Ciptakan SDM Unggul, SKK Migas Dirikan Migas Center di Empat Provinsi
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Ciptakan SDM Unggul, SKK Migas Dirikan Migas Center di Empat Provinsi

Rabu, 12 Februari 2020


PEKANBARU, PARASRIAU.COM - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mendirikan Migas Center di empat provinsi.

Migas center ini didirikan sebagai upaya untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul di wilayah operasional SKK Migas.

Empat provinsi yang menjadi pusat Migas Center itu yakni Aceh, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Avicenia Darwis melalui siaran pers yang dishare ke media, Rabu (12/02/2020) menyampaikan, pendirian Migas Center ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi, edukasi dan sosialisasi tentang hulu migas di Kepri. Dan dalam pelaksanaannya, Migas Center ini nantinya terdapat kurikulum dan materi yang dibutuhkan mahasiswa dalam menunjang karir di industri migas. Materi pembelajaran yang disiapkan tidak hanya materi hardskill, tapi juga disiapkan materi soft skill yang bertujuan untuk  meningkatkan performa mahasiswa di dunia kerja.

"Fasilitas ini hadir dalam rangka menjawab tantangan masa depan. Dan ini merupakan salah satu terobosan SKK Migas Perwakilan Sumbagut bersama KKKS dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Dan kami berharap, mahasiswa yang tergabung dalam Oil and Gas Community dapat menjadi duta SKK Migas dan KKKS dalam mensosialisasikan industri hulu migas kepada masyarakat,” papar Avicenia.

Dikatakannya juga, Oil and Gas Community diharapkan juga dapat memvibrasi komunitas-komunitas mahasiswa yang lain untuk mempelajari kegiatan hulu migas yang ada di Indonesia. Soalnya, SKK Migas berencana mendatangkan para ahli migas ke Migas Center utuk berbagi pengalaman mengenai industri hulu migas dan bidang-bidang ilmu yang lain.

“Keberadaaan Oil and Gas Community sangat penting dalam membantu SKK Migas dan KKKS mensosialisasikan industri hulu migas. Sehingga, harapan kami kedepan akan muncul Oil and Gas Community Indonesia yang menaungi seluruh Migas Center dari masing-masing kampus se Indonesia. Dengan begitu, dapat memvibrasi semua elemen untuk lebih mengenal industri hulu migas," ulas Avicenia seraya menginfokan, Migas Center pertama didirikan di Universitas Andalas Padang. Kemudian dilanjutkan di Universitas Islam Riau, Universitas Malikussaleh dan Universitas Putera Batam. Pendirian Migas Center ini merupakan bentuk kolaborsi dan sinergi antar KKKS yang ada di wilayah Sumbagut.

"Seiring dengan didirikannya Migas Center, masing-masing kampus juga membentuk Oil and Gas Community yang nantinya bisa sebagai perpanjangan tangan SKK Migas dan KKKS untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat," sebut Avicenia seraya menjelaskan, Migas Center ini sebagai suatu kepedulian SKK Migas terhadap dunia pendidikan. Sehingga mahasiswa dapat menambah wawasan terhadap berlangsungnya aktivitas di industri migas dan bisa menentukan pilihan dalam rencana karir kedepannya.

"Dengan hadir migas center ini, maka masyarakat ataupun oil and gas community betul-betul lahir. Dengan lahirnya suatu community ini, kebutuhan dan keinginan mahasiswa terpetakan. Sehingga terstruktur dengan baik," ujar Avicenia sembari berharap ada suatu sistem yang hidup nantinya. Karena disertai dengan kurikulum yang akan menghadirkan pakar-pakar di industri migas.

“Disamping itu, juga nanti bisa mengadakan Focus Group Discussion (FGD) serta mengadakan inter aksi antar migas center. Sehingga betul-betul fokus terhadap Sumber Daya Manusia menuju indonesia maju,” ujarnya. rls