persiapan.


Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Oman Fathurahman, mengatakan, pihaknya terus melakukan analisis terkait situasi yang berkembang. 


"Kami masih terus melakukan analisis situasi, baik situasi di Saudi maupun di Indonesia, khususnya terkait perkembangan vaksinasi massal," kata Oman, Ahad (31/1/2021) kemarin.


Terkait persiapan akomodasi dan katering untuk jamaah haji nantinya, ia menyebut akan melanjutkan apa yang dilakukan pada musim haji sebelumya. Meski demikian, akan dilakukan beberapa penyesuaian.


Untuk diketahui, pada 2020, Kemenag telah melakukan penjajakan dengan sejumlah perusahaan penyedia layanan haji di Arab Saudi. Pihak Kemenag bahkan telah melakukan survei ke Arab Saudi pada Februari 2020.


Meski demikian, mengikuti imbauan Pemerintah Arab Saudi, Kemenag belum menandatangani kontrak apa pun dengan penyedia layanan haji.


Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VIII DPR, belum lama ini, mengatakan, ruang lingkup pelayanan penyelenggaraan ibadah haji sangat luas. Dengan waktu yang ada, persiapan haji harus segera dilakukan.


"Waktu yang tersisa untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M hanya berkisar lima bulan,” kata Menag.


Mengingat sampai saat ini wabah Covid-19 belum berakhir, Kemenag telah membentuk Tim Manajemen Krisis Haji dalam rangka mempersiapkan rencana mitigasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. 


“Tim ini telah saya launching dan langsung bekerja saat ini juga,” ujar Menag.


Sejauh ini, pemerintah sudah menyiapkan tiga opsi penyelenggaraan ibadah haji 2021. Tiga opsi tersebut, yakni haji dengan kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan jamaah haji.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Firman Taufik mengatakan, sebagai penyelenggara haji khusus, pihaknya terus melakukan koordinasi perihal penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Meskipun belum banyak yang dilakukan, Himpuh terus menggali informasi langsung dari Kementerian Haji Arab Saudi ataupun Kemenag RI.


“Himpuh terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, utamanya Kementerian Haji Arab Saudi dan Kemenag RI, dan dalam waktu dekat akan memberangkatkan tim ke Arab Saudi untuk menggali informasi langsung dari sumber yang valid sekaligus melihat persiapan haji di sana," ujar Firman.


Himpuh juga masih menunggu informasi valid perihal penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia mengakui, belum bisa melakukan banyak persiapan karena hal itu sangat bergantung pada ketetapan kuota haji.


"Kabarnya masih simpang siur, antara haji diselenggarakan dengan maksimal kuota 30 persen, 50 persen, atau bahkan terbatas seperti tahun lalu," katanya.


Firman mengungkapkan, pihaknya akan menyambangi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag pada Senin (1/2) ini. Dia berharap bisa mendapatkan penjelasan yang lebih dalam perihal penyelenggaraan haji tahun ini. (republika)


Editor: Anto Chaniago