Satu Anggota DPRD Positif COVID-19, Kantor Dewan Ponorogo Ditutup
Cari Berita

Advertisement

settia

Satu Anggota DPRD Positif COVID-19, Kantor Dewan Ponorogo Ditutup

Kamis, 10 September 2020

PONOROGO, PARASRIAU.COM - Kantor DPRD Kabupaten Ponorogo yang berada di Jalan Alun-Alun Timur terpaksa ditutup alias lockdown. Hal ini akibat salah satu anggota dewannya dinyatakan positif Covid-19.


Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto menjelaskan anggota dewan rutin melaksanakan rapid test. Puncaknya, Jumat (4/9) lalu dari 45 anggota dewan, ada 44 orang yang rapid test.


"Hasilnya ada satu orang yang reaktif kemudian di swab, hasilnya Selasa (8/9) kemarin dinyatakan positif COVID-19," tutur Narto kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).


"Ada salah satu anggota dewan, tak perlu disebutkan namanya. Kantor DPRD kita lockdown sambil menunggu hasil swab. Semua kita perintah untuk Work From Home (WFH). Sampai hasil swab keluar, baru mengambil langkah-langkah selanjutnya," tandas Narto.


Narto menambahkan usai didapatkan satu anggota yang positif, ke- 43 anggota dewan yang lain dilakukan test swab.


"Ada empat komisi pemeriksaannya bergiliran, dua komisi hari ini. Besok, Kamis (10/9) dua komisi lagi," ujar Narto.


Selain melakukan test swab, Narto menambahkan pihaknya pun melakukan isolasi mandiri. Tidak hanya itu, semua anggota dewan juga diwajibkan isolasi mandiri.


"Saya isolasi mandiri di Jalan Suromenggolo bersama enam anggota dewan lain termasuk ajudan dan sopir," papar Narto.


Narto mengaku isolasi ini dilakukan sembari menunggu hasil swab. Selain itu, kantor DPRD Ponorogo juga disemprot disinfektan.


"Termasuk rumah anggota dewan yang terkonfirmasi positif COVID-19," imbuh Narto seperti dilansir detik.com.


Sementara, Jumat (11/9) mendatang seluruh staf di DPRD Ponorogo akan melakukan rapid test. Ini merupakan tindakan pencegahan penularan virus COVID-19.


Jumat seluruh staf bakal rapid test. Hasilnya bagaimana mudah-mudahan non reaktif. Kalau ada yang reaktif langsung test swab. Ini untuk menjaga sekaligus memberikan contoh untuk patuh pada protokol kesehatan," pungkas Narto. pr2