Pekan Ini, Rupiah Selalu Menguat vs Dolar Australia
Cari Berita

Advertisement

target='_blank' title='Settia Blog'>settia

Pekan Ini, Rupiah Selalu Menguat vs Dolar Australia

Jumat, 25 Oktober 2019

Jakarta, Parasriau.com - Dolar Australia kembali melemah melawan rupiah pada perdagangan Jumat (25/10), semakin menjauhi level terkuat dua bulan yang dicapai pada Jumat pekan lalu.


Dolar Australia melemah 0,05% ke level Rp 9.647,94/US$ di pasar spot, melansir data Refinitiv. Pelemahan yang tipis memang, tetapi menandai pelemahan lima hari berturut-turut. Ini berarti rupiah sempurna di pekan ini melawan dolar Australia.


Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China yang kelihatannya kembali merenggang membawa hawa negatif ke pasar finansial global.


Mengutip Bloomberg yang mendapatkan informasi dari pihak-pihak yang mengetahui masalah tersebut, China berniat untuk meningkatkan pembelian produk agrikultur asal AS senilai US$ 20 miliar dalam waktu satu tahun jika kesepakatan dagang tahap satu dengan AS bisa diteken.


Hal ini jelas berpotensi menimbulkan masalah baru. Pasalnya, AS menyebut bahwa kesepakatan dagang tahap satu dengan China akan memasukkan komitmen dari Beijing untuk menambah pembelian produk agrikultur asal AS senilai US$ 40 miliar hingga US$ 50 miliar per tahun, bukan US$ 20 miliar seperti yang saat ini diberitakan.


Perang dagang AS-China yang sudah berlangsung lebih dari setahun berdampak pada pelambatan ekonomi global, termasuk di AS dan China.


Australia menjadi salah satu negara yang terkena dampak besar perang dagang kedua negara. China merupakan mitra dagang utama Negeri Kanguru, pelambatan yang terjadi di Negeri Tiongkok akan mengurangi permintaan impor dari Australia.


Akibatnya perekonomian Australia juga melambat, yang memaksa bank sentralnya (Reserve Bank of Australia/RBA) memangkas suku bunga tiga kali di tahun ini untuk merangsang pertumbuhan. Suku bunga RBA saat ini sebesar 0,75% dan merupakan yang terendah sepanjang sejarah. ***


dilansir : cbcindonesia.com