Ini Penjelasan Pakar Soal Pentingnya Lansia Divaksin Covid-19
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Ini Penjelasan Pakar Soal Pentingnya Lansia Divaksin Covid-19

Senin, 08 Februari 2021




JAKARTA, PARASRIAU.COM - Pakar Kesehatan Masyarakat, Hasbullah Thabrany mengatakan vaksinasi Covid-19 bagi orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun sangat penting. Sebab, lansia berisiko tinggi jika terinfeksi Covid-19.


"Itu (vaksinasi Covid-19) bagian yang memang harus dilakukan karena lansia mempunyai risiko tinggi. Apalagi pegawai-pegawai atau petugas kesehatan yang usianya di atas 60 tahun risikonya sangat tinggi," katanya seperti dikutip dari merdeka.com, Senin (8/2/2021).


Menurut Hasbullah, vaksinasi Covid-19 bisa melindungi lansia dari fatalitas bila terinfeksi Covid-19. Namun, vaksinasi Covid-19 tidak bisa melindungi lansia dari penularan Covid-19.


"Mereka bisa tertular virusnya cuma begitu masuk ke dalam tubuh tidak menjadi kasus yang berat. Itulah fungsi dari vaksinasi dan memang menjadi prioritas," ujarnya.


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac untuk lansia di atas 60 tahun. Keputusan ini berangkat dari data 47,3 persen kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan lansia.


"Menjadi keharusan tentunya bagi pemerintah untuk menetapkan memberi pemberian penggunaan vaksin yang tersedia yaitu saat ini adalah CoronaVac menjadi prioritas untuk juga diberikan kepada kelompok lansia," kata Kepala BPOM, Penny K. Lukito dalam konferensi pers melalui YouTube BPOM RI, Minggu (7/2).


Penny menyebut, izin penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia dikeluarkan pada 5 Februari 2021. Penerbitan ini dilakukan setelah mendapat data hasil uji klinik fase 1 dan 2 vaksin Sinovac untuk lansia di China serta uji klinik fase 3 di Brasil.


Data hasil uji klinik fase 1 dan 2 di China menunjukkan, imunogenisitas lansia berada pada angka 97,96 persen setelah dilakukan dua kali penyuntikan vaksin Sinovac dengan rentang waktu 28 hari. Uji klinis dilakukan kepada 400 lansia.


Sedangkan hasil uji klinik fase 3 di Brasil menunjukkan lansia berada dalam kondisi aman dan tidak menimbulkan efek samping serius derajat ketiga setelah dilakukan dua kali penyuntikan. Uji klinik fase 3 di Brasil melibatkan 600 lansia.


"Telah diperoleh hasil bahwa pemberian vaksin ini kepada orang 60 tahun ke atas aman dan tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan," jelasnya.


Meski demikian, kata Penny, pemberian vaksin kepada lansia harus melalui tehapan pemeriksaan kesehatan. Sebab, umumnya lansia memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang berisiko tinggi saat menerima vaksin.


"Mengingat populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi maka pemberian vaksin ini juga harus dilakukan secara hati-hati," tandasnya. (merdeka)


Editor: Anto Chaniago