Perkokoh Kebhinekaan, Danrem 031 Wirabima: Jaga Persaudaraan untuk Kemajemukan Bangsa
Cari Berita

Advertisement


Perkokoh Kebhinekaan, Danrem 031 Wirabima: Jaga Persaudaraan untuk Kemajemukan Bangsa

Selasa, 08 Desember 2020


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima Brigjen TNI M Syech Ismed, SE, M.Han mengingatkan bahwa rasa persaudaraan harus selalu dijaga dengan melakukan filterisasi arus globalisasi. Semua itu penting dilakukan guna mewujudkan eksistensi kemajemukan bangsa Indonesia.


Ini sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang kini sudah banyak perubahan yang terjadi dan mulai memudar. Padahal Indonesia dari zaman dahulu sangat terkenal dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan. Namun nilai-nilai itu sudah mengalami degradasi atau sudah mulai luntur.


Demikian dikatakan Brigjen TNI M Syech Ismed, SE, M.Han saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan Semiar yang ditaja Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau tentang "Menjadikan Budaya Sebagai Panglima Pembangunan" dengan tema "Penguatan Nilai - Nilai Kebangsaan Kader FPK Riau" , Senin (7/12/2020) di Hotel Jatra Pekanbaru.


Dia mengakui bahwa sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman, musyawarah mufakat yang sangat dikenal di Indonesia sudah mulai hilang. “Saya tidak mengatakan sudah tidak ada lagi, tapi sudah mulai terkikis, terdegradasi, mengalami kelunturan,” jelasnya dalam seminar yang dimoderatori Ketua FPK Riau, ZA Fachri Yasin. 


Dikatakan, hal itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena akan habis, sebab budaya bangsa Indonesia harus terus dikembangkan karena didalamnya terdapat banyak keberagamaan yang menjadi sumber kekuatan berbangsa dan bernegara. "Itu jangan dibiarkan berlarut-larut, karena akan melemahkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat kita berbangsa dan bernegara," tegasnya.


Pada kesempatan itu, Danrem juga menyampaikan tentang nilai 4 konsensus naisonal yaitu Konsensus Dasar Bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan mengimplementasikan Paradigma Nasional, yaitu Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, dan Kewaspadaan Nasional. 


"Dalam perjalanannya, 4 Konsensus Dasar Bangsa dan Paradigma Nasional akan selalu menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan. Oleh karena itu kita perlu untuk waspada, bersiap-siap apabila menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan tersebut,” katanya.


Sementara itu, Budayawan/Wartawan Senior Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.Ikom yang juga nara sumber mengatakan peradaban baru sudah dimulai di seluruh dunia. Disebut New Normal (Tatanan Kenormalan Baru). New normal merupakan perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. 


"Munculnya aturan atau protokol kesehatan yang dikenal dengan 4 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan bermakna semua umat manusia di masa kini harus siap hidup secara hati-hati terhadap penyebaran Covid 19 yang sudah menelan korban jutaan orang di seluruh dunia," ujarnya. 


Menurutnya, pembentukan organisasi FPK yang menghimpun seluruh paguyuban etnik di semua daerah dalam wilayah NKRI merupakan sebuah keniscayaan untuk mengikat hubungan baik antar etnik dan saling menghormati dan menghargai. 


"Permendagri menegaskan, dalam rangka pembinaan penyelenggaraan pembauran kebanini gsaan, gubernur melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan FPK di tingkat provinsi  maupun kabupaten/kota dapat saling berkoordinasi dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, sehingga dapat menghasilkan rumusan rekomendasi yang komprehensif dan strategis sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan terkait pembauran kebangsaan. Pengaruh dan Tantangan Media dalam Pembauran," jelasnya.


Dikatakan, setiap orang harus mampu memfilter (menyaring) informasi yang dibaca atau menyebarluaskan kembali (sharing) ke kelompok-kelompok pengguna medsos agar cara-cara fitnah dapat ditekan. Fakta menunjukkan bahwa firnah atau hoaks yang tersebar luas melalui medsos tersebut dapat menghancurkan kerukunan social, keamanan dan ketertiban karena dapat memicu konflik sosial yang luar biasa.  


Selain itu, Budayawan/Wartawan Senior Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.Ikom turut dihadirkan sebagai nara sumber, begitu juga Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Sri Petri Suryanti, S.Pd mewakili Kepala Kesbangpol Provinsi Riau. pr2