Kampanyekan Said Fadillah-Sujarwo di Siak, Ketum PMR: Salah Pak Syamsuar Dimana?
Cari Berita

Advertisement


Kampanyekan Said Fadillah-Sujarwo di Siak, Ketum PMR: Salah Pak Syamsuar Dimana?

Rabu, 25 November 2020


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Ketua Umum Persebatian Masyarakat Riau (PMR)  Ir. H. Nasrun Effendi, MT menegaskan, tidak ada yang salah atau "di luar jalur" yang dilakukan Gubernur Syamsuar dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD I Golkar Provinsi Riau sehubungan keikutsertaannya mengkampanyekan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Siak periode 2021-2026, Said Arif Fadillah-Sujarwo.


"Saya juga heran dan prihatin melihat politik Pilkada yang tidak sehat ini. Soal Pak Syamsuar berkampanye untuk memenangkan pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo di Kabupaten Siak, salahnya dimana? Beliau itu Ketua Partai (Golkar). Jadi wajar saja dan tidak menyalahi Undang-undang dan ketentuan yang ada," kata Nasrun Effendi menjawab media, Rabu (26/11/2020) di Pekanbaru.


Nasrun Effendi mengaku merasa terpanggil untuk angkat bicara terkait hujatan yang dilakukan sejumlah masyarakat Siak melalui media sosial maupun media siber yang dialamatkan kepada Gubernur Riau Drs H Syamsuar, MSi akhir-akhir ini. Tokoh masyarakat Riau yang juga mantan Asisten I Pemprov Riau itu menilai tidak sepatutnya hal tersebut dilakukan masyarakat Siak terhadap Syamsuar, mantan Bupati Siak dua periode yang kini Gubernur Riau.


"Kampanye itu dibolehkan. Apalagi dia sebagai Ketua Partai. Dan sebagai mantan Bupati Siak dua periode, wajar bila beliau peduli tentang Siak ke depan," tegas Nasrun Effendi.


Nasrun juga menegaskan, boleh saja kampanye asal tidak menggunakan fasilitas pemerintah, termasuk mobil pelat merah. "Nah Pak Syamsuar saat turun mengkampanyekan calon Golkar kan juga dalam posisi sedang cuti. Jadi, tak ada yang dilanggar beliau," kata Nasrun lagi.


Dalam kesempatan itu Nasrun juga menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing dan terprovokasi oleh ulah oknum-oknum masyarakat yang memanfaatkan momen Pilkada Serentak 20202 ini untuk merusak citra atau nama baik seseorang, termasuk Gubernur Riau Syamsuar, lewat media sosial maupun media siber.


Seperti diberitakan sejumlah media, Ketua DPD I Golkar Riau Syamsuar merasa heran dengan sebagian masyarakat Siak yang menghujatnya melalui media sosial maupun media siber karena turun ke Siak memberikan dukungan kepada Paslon Said Arif Fadillah-Sujarwo.


Saat berdialog dengan masyarakat Buantan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Selasa (24/11/2020) kemarin, Syamsuar juga mempertanyakan salahnya dimana dia turun mengkampanyekan paslon . Sebab, sebagai Ketua DPD I Golkar Riau, tentunya Syamsuar harus memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusunf Partai Golkar.


Menurut Syamsuar, yang maju dan ikut Pilkada Siak sekarang ini Said Arif Fadillah-Sujarwo, bukan dirinya. "Tapi kok saya yang dibantai? Saya yang dihujat dan dipersalahkan? Padahal dulu-dulu tidak begitu. Itulah Syamsuar si Intan Payung," kata Syamsuar.


Ditegaskan Syamsuar, dia sudah empat kali mengikuti Pilkada, mulai dari Kabupaten hingga Provinsi. Mulai dari proses Pilkada hingga hari pencoblosan, tidak pernah ada saling jelek-menjelekkan dengan calon Bupati atau calon Gubernur lainnya. "Ingat Allah itu tidak tidur. Jika kita berusaha dan ikhtiar, Insha Allah dimudahkan jalannya. Banyak orang yang tidak menyangka saya menang di Pilgubri. Itu takdir Allah karena usaha dan ikhtiar yang kami lakukan," ujar Syamsuar.


Syamsuar saat dialog itu juga menjelaskan dia bisa hadir dalam kesempatan kampanye dialogis tersebut setelah izin cutinya sebagai Gubernur Riau atau pejabat negara ditandatangani Mendagri. "Ini saya jelaskan lebih awal agar masyarakat awam paham. Karena jika tidak dijelaskan, maka masyarakat akan berfikir kok Gubernur kampanyekan calon bupati di hari kerja. Sebenarnya tidak hanya di Riau, Gubernur atau wakil gubernur di daerah lain juga banyak yang mengajukan cuti untuk kampanye seperti ini," tegas Syamsuar. pr2