Tokoh Pendidikan dan Muballigh Dr Syafwi Khalil Sudah Mendahului Kita Semua
Cari Berita

Advertisement

settia

Tokoh Pendidikan dan Muballigh Dr Syafwi Khalil Sudah Mendahului Kita Semua

Jumat, 25 September 2020

PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Innalilahi wa inna ilaihi roji'un. Kabar duka Kamis malam (24/9) ini, telah berpulang ke Rahmatullah salah seorang tokoh pendidikan sekaligus muballigh Ustadz Riau Dr. H. Syafwi Khalil, M.Pd di RS. Prima, Pekanbaru. Syafwi yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Asshofa menghembuskan napas terakhirnya selepas waktu Maghrib.


Salah seorang guru SMP Asshofa yang juga sastrawan, Elda Syuhada mengabarkan bahwa jenazah Syafwi setelah dimandikan dan disholatkan di masjid komplek Asshofa dan sudah dimakamkan malam ini juga di TPU Palas, Jalan Arengka Ii Pekanbaru.


Kabar wafatnya Syafri Khalil, Pendiri dan Ketua Yayasan Asshofa di media sosial. Bahkan pesan salah seorang guru SMP Asshofa, Elda Suhada mengabarkan jenazah Ustadz Syafwi disholatkan malam di masjid lingkungan komplek Sekolah Asshofa. Kemudian jenazah dimakamkan di TPU Palas, Jalan Arengka II Pekanbaru.


Sebelumnya, Direktur Sekolah Asshofa melalui medsos mengajak kawan kerabat dan masyarakat yang berkesempatan untuk hadir di Sekolah As-Shofa, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru untuk ikut mensholatkan jenazah almarhum.


Salah seorang kerabat Syafwi, Dr. Muhammad Husnu Abadi, M.Hum mengaku terkejut atas wafatnya muballigh yang sudah dikenalnya cukup lama.


'' Kita semua merasa kehilangan atas wafatnya Ustadz Syafwi. Kenangan terakhir saya dengan Almarhum sekitar bulan Maret lalu saat saya bersama sastrawan Fakhrunnas MA Jabbar dan Kunni Masrohanti menyumbangkan puluhan buku untuk Perpustakaan Sutardji Calzoum Bachri Sekolah Asshofa. Waktu itu Ustadz Syafwi sempat baca puisi bersama sebagai bukti apresiasinya yang kuat terhadap sastra, '' kata Husnu.


Menurut Husnu, Syafwi dikenalnya sebagai muballigh yang aktif dalam memajukan masyarakar dan pendidikan Islam. '' Saya sempat menyarankan agar Ustadz Syafwi mendirilan Sekolah Tinggi Dakwah sebagai kelanjutan pendidikan di Sekolah Asshofa, '' kenang Husnu seperti dilansir tirastimes.com.


Syafwi Khalil pada awalnya dikenal sebagai muballigh yang aktif berdakwah dibawah wadah Ikatan Keluarga Masjid Indonesia (IKMI) Provinsi Riau. Kerja keras dan tekadnya yang kuat dalam memajukan pendidikan Islam dan beriringan dengan pendidikan S2 san S3. Gelar doktor bidang pendidikan diraihnya di UNJ Jakarta beberapa tahun silam.


Syafwi bersama sejumlah kerabat mendirikan 

Yayasan As-Shofa, suatu badan yang bergerak di bidang pendidikan. Lembaga Pendidikan pertama yang berada dibawah naungan yayasan ini adalah “Sekolah Dasar Islam As-Shofa”.


Informasi resmi dari kalangan internal Yayasan Asshofa menemukan keberadaan yayasan ini bermula dari Ustadz Drs. H. Syafwi Khalil, M.Pd salah seorang anggota mubaligh IKMI yang ingin mengembangkan Lembaga Pendidikan Islam Berkualitas di Pekanbaru. 


Saat ini Yayasan As-Shofa telah memiliki tanah dan bangunan sendiri di Jl. T.Tambusai / Jl. As-Shofa Pekanbaru. Dan sebagai realisasi jangka panjang Yayasan, diarea ini telah berdiri Sekolah SMP Islam As-Shofa (Tahun 2000), Sekolah TK Islam As-Shofa (Tahun 2005) dan Sekolah SMA Islam As-Shofa - SMAFA (Tahun 2007).


Mewujudkan impian tersebut, muncul ketika Ustadz Syafwi pada saat memimpin Madrasah Pesantren Istimewa Yayasan Masjid Al-Hikmah Pekanbaru. Ketika itu madrasah yang dipimpinnya menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Namun sekolah utama yang berhubungan dengan keterkaitan yang sudah duduk di kelas VI udah sering meninggalkan madrasah disebabkan mereka harus mengikuti tambahan pada hari yang lalu. 


Saat timbulnya ide Syafwi bersama istri Hj. Yulia Eriswati, S.Pd untuk menyiapkan sebuah sekolah dasar yang belajar pagi sampai sore (Full Day School). Sekolah itu diberi nama “Sekolah Dasar Islam As-Shofa” dan nama As-Shofa diambil dari nama pendiri yayasan ini.


Tahun pelajaran 1991-1992 dibukalah pendaftaran murid untuk pertama kali. Ketika itu mendaftar sebanyak 10 orang, dengan tenaga pengajar 4 orang. Kepala sekolah saat itu dijabat oleh ibu Salimah Harahap, BA. Sedangkan ruang belajar menumpang di ruang atas Masjid Surya di jalan Cempaka, Pekanbaru.  


Seiring berjalannya waktu dan hingga saat ini Yayasan Asshofa sudah memiliki komplek bangunan lembaga pendidikan dan masjid itu sendiri. pr2