MTQN 2020, Gubernur Sumbar Siapkan 12 Venue dan Destinasi Wisata
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

MTQN 2020, Gubernur Sumbar Siapkan 12 Venue dan Destinasi Wisata

Kamis, 06 Februari 2020




JAKARTA, PARASRIAU.COM - Gubernur Sumatera Barat ( Sumbar ), Irwan Prayitno menyatakan kesiapan daerahnya untuk perhelatan akbar MTQN XXVIII dan akan mengunakan 12 venue dengan venue utama di Masjid Raya Sumatera Barat Kota Padang.

Komitmen ini disampaikannya dalam paparan di hadapan Menag Fachrul Razi dan jajaran Ditjen Bimas Islam Kemenag terkait persiapan acara tersebut. Pertemuan Menag dengan Gubenur Sumbar didampingi Kakanwil Kemenag Sumbar Hendri dan jajaran pejabat Pemprov Sumbar. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Menag, Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat, Selasa (4/2) lalu.

“Kami ingin melaporkan secara ringkas persiapan yang sudah dan sedang kami lakukan,” kata Irwan Prayitno memulai paparannya melalui tayangan slide video.

Irwan menyatakan, MTQN XXVIII akan mengunakan 12 venue dengan venue utama di Mesjid Raya Sumatera Barat Kota Padang. “Begitu juga dengan dukungan transportasi, shuttle bus, rumah sakit rujukan hingga destinasi wisata di Sumatera Barat (sudah siap),” kata Irwan.

Irwan menjelaskan, pada 1983, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pernah menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Bekas MTQ Nasional tersebut hingga kini dimanfaatkan oleh masyarakat Sumbar dan Kota Padang sebagai GOR Agus Salim.

Terkait jadwal pembukaan, Menag menyarankan agar pembukaan MTQN XXVIII 2020 Sumbar digelar pada 22 Agustus 2020. Saran Menag pun disambut baik oleh Gubernur Sumatera Barat dan jajarannya. “Nanti akan saya laporkan kepada Bapak Presiden terkait persiapan dan jadwal pembukaan ini,” kata Menag.

Pembukaan MTQN XXVIII menurut rencana akan digelar di GOR yang berlokasi di Kabupaten Padang Pariaman atau sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Minangkabau.

Menag juga menyarankan dalam gelaran MTQN XXVIII nanti, ada pertemuan antara tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat dalam merajut semangat kebersamaan dalam perbedaan, toleransi dan cinta NKRI. pr2

dilansir: gontornews.com