Percepatan Penanganan Covid-19, Pemprov Riau Lakukan Tiga Tahap Pergeseran APBD 2020
Cari Berita

Advertisement

settia

Percepatan Penanganan Covid-19, Pemprov Riau Lakukan Tiga Tahap Pergeseran APBD 2020

Senin, 20 Juli 2020


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah melakukan pergeseran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp473 miliar lebih untuk penanganan Covid-19.

Dimana ada tiga tahap pergeseran APBD Riau untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani Covid-19 itu.

Tahap pertama sebesar Rp74,9 miliar. Itu dialokasikan kepada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani Covid-19.

Ketiga OPD itu yakni Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau dengan jumlah anggaran yang digelontorkan sebanyak Rp46 miliar lebih, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru sebesar Rp3,5 miliar lebih, RSUD Petala Bumi sebesar Rp1,2 miliar lebih dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan dengan jumlah anggaran yang disalurkan sebanyak Rp2,3 miliar.

Sedangkan untuk tahap kedua sebesar Rp399 miliar. Regulasi tahap kedua ini Pergub Nomor 20 Tahun 2020 telah diterbitkan pada April lalu.

“Besarnya pengalokasian anggaran Covid-19 itu sebagai bukti dan komitmen Pemprov Riau dalam penanganan virus yang mematikan itu. Sehingga dapat mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Riau,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau, Indra SE MSi saat Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Minggu (19/7).

Indra menjelaskan, realokasi dan refokusing dialihkan dari belanja langsung (BL) ke belanja tidak langsung (BTL) sebesar Rp399 miliar. Jadi total anggaran untuk Covid-19 ini Rp473 miliar lebih.

“Sementara pada Maret 2020 lalu, Pemerintah Provinsi Riau juga telah melakukan pergeseran anggaran senilai Rp74,9 miliar,” ungkap Indra seraya mengatakan, prioritas anggaran melalui tiga aspek yakni kesehatan, ekonomi, dan jaring pengaman sosial.

“Kita mengharapkan kondisi keuangan Provinsi Riau agar dapat terus terjaga,” harap Indra sembari mengatakan, masa pandemi seperti ini membuat sektor keuangan daerah cukup terganggu.

“Kita berupaya semaksimal mungkin agar cashflow dapat terjaga dan pembayaran kewajiban dapat dilakukan secara maksimal. Kedepan kita berharap kondisi keuangan bisa kita jaga. Dengan terjaganya kondisi keuangan, kewajiban-kewajiban pembayaran bisa diselesaikan, terutama menyangkut hak dari pegawai yaitu gaji dan tunjangan," harapnya.

Selain itu, katanya, dengan anggaran yang ada untuk penanganan Covid19 juga bisa segera dituntaskan dan segera bisa terselesaikan dengan baik.

"Semoga dana yang ada untuk penanganan Covid19 bisa kita salurkan dengan baik,” papar Indra sembari mengharapkan dana transfer dari pusat supaya dapat disalurkan sesegera mungkin. Sehingga kondisi keuangan Riau akan lebih aman.

“Kita mengharapkan agar keuangan kita dapat terkelola dengan baik dan dana transfer pusat segera disalurkan,” tutup Indra. pr2